Category Archives: diklat pelatihan dosen jurusan elektronika industri

  • 0

Pembuatan Alat Penyiram Tanaman Otomatis dengan Kontrol Internet

Pada saat ini banyak hal kegiatan baik pekerjaan rumah dan kantor atau pabrik yang bisa dilakukan secara otomatis. Salah satu pembuatan alat otomasi yang kami bahas disini adalah alat penyiraman, pengembunan, lampu, blower yang dipasang pada kebun ruang tertutup. Namun alat ini dapat pula digunakan untuk penyiraman dan pengembunan pada kebun terbuka. Sedangkan kebun tertutup yang kami pasang alat otomasi ini adalah kebun anggrek. Kami menyebut alat ini adalah Water Planting Otomation atau alat otomasi untuk penyiraman tanaman di kebun anggrek dengan kontrol internet wifi. Satu paket alat yang kami buat ini meliputi software, hardware, pembuatan APK (untuk kontrol melalui jaringan internet WiFi) dan teknis pemasangan alat-alat nya di kebun tersebut. Output Water Planting Otomation atau alat penyiram tanaman otomatis seperti dibawah ini :

misting

sprinkel

blower

lampu

 

Sedangkan detailsnya dapat saya sampaikan sebagai berikut :

Siste Kerja Alat Water Planting Otomation atau Alat Penyiram Tanaman Otomatis
Pada alat yang telah dirancang ini digunakan untuk melakukan otomisasi pada sebuah ruang tanaman. Alat ini dapat bekerja secara otomatis dengan bantuan sensor dan juga dapat dikontrol secara manual melalui aplikasi. Untuk kontrol secara manual system harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu, yaitu system dan smartphone yang telah terinstall aplikasi harus terhubung dengan koneksi internet.
Pada alat ini menggunakan 3 buah sensor yaitu DHT11, LDR, dan Soil Moisture dengan 4 buah parameter pengukuran yang dihasilkan oleh sensor – sensor tersebut. 4 parameter tersebut antara lain adalah pengukuran cahaya ruangan yang dilakukan oleh sensor LDR, dimana ketika sensor LDR mendeteksi cahaya pada ruangan adalah “gelap” maka akan mengirimkan data pada NodeMCU yang kemudian akan mengaktifkan Relay 1 yang terlah terhubung dengan lampu agar menyala.
Kemudian parameter yang kedua adalah kelembaban tanah yang diukur dengan menggunakan sensor Soil Moisture. Pada pengukuran sensor Soil Moisture ini output yang dihasilkan oleh sensor berupa data analog yang kemudian diolah NodeMCU untuk dirubah dalam satuan persen. Ketika output sensor yang terbaca atau kelembaban tanah yang terbaca adalah kurang dari 50% maka akan mengaktifkan Relay 3 yang kemudian akan menyalakan Pompa penyiraman. Ketika output sensor Soil Moisture yang telah terbaca lebih dari 65% maka akan menonaktifkan pompa penyiraman.
Selanjutnya untuk parameter ketiga dan keempat adalah Suhu ruangan dan kelembaban udara, kedua parameter ini diukur menggunakan sensor DHT11, dimana output yang dihasilkan oleh sensor DHT11 langsung merupakan Suhu ruangan dengan satuan derajat celcius dan juga kelembaban ruangan dengan satuan persen. Ketika sensor DHT11 mengukur dan menghasilkan suhu diatas 35ºC maka akan mengaktifkan Relay 2 dan kemudian mengaktifkan blower untuk menurunkan suhu ruangan tersebut sampai dibawah 33ºC. Dan ketika sensor DHT11 menghasilkan pengukuran kelembaban ruangan kurang dari 51% maka akan mengaktifkan Relay 4 dan kemudian alat spray air akan aktif sampai kelembaban ruangan tersebut naik ke 64%.
Semua data yang telah diproses oleh NodeMCU yaitu hasil pembacaan dan pengolahan data sensor akan dikirimkan kesebuah database penyimpanan ketika NodeMCU telah terhubung dengan koneksi Internet. Dari database tersebut data akan diolah kembali untuk dikirimkan pada aplikasi smartphone. Pada aplikasi smartphone ini digunakan untuk monitoring dan kontrol output dengan mode manual.

Alat Komponen yang digunakan :

  • 1 Buah 1 Buah Sensor Soil Moisture
  • 1 Buah Modul Sensor Cahaya LDR
  • 1 Buah Nodemcu
  • 1 Buah Relay, 4 channel 5V
  • 1 Buah Sensor Temperatur DHT11

sensor kelembaban tanah

sensor cahaya LDR

Nodemcu

Relay 4 Channel

Sensor Temperatur DHT11

  • Sensor Soil Moisture (Kelembaban Tanah)

Soil Moisture Sensor merupakan module untuk mendeteksi kelembaban tanah, yang dapat diakses menggunakan microcontroller seperti arduino. Sensor kelembaban tanah ini dapat dimanfaatkan pada sistem pertanian, perkebunan, maupun sistem hidroponik mnggunakan hidroton.

Soil Moisture Sensor dapat digunakan untuk sistem penyiraman otomatis atau untuk memantau kelembaban tanah tanaman secara offline maupun online. Sensor yang dijual pasaran mempunyai 2 module dalam paket penjualannya, yaitu sensor untuk deteksi kelembaban, dan module elektroniknya sebagai amplifier sinyal.

sensor kelembaban tanah

Pada saat kondisi tanah :
Basah : tegangan output akan turun, prosentase akan terlihat di apk (aplikasi android) pada tingkat kebasahan tertentu, alat penyiraman atau yang biasa disebut sprinkel akan berhenti menyiramkan air secara otomatis.
Kering : tegangan output akan naik, prosentase tingkat kekeringan akan terbaca di apk (aplikasi android) pada tingkat kekeringan tertentu sehingga alat penyiraman atau sprinkel akan menyala untuk menyiramkan air.

 

 

 

 

  • Modul Sensor Cahaya LDR

sensor cahaya LDR

 

Modul sensor cahaya ini memudahkan anda dalam menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistor) untuk mengukur intensitas cahaya. Modul LDR ini memiliki pin output analog dan pin output digital dengan label AO dan DO pada PCB. Nilai resistansi LDR pada pin analog akan meningkat apabila intensitas cahaya meningkat dan menurun ketika intensitas cahaya semakin gelap. Pada pin digital, pada batas tertentu DO akan high atau low, yang dikendalikan sensitivitas nya menggunakan onboard potensiometer
• Input Voltage: DC 3.3V – 5V
• Output: Digital – Sensitivitas bisa diatur, dan analog
• Ukuran PCB : 33 mm x 15 mm

Cara kerja sensor pada alat water planting otomation yang kami buat adalah untuk menyalakan dan mematikan lampu di kebun secara otomatis. Ketika sensor cahaya LDR mendeteksi cahaya, maka lampu akan mati secara otomatis dan sebaliknya jika sensor mendeteksi ruangan sekitar gelap, maka lampu akan menyala secara otomatis.

  • Relay 5V 4 channel

Modul relay adalah salah satu piranti yang beroperasi berdasarkan prinsip elektromagnetik untuk menggerakkan kontaktor guna memindahkan posisi ON ke OFF atau sebaliknya dengan memanfaatkan tenaga listrik. Peristiwa tertutup dan terbukanya kontaktor ini terjadi akibat adanya efek induksi magnet yang timbul dari kumparan induksi listrik. Perbedaan yang paling mendasar antara relay dan sakelar adalah pada saat pemindahan dari posisi ON ke OFF. Relay melakukan pemindahan-nya secara otomatis dengan arus listrik, sedangkan sakelar dilakukan dengan cara manual.

Relay 4 Channel

Pada dasarnya, fungsi modul relay adalah sebagai saklar elektrik. Dimana ia akan bekerja secara otomatis berdasarkan perintah logika yang diberikan. Kebanyakan, relay 5 volt DC digunakan untuk membuat project yang salah satu komponennya butuh tegangan tinggi atau yang sifatnya AC (Alternating Current).
Sedangkan kegunaan relay secara lebih spesifik adalah sebagai berikut:
1. Menjalankan fungsi logika dari mikrokontroler Arduino.
2. Sarana untuk mengendalikan tegangan tinggi hanya dengan menggunakan tegangan rendah.
3. Meminimalkan terjadinya penurunan tegangan.
4. Memungkinkan penggunaan fungsi penundaan waktu atau fungsi time delay function.
5. Melindungi komponen lainnya dari kelebihan tegangan penyebab korsleting.
6. Menyederhanakan rangkaian agar lebih ringkas.

Secara ringkas relay pada alat water planting otomation atau alat penyiram tanaman otomatis adalah sebagai pengubah tegangan dan kontrol terhadap 4 output yitu penyiraman, pengembunan, lampu dan blower.

 

  • NodeMCU

NodeMCU

 

NodeMCU merupakan sebuah open source platform IoT dan pengembangan kit yang menggunakan bahasa pemrograman Lua untuk membantu dalam membuat prototype produk IoT atau bisa dengan memakai sketch dengan adruino IDE. Pengembangan kit ini didasarkan pada modul ESP8266, yang mengintegrasikan GPIO, PWM (Pulse Width Modulation), IIC, 1-Wire dan ADC (Analog to Digital Converter) semua dalam satu board. GPIO NodeMCU. NodeMCU berukuran panjang 4.83cm, lebar 2.54cm, dan berat 7 gram. Board ini sudah dilengkapi dengan fitur WiFi dan Firmwarenya yang bersifat opensource.

 

 

  • Sensor Temperature DHT11

Sensor Temperatur DHT11

merupakan module sensor yang berfungsi untuk mensensing objek suhu dan kelembaban yang memiliki output tegangan analog yang dapat diolah lebih lanjut menggunakan mikrokontroler. Module sensor ini tergolong kedalam elemen resistif seperti perangkat pengukur suhu seperti contohnya yaitu NTC. Kelebihan dari module sensor ini dibanding module sensor lainnya yaitu dari segi kualitas pembacaan data sensing yang lebih responsif yang memliki kecepatan dalam hal sensing objek suhu dan kelembaban, dan data yang terbaca tidak mudah terinterverensi. Sensor DHT11 pada umumya memiliki fitur kalibrasi nilai pembacaan suhu dan kelembaban yang cukup akurat. Penyimpanan data kalibrasi tersebut terdapat pada memori program OTP yang disebut juga dengan nama koefisien kalibrasi.Sensor ini memiliki 4 kaki pin, dan terdapat juga sensor DHT11 dengan breakout PCB yang terdapat hanya memilik 3 kaki pin seperti gambar disamping.

 

DIAGRAM BLOK ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS

Berikut dibawah ini adalah diagram blok Alat Penyiram Tanaman Otomatis atau Water Planting Otomation :

Diagram Blok Water Planting Otomation

 

SCHEMATICS ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS

Berikut di bawah ini adalah gambar skematik water planting otomation atau alat penyiram tanaman otomatis :

schematics alat penyiram tanaman otomatis

Berikut ini adalah desain cetak PCB untuk alat penyiram tanaman otomatis :

PCB desain alat penyiram tanaman otomatis

 

KONEKSI SENSOR DENGAN NODEMCU :

Koneksi Soil Moisture dengan Nodemcu

 

 

 

 

Koneksi DHT11 dengan Nodemcu

 

 

 

 

Koneksi Modul Sensor LDR dengan Nodemcu

 

 

 

 

Koneksi Relay dengan Nodemcu

 

 

 

 

 

 

Source Code (Kode Pemrograman)

Untuk pengerjaan pemrograman alat penyiram tanaman otomatis atau water planting otomation, kami menggunakan bahasa C++ sebagai bahasa pemrograman. Adapan details pemrograman alat penyiram tanaman otomatis adalah sebagai berikut :

#include <ESP8266WiFi.h>

 

#ifndef STASSID

#define STASSID “(((Hotspot_TPHP)))”

#define STAPSK  “smkn1pandakbantul”

#endif

 

const char* ssid     = STASSID;

const char* password = STAPSK;

 

#include “FirebaseESP8266.h”

#define FIREBASE_HOST “water-planting-automation-default-rtdb.firebaseio.com”

#define FIREBASE_AUTH “rcLTo1dbvjujvZ86igD6EsU0wZJLpskeDyrhX5as”

 

FirebaseData firebaseData;

 

#include “DHT.h”

#define DHTPIN D3

#define DHTTYPE DHT11

DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);

 

String status_relay1 = “”;

String status_relay2 = “”;

String status_relay3 = “”;

String status_relay4 = “”;

 

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);

 

void setup() {

dht.begin();

Serial.begin(115200);

lcd.init();

lcd.backlight();

Serial.println();

Serial.println();

Serial.print(“Connecting to “);

Serial.println(ssid);

 

WiFi.mode(WIFI_STA);

WiFi.begin(ssid, password);

 

const long timeout = 15000;

long _start = millis();

while ((WiFi.status() != WL_CONNECTED) && (millis() – _start < timeout)) {

Serial.print(“.”);

lcd.clear();

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Connecting…”);

delay(500);

}

 

Serial.println();

 

if (WiFi.status() == WL_CONNECTED) {

Serial.println(“CONNECTED”);

Serial.println(“IP: ” + WiFi.localIP().toString());

lcd.clear();

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Connected”);

delay(500);

} else {

Serial.println(“WiFi Tidak Terhubung”);

lcd.clear();

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“WiFi Not”);

lcd.setCursor(0, 1);

lcd.print(“Connected”);

delay(500);

}

 

lcd.clear();

lcd.setCursor(1, 0);

lcd.print(“WATER PLANTING”);

lcd.setCursor(3, 1);

lcd.print(“AUTOMATION”);

delay(500);

lcd.clear();

 

Firebase.begin(FIREBASE_HOST, FIREBASE_AUTH);

 

pinMode(A0, INPUT);

pinMode(D0, INPUT);

pinMode(D5, OUTPUT);

pinMode(D6, OUTPUT);

pinMode(D7, OUTPUT);

pinMode(D8, OUTPUT);

digitalWrite(D5, 1);

digitalWrite(D6, 1);

digitalWrite(D7, 1);

digitalWrite(D8, 1);

}

 

 

void LDR_Sensor() {

String Cahaya = “”;

int dataLDR = digitalRead(D0);

Serial.print(“LDR:”); Serial.print(dataLDR); Serial.print(”  “);

if (dataLDR == 1) {

Cahaya = “Dark”;

digitalWrite(D5, 0);

Firebase.setString(firebaseData, “relay1”, “1”);

} else {

Cahaya = “Bright”;

digitalWrite(D5, 1);

Firebase.setString(firebaseData, “relay1”, “0”);

}

Serial.print(“Kondisi Cahaya: “); Serial.println(Cahaya);

Firebase.setString(firebaseData, “Cahaya”, Cahaya);

}

 

void bacaLDR_Sensor() {

String Cahaya = “”;

int dataLDR = digitalRead(D0);

Serial.print(“LDR:”); Serial.print(dataLDR); Serial.print(”  “);

if (dataLDR == 1) {

Cahaya = “Dark”;

} else {

Cahaya = “Bright”;

}

Serial.print(“Kondisi Cahaya: “); Serial.println(Cahaya);

Firebase.setString(firebaseData, “Cahaya”, Cahaya);

}

 

void Soil_Sensor() {

int dataSoil = analogRead(A0);

dataSoil = map(dataSoil, 0, 1023, 100, 0);

lcd.setCursor(0, 1);

lcd.print(“Soil :”); lcd.print(dataSoil);

lcd.setCursor(8, 1);

lcd.print(“%”);

Serial.print(“Kelembaban : “); Serial.print(dataSoil); Serial.println(“%”);

Firebase.setFloat(firebaseData, “Soil”, dataSoil);

if (dataSoil <= 50) {

digitalWrite(D7, 0);

Firebase.setString(firebaseData, “relay3”, “1”);

} else if (dataSoil >= 65) {

digitalWrite(D7, 1);

Firebase.setString(firebaseData, “relay3”, “0”);

}

}

 

void bacaSoil_Sensor() {

int dataSoil = analogRead(A0);

dataSoil = map(dataSoil, 0, 1023, 100, 0);

lcd.setCursor(0, 1);

lcd.print(“Soil :”); lcd.print(dataSoil);

lcd.setCursor(8, 1);

lcd.print(“%”);

Serial.print(“Kelembaban : “); Serial.print(dataSoil); Serial.println(“%”);

Firebase.setFloat(firebaseData, “Soil”, dataSoil);

}

 

 

Serial.println(“Sensor DHT11 tidak terbaca !!”);

Firebase.setString(firebaseData, “Suhu”, “DHT11 Tidak terbaca…”);

Firebase.setString(firebaseData, “Humidity”, “DHT11 Tidak terbaca…”);

return;

}

else {

lcd.setCursor(10, 0);

lcd.print(“T:”); lcd.print(suhu);

lcd.setCursor(15, 0);

lcd.print(“C”);

lcd.setCursor(10, 1);

lcd.print(“H:”); lcd.print(humidity);

lcd.setCursor(15, 1);

lcd.print(“%”);

 

Serial.print(“Suhu : “);  Serial.print(suhu); Serial.print(“C”); Serial.print(” “);

Serial.print(“Humidity : “);  Serial.print(humidity); Serial.println(“%”);

}

Firebase.setInt(firebaseData, “Suhu”, suhu);

Firebase.setInt(firebaseData, “Humidity”, humidity);

}

 

void RLY1() {

if (Firebase.getString(firebaseData, “relay1”)) {

if (firebaseData.dataType() == “string”) {

status_relay1 = firebaseData.stringData();

Serial.print(“Stat Relay 1:”); Serial.print(status_relay1); Serial.print(”  “);

if (status_relay1 == “1”) {

digitalWrite (D5, 0);

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Light:”); lcd.print(“ON”);

} else if (status_relay1 == “0”) {

digitalWrite (D5, 1);

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Light:”); lcd.print(“OFF”);

}

}

}

}

 

void RLY2() {

if (Firebase.getString(firebaseData, “relay2”)) {

if (firebaseData.dataType() == “string”) {

status_relay2 = firebaseData.stringData();

Serial.print(“Stat Relay 2:”); Serial.print(status_relay2); Serial.print(”  “);

if (status_relay2 == “1”) {

digitalWrite (D6, 0);

} else if (status_relay2 == “0”) {

digitalWrite (D6, 1);

}

}

}

}

 

void RLY3() {

if (Firebase.getString(firebaseData, “relay3”)) {

if (firebaseData.dataType() == “string”) {

status_relay3 = firebaseData.stringData();

Serial.print(“Stat Relay 3:”); Serial.print(status_relay3); Serial.print(”  “);

if (status_relay3 == “1”) {

digitalWrite (D7, 0);

} else if (status_relay3 == “0”) {

digitalWrite (D7, 1);

}

}

}

}

 

void RLY4() {

if (Firebase.getString(firebaseData, “relay4”)) {

if (firebaseData.dataType() == “string”) {

status_relay4 = firebaseData.stringData();

Serial.print(“Stat Relay 4:”); Serial.print(status_relay4); Serial.println(”  “);

if (status_relay4 == “1”) {

digitalWrite (D8, 0);

} else if (status_relay4 == “0”) {

digitalWrite (D8, 1);

}

}

}

}

 

void cekRelay() {

int Re1 = digitalRead(D5);

int Re2 = digitalRead(D6);

int Re3 = digitalRead(D7);

int Re4 = digitalRead(D8);

String statRe1, statRe2, statRe3, statRe4;

if (Re1 == 0) {

statRe1 = “Relay 1: ON “;

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Light:”); lcd.print(“ON”);

} else if (Re1 == 1) {

statRe1 = “Relay 1: OFF “;

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Light:”); lcd.print(“OFF”);

}

if (Re2 == 0) {

statRe2 = “Relay 2: ON “;

} else if (Re2 == 1) {

statRe2 = “Relay 2: OFF “;

}

if (Re3 == 0) {

statRe3 = “Relay 3: ON “;

} else if (Re3 = 1) {

statRe3 = “Relay 3: OFF “;

}

 

CARA KERJA ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS

  1. Download Aplikasi (Apk) SISIRAM atau Alat Penyiram Tanaman Otomatis yang sudah kami buat, dan kemudian buka di HP Android anda

Kondisi saat aplikasi dengan mode otomatis makan tekan auto pada menu mode.

Kondisi saat aplikasi dengan mode manual jika ingin mematikan salah satu manual control yg diinginkan maka menekan off.

Berikut ini adalah fungsi setiap menu pada aplikasi alat penyiram tanaman otomatis :
a. Pada Lamp di Manual Control adalah untuk menghidupkan lampu dan perintah menyala atau mati akan muncul di Light Intensity.
b. Pada Fan di Manual Control adalah untuk menghidupkan blower dan perintah akan muncul di Temperature
c. Pada Pump di Manual Control adalah untuk menghidupkan pompa penyiraman dan perintah akan muncul di Soil Moisture
d. Pada Misting di Manual Control untuk menyalakan spray air sampai kelembaban ruangan naik, perintah akan muncul di Hummidity

2. Ketika sudah aktif semua pada layar LCD akan muncul tampilannya.
3. Lalu sensor akan langsung membaca kondisi sekitar.
4. Ketika sensor LDR mendeteksi cahaya pada ruangan adalah “gelap” maka akan mengaktifkan Relay 1 kemudian lampu menyala. Ketika output sensor yang terbaca atau kelembaban tanah yang terbaca adalah kurang dari 50% maka akan mengaktifkan Relay 3 yang kemudian akan menyalakan Pompa penyiraman. Ketika sensor DHT11 mengukur dan menghasilkan suhu diatas 35ºC maka akan mengaktifkan Relay 2 yang kemudian blower akan menurunkan suhu ruangan tersebut sampai dibawah 33ºC. Dan ketika sensor DHT11 menghasilkan pengukuran kelembaban ruangan kurang dari 51% maka Relay 4 aktif dan kemudian mengaktifkan alat spray air, sampai kelembaban ruangan tersebut naik ke 64%.

Demikian gambaran secara lengkap cara pembuatan alat penyiram tanaman otomatis berbasis arduino dengan koneksi internet wifi. Alat ini dapat diterapkan diberbagai sektor kehidupan manusia, dengan tujuan mempermudah dan mengotomasi alat alat manual disekitar kita.

Kami menerima dan membuat project project pembuatan alat otomasi lain dengan menggunakan microcontroller arduino dan Internet of Things. Apabila ada yang kurang jelas mengenai pembuatan alat ini atau apabila ada yang ingin dibuatkan alat penyiram tanaman otomatis pada kebun, alat penyiram tanaman otomatis pada green house, alat penyiram tanaman otomatis pada taman, atau aplikasi otomasi dibidang peternakan, rumah dan perkantoran kami siap membuatkannya. silahkan klik link gambar whatsapp dibawah ini untuk informasi lebih lanjut:

 

 

Baca Juga :

Pembuatan alat otomasi dibidang perkebunan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang pertanian dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang peternakan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang perikanan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang kesehatan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang perindustrian dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan Alat Penyiram Tanaman otomatis dengan Arduino dan koneksi internet dengan aplikasi android

Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi

Pembuatan Alat otomasi dengan arduino untuk mahasiswa akhir

 

 

 


  • 0

Penerapan Internet of Things atau IoT dalam berbagai bidang

Tags :

Microkontroller Arduino dengan segala kemampuannya dan dikombinasikan dengan Internet of Things, mampu membuat hidup kita sehari-hari jadi jauh lebih mudah. Dengan kontrol yang bisa dilakukan dimanapun dengan konektifitas Internet dan Wifi menjadikan hidup dan pekerjaan akan lebih efisien dan efektif. Penerapan Internet of Things atau IoT pada rumah atau lebih dikenal dengan konsep smart home mulai diaplikasikan di berbagai kota besar di Indonesia. Dalam Skala yang lebih luas, Internet of Things atau IoT di aplikasikan pada konsep Smart City juga mulai menunjukkan perkembangan penggunaan yang signifikan. Penerapan Internet of Things atau IoT di bidang lain seperti bidang pendidikan, transportasi, farmasi, kesehatan, pertanian, dan perikanan juga mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan adanya manfaat yang besar baik untuk efisiensi dan efektifitas usaha dan produksi. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan daya saing suatu perusahaan dalam berkompetisi di masa milenial saat ini.

Ada sekitar 120 proyek microcontroller arduino dengan kontrol Wifi atau lebih dikenal dengan Internet of Things yang bisa kita terapkan dalam dunia nyata. 120 proyek arduino ini bisa dibuat oleh pemula sekalipun, dari pembuatan dan penerapan proyek arduino dan internet of things atau IoT yang sederhana dan yang paling rumit sekalipun. Semua proyek arduino dan IoT yang kita buat, akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Dengan penambahan fitur-fitur arduino yang dikombinasikan dengan berbagai macam sensor yang tersedia saat ini dan juga kontrol dengan hp android yang bisa kita koneksikan baik dengan bluetooth maupun dengan koneksi internet.

Adapun Penerapan mikrokontroller arduino dan Internet of Things atau IoT yang bisa kita buat dan di terapkan pada benda disekeliling kita sehingga bermanfaat mempermudah kehidupan kita antara lain :

  1. 3 Ch Suhu DS1820 LM35 TC
  2. Absensi dg sidik jari
  3. Alarm Kebakaran dengan sensor Api dan Asap
  4. Alarm kebocoran gas LPG dengan sensor MQ-2
  5. Alarm otomatis
  6. Alarm pintu rumah dengan sensor magnet
  7. Analog Input Tampilan LED Bargraph
  8. Arduino Door Lock Fingerprint
  9. Baca data Remote Kontrol
  10. Baca ID Sidik Jari Tampilan LCD
  11. Baca RPM motor DC
  12. Baca sd card
  13. Baca ultrasonic display Android
  14. Counter dengan 7 Segment 4 digit
  15. Data logger 2 sensor suhu
  16. Digital thermometer 4 channel
  17. Digital Thermometer dg LED Matrix P10
  18. Digital thermometer dengan thermocouple
  19. Digital Thermometer Tampilan Bargraph
  20. Digital voltmeter maksimal 50Vdc
  21. Digital voltmeter 7 segment max 5VDC
  22. Digital voltmeter tampil LCD maksimal 5Vdc
  23. Early warning sistem via SMS (banjir)
  24. Grafik Suhu LCD Nokia 5110
  25. Interfacing Arduino dg P10 LED
  26. Interfacing Arduino Sensor Fingerprint
  27. Interfacing Arduino Sensor hujan
  28. Interfacing Arduino dengan Sensor PIR
  29. Interfacing dengan Sensor Warna
  30. Interfacing Joystick dengan Arduino
  31. Interfacing LCD Nokia 5110
  32. Interfacing Module GPS dengan Arduino
  33. Interfacing mp3 Player
  34. Interfacing Sensor Arus
  35. Interfacing wireless 433 MHz
  36. Interfacing Arduino Sensor Getaran
  37. IoT Arduino Kontrol Relay WiFi Android
  38. IoT Arduino Kontrol Relay via Internet
  39. IoT Arduino Kontrol Servo via Internet
  40. IoT Arduino Monitoring Suhu via Internet
  41. Jam Analog dengan LCD TFT 2’4
  42. Jam Digital dengan Matrix P10
  43. Jam Digital display 7 segment 6 digit
  44. Jam Digital 7 segment 6 digit seting 3 tombol
  45. Jam Digital Dot Matrix
  46. Jam Digital dengan LCD Nokia
  47. Kalender Digital Animasi Dot Matrix
  48. Kalender digital tampilan LCD
  49. Kalkulator LCD Touch screen
  50. Kendali dan Monitoring Posisi Kendaraan
  51. Keyboard piano
  52. Komunikasi arduino dengan modem serial
  53. Komunikasi Serial 2 Arduino
  54. Kontrol 2 lampu dengan SMS
  55. Kontrol 4 lampu dengan SMS feedback report status
  56. Kontrol 4 lampu via android
  57. Kontrol 4 Relay dengan Remote Control
  58. Kontrol 4 Relay dengan wireless 433 MHz
  59. Kontrol 8 relay via PC
  60. Kontrol Jemuran Otomatis
  61. Kontrol Kecerahan LED dengan Android
  62. Kontrol lampu ac dengan tepuk tangan (the clapper)
  63. Kontrol Robot Arm dengan Potensio
  64. Kontrol Robot Arm Android
  65. Kontrol robot arm via PC
  66. Kontrol RPM motor DC
  67. Kontrol Running Text via Android
  68. Kontrol volume tangki
  69. Kunci Elektrik dengan Android
  70. Kunci Elektrik dengan Password
  71. Kunci Motor Elektrik dengan RFID
  72. Lampu Kamar Mandi Otomatis
  73. LCD i2C ARDUINO
  74. LCD Touch screen menampilkan warna
  75. Membaca Kartu RFID
  76. Membuat Tulisan Pada Dot Matrix
  77. Menerima SMS dengan arduino
  78. Mengirim SMS dengan arduino
  79. Mengontrol Kecepatan Motor DC dengan Potensio
  80. Mengontrol Motor Servo dengan Potensio
  81. Mengukur 4 jarak dengan ultrasonik
  82. Mengukur jarak dengan sensor ultrasonic
  83. Mesin Antrian 1 loket 7 segment output suara
  84. Mesin Antrian 2 Loket
  85. Monitoring kebakaran berbasis SMS
  86. Monitoring PIN Arduino display Android
  87. Monitoring suhu 4 channel tampilan Delphi
  88. Monitoring Suhu DS1820 LCD
  89. Monitoring Suhu Kelembaban dg DHT11
  90. Monitoring Suhu dan kelembaban display Android
  91. Monitoring Suhu dengan LCD Nokia 5110
  92. Monitoring Suhu Android
  93. Nurse call tampilan 7 segment
  94. Paint LCD Touch screen
  95. Pengaman Pintu dengan RFID
  96. Penghitung jumlah orang 1 pintu
  97. Penghitung jumlah orang 2 pintu
  98. Running Text dengan Dot Matrix P10
  99. Score board futsal
  100. Security box dengan fingerprint
  101. Seting Nilai Set Point tanpa Keypad
  102. Simpan File Text pada SD Card
  103. Simpan Sidik Jari Tampilan LCD
  104. Sistem Anti Maling
  105. Sistem Keamanan Rumah Berbasis SMS
  106. Sistem parkir mobil
  107. Stop watch tampilan 7 segment 4 digit
  108. Stop watch tampilan LCD
  109. Telemetri suhu 4 ch by request
  110. Thermometer Digital Tampil pada LCD Touch screen
  111. Thermometer Digital TFT menampilkan bar graph
  112. Thermostat 3 tombol dengan suhu diatas 100C
  113. Thermostat 3 tombol tampilan seven segment
  114. Thermostat 3 tombol tampilan LCD
  115. Thermostat seting dengan keypad
  116. Thermostat Tampil pada LCD Touch screen
  117. Timer Iqomah dengan Matrix P10
  118. Tombol cerdas cermat 4 group
  119. Traffic Light Simulator
  120. Tulisan Berjalan dengan Dot Matrix

120 proyek mikrokontroller arduino dan internet of things tersebut diatas bisa kita kembangkan dan modifikasi lagi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita. Salah satunya dengan pembuatan Apps Android yang menjadikan koneksi dan aplikasinya menjadi lebh canggih dan simple.

Kami sebagai lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri di bidang robotika dan otomasi menerima pembelajaran 120 proyek arduino dan internet of things yang tersebut diatas, menerima permintaan berbagai macam custom project atau proyek custom berbasis microcontroller arduino dan internet of things atau IoT.

Sekolah atau instansi Anda berminat mengembangkan Penerapan Arduino dan Internet of Things atau IoT  dalam kurikulum pembelajaran sekolah atau juga berminat dalam pengembangan penerapan penggunaan mikrokontroller arduino dengan kontrol Wifi atau internet di Instansi anda? Silahkan kontak link whatsapp berikut ini untuk informasi lebih lanjut :


  • 0

Penerapan Arduino dalam Kehidupan sehari hari

Tags :

Microkontroller Arduino dengan segala kemampuannya, mampu membuat hidup kita sehari-hari jadi jauh lebih mudah. Ada sekitar 120 proyek microcontroller arduino yang bisa kita terapkan dalam dunia nyata. 125 proyek arduino ini bisa dibuat oleh pemula sekalipun, dari pembuatan dan penerapan proyek arduino yang sederhana dan yang paling rumit sekalipun. Semua proyek arduino yang kita buat, akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Dengan penambahan fitur-fitur arduino yang dikombinasikan dengan berbagai macam sensor yang tersedia saat ini dan juga kontrol dengan hp android yang bisa kita koneksikan dengan bluetooth.

DIKLAT CUSTOM PROJECT ARDUINO UNTUK ALAT SYSTEM MITIGASI BENCANA PEMKAB BOJONEGORO

Adapun Penerapan mikrokontroller arduino yang bisa kita buat dan di terapkan pada benda disekeliling kita sehingga bermanfaat mempermudah kehidupan kita antara lain :

  1. 3 Ch Suhu DS1820 LM35 TC
  2. Absensi dg sidik jari
  3. Alarm Kebakaran dengan sensor Api dan Asap
  4. Alarm kebocoran gas LPG dengan sensor MQ-2
  5. Alarm otomatis
  6. Alarm pintu rumah dengan sensor magnet
  7. Analog Input Tampilan LED Bargraph
  8. Arduino Door Lock Fingerprint
  9. Baca data Remote Kontrol
  10. Baca ID Sidik Jari Tampilan LCD
  11. Baca RPM motor DC
  12. Baca sd card
  13. Baca ultrasonic display Android
  14. Counter dengan 7 Segment 4 digit
  15. Data logger 2 sensor suhu
  16. Digital thermometer 4 channel
  17. Digital Thermometer dg LED Matrix P10
  18. Digital thermometer dengan thermocouple
  19. Digital Thermometer Tampilan Bargraph
  20. Digital voltmeter maksimal 50Vdc
  21. Digital voltmeter 7 segment max 5VDC
  22. Digital voltmeter tampil LCD maksimal 5Vdc
  23. Early warning sistem via SMS (banjir)
  24. Grafik Suhu LCD Nokia 5110
  25. Interfacing Arduino dg P10 LED
  26. Interfacing Arduino Sensor Fingerprint
  27. Interfacing Arduino Sensor hujan
  28. Interfacing Arduino dengan Sensor PIR
  29. Interfacing dengan Sensor Warna
  30. Interfacing Joystick dengan Arduino
  31. Interfacing LCD Nokia 5110
  32. Interfacing Module GPS dengan Arduino
  33. Interfacing mp3 Player
  34. Interfacing Sensor Arus
  35. Interfacing wireless 433 MHz
  36. Interfacing Arduino Sensor Getaran
  37. IoT Arduino Kontrol Relay WiFi Android
  38. IoT Arduino Kontrol Relay via Internet
  39. IoT Arduino Kontrol Servo via Internet
  40. IoT Arduino Monitoring Suhu via Internet
  41. Jam Analog dengan LCD TFT 2’4
  42. Jam Digital dengan Matrix P10
  43. Jam Digital display 7 segment 6 digit
  44. Jam Digital 7 segment 6 digit seting 3 tombol
  45. Jam Digital Dot Matrix
  46. Jam Digital dengan LCD Nokia
  47. Kalender Digital Animasi Dot Matrix
  48. Kalender digital tampilan LCD
  49. Kalkulator LCD Touch screen
  50. Kendali dan Monitoring Posisi Kendaraan
  51. Keyboard piano
  52. Komunikasi arduino dengan modem serial
  53. Komunikasi Serial 2 Arduino
  54. Kontrol 2 lampu dengan SMS
  55. Kontrol 4 lampu dengan SMS feedback report status
  56. Kontrol 4 lampu via android
  57. Kontrol 4 Relay dengan Remote Control
  58. Kontrol 4 Relay dengan wireless 433 MHz
  59. Kontrol 8 relay via PC
  60. Kontrol Jemuran Otomatis
  61. Kontrol Kecerahan LED dengan Android
  62. Kontrol lampu ac dengan tepuk tangan (the clapper)
  63. Kontrol Robot Arm dengan Potensio
  64. Kontrol Robot Arm Android
  65. Kontrol robot arm via PC
  66. Kontrol RPM motor DC
  67. Kontrol Running Text via Android
  68. Kontrol volume tangki
  69. Kunci Elektrik dengan Android
  70. Kunci Elektrik dengan Password
  71. Kunci Motor Elektrik dengan RFID
  72. Lampu Kamar Mandi Otomatis
  73. LCD i2C ARDUINO
  74. LCD Touch screen menampilkan warna
  75. Membaca Kartu RFID
  76. Membuat Tulisan Pada Dot Matrix
  77. Menerima SMS dengan arduino
  78. Mengirim SMS dengan arduino
  79. Mengontrol Kecepatan Motor DC dengan Potensio
  80. Mengontrol Motor Servo dengan Potensio
  81. Mengukur 4 jarak dengan ultrasonik
  82. Mengukur jarak dengan sensor ultrasonic
  83. Mesin Antrian 1 loket 7 segment output suara
  84. Mesin Antrian 2 Loket
  85. Monitoring kebakaran berbasis SMS
  86. Monitoring PIN Arduino display Android
  87. Monitoring suhu 4 channel tampilan Delphi
  88. Monitoring Suhu DS1820 LCD
  89. Monitoring Suhu Kelembaban dg DHT11
  90. Monitoring Suhu dan kelembaban display Android
  91. Monitoring Suhu dengan LCD Nokia 5110
  92. Monitoring Suhu Android
  93. Nurse call tampilan 7 segment
  94. Paint LCD Touch screen
  95. Pengaman Pintu dengan RFID
  96. Penghitung jumlah orang 1 pintu
  97. Penghitung jumlah orang 2 pintu
  98. Running Text dengan Dot Matrix P10
  99. Score board futsal
  100. Security box dengan fingerprint
  101. Seting Nilai Set Point tanpa Keypad
  102. Simpan File Text pada SD Card
  103. Simpan Sidik Jari Tampilan LCD
  104. Sistem Anti Maling
  105. Sistem Keamanan Rumah Berbasis SMS
  106. Sistem parkir mobil
  107. Stop watch tampilan 7 segment 4 digit
  108. Stop watch tampilan LCD
  109. Telemetri suhu 4 ch by request
  110. Thermometer Digital Tampil pada LCD Touch screen
  111. Thermometer Digital TFT menampilkan bar graph
  112. Thermostat 3 tombol dengan suhu diatas 100C
  113. Thermostat 3 tombol tampilan seven segment
  114. Thermostat 3 tombol tampilan LCD
  115. Thermostat seting dengan keypad
  116. Thermostat Tampil pada LCD Touch screen
  117. Timer Iqomah dengan Matrix P10
  118. Tombol cerdas cermat 4 group
  119. Traffic Light Simulator
  120. Tulisan Berjalan dengan Dot Matrix

120 proyek mikrokontroller arduino tersebut diatas bisa kita kembangkan dan modifikasi lagi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita. Salah satunya dengan pembuatan Apps Android yang menjadikan koneksi dan aplikasinya menjadi lebh canggih dan simple.

Kami sebagai lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri di bidang robotika dan otomasi menerima pembelajaran 120 proyek arduino yang tersebut diatas, menerima permintaan berbagai macam custom project atau proyek custom berbasis microcontroller arduino.

Sekolah atau instansi Anda berminat mengembangkan Penerapan Arduino dalam kurikulum pembelajaran sekolah atau juga berminat dalam pengembangan penerapan penggunaan mikrokontroller arduino di Instansi anda? Silahkan kontak link whatsapp berikut ini untuk informasi lebih lanjut :


  • 0

Diklat Pelatihan Dosen Jurusan Elektronika Industri

Peningkatan kompetensi terhadap dosen jurusan Elektronika Industri yang merupakan tiang dan pondasi utama skill dan ketrampilan sangat mutlak diperlukan. Dengan terjadinya peningkatan kompetensi dosen jurusan Elektronika Industri diharapkan mutu dan kualitas Pendidikan. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi dosen adalah dengan mengikuti Diklat Pelatihan untuk dosen jurusan Elektronika Industri di Yogyakarta.

Kami Proactive Education secara rutin menyelenggarakan Diklat Pelatihan dosen jurusan Elektronika Industri guna membantu pencapaian maksimal akan kompetensi dan keahlian dosen. Dengan basic dan konsentrasi kami di bidang pendidikan robotika, Diklat pelatihan yang sesuai dengan dosen jurusan Elektronika Industri adalah sebagai berikut :

1. Diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk dosen jurusan Elektronika Industri

modul diklat arduino

MODUL DDAN STARTER KIT DIKLAT MICROCONTROLLER ARDUINO UNTUK DOSEN

Adapun materi yang akan disampaikan dalam diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk dosen jurusan Elektronika Industri adalah sebagai berikut :

Dasar – Dasar Mikrokontroller
Bahasa Pemrograman Dasar
Digital Input/Output
Timer & Counter
Pulse Width Modulation (PWM)
Analog to Digital Converter (ADC Internal)
Sistem Interupsi
Komunikasi Serial
Akses EEPROM Internal
Membuat Thermometer Digital

2. Diklat pelatihan Internet of Things (IoT) untuk dosen jurusan Elektronika Industri

MODUL DAN STARTER KIT DIKLAT INTERNET OF THINGS IOT UNTUK DOSEN

Sedangkan materi yang diberikan dalam diklat pelatihan Internet of Things atau IoT untuk dosen jurusan Elektronika Industri adalah sebagai berikut :

Proyek Kontrol LED dengan WiFi
Proyek Kontrol 2 LED
Proyek Kontrol 4 lampu via internet
Proyek Monitoring Suhu dengan tampilan grafik di Internet
Proyek Kontrol LED via Hp Android
Proyek Pengiriman Notifikasi ke Telegram
Proyek Sistem Keamanan Rumah dengan PIR dan Telegram
Proyek Kontrol Lampu Via Telegram
Proyek Membuat Aplikasi Android Kontrol LED dengan Blynk
Proyek Kontrol 4 Relay dengan Aplikasi Android Blynk
Proyek Monitoring DHT11 dengan tampilan Grafis
Proyek Mengirim Notifikasi ke Email
Proyek Early Warning Sistem Kebocoran Gas
Proyek Kontrol LED RGB via Internet
Proyek Kontrol Buzzer via Internet
Proyek Monitoring Suhu LM35 dengan Tampilan Chart Android
Proyek Monitoring Suhu kelembaban dengan Tampilan Chart Android
Proyek Smart Home dengan Aplikasi Android

3. Diklat Pelatihan Programmable Logic Controller atau PLC untuk dosen jurusan Elektronika Industri

MODUL DAN STARTER KIT DIKLAT PLC UNTUK DOSEN

Adapun Materi yang diberikan dalam Diklat Pelatihan Programmable Logic Controller atau PLC untuk dosen jurusan Elektronika Industri adalah sebagai berikut :

Sistem Kontrol Kelistrikan Pada Motor Listrik
Perangkat Keras PLC
Dasar Dasar Pemrograman PLC
Pemrograman Dengan Ladder Diagram
Pemrograman Dengan Logic Diagram
Penggunaan Instruksi KEEP
Penggunaan Instruksi DiFu dan DiFd
Penggunaan Timer dan Counter
Pemrograman PLC Dengan HMI

Untuk info lebih lanjut mengenai diklat pelatihan dosen jurusan Elektronika Industri, silahkan klik link whatsapp dibawah ini :


Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pake Coding Seri 02

Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pakai Coding Seri 01

ebook murah dan berkualitas. banyak diskonnya. beli segera!!!

TAS MOBIL MULTIFUNGSI

Location

Visitor

0379471
Hari ini : 253
Kemarin : 338
Bulan ini : 4435
Total Kunjungan : 379471
Who's Online : 2
error: Content is protected !!