Category Archives: mekatronika

  • 0

Pembuatan Lampu Kamar Mandi Otomatis dengan Arduino

Pada kesempatan ini, kita akan menjelaskan mengenai bagaimana cara pembuatan lampu kamar mandi otomatis dengan menggunakan arduino. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa lampu kamar mandi merupakan lampu yang sering dipakai sebab penggunaannya yang sering dan jarang dimatikan. Dengan pemasangan lampu kamar mandi otomatis, maka kita bisa menghemat pemakaian listrik dan kita tidak perlu terlalu sering menyalakan dan mematikan tombol lampu kamar mandi, hingga sering mengalami kerusakan. Berikut ini adalah gambaran cara pembuatan lampu kamar mandi otomatis menggunakan arduino.

Sistem Kerja Lampu Kamar Mandi Otomatis dengan Arduino

Arduino uno yang digunakan sebagai kontrol nyala hidup nya lampu kamar mandi otomatis. Dalam alat ini menggunakan 2 buah sensor, Sensor PIR digunakan untuk mendeteksi adanya gerakan di dalam kamar mandi, jika sensor mendeteksi adanya gerakan didalam kamar mandi dengan kondisi pintu yang terpasang sensor magnet tertutup lampu akan menyala. Akan tetapi jika sensor pir mendeteksi adanya gerakan namun pintu yang telah terpasang sensor magnet kondisi terbuka lampu tidak menyala. Jika tidak ada gerakan dan pintu tertutup lampu tidak menyala.
Alat yang digunakan :
• 1 Buah Arduino Nano
• 1 Buah Sensor PIR
• 1 Buah Sensor Magnet
• 1 Buah Relay
• 1 Buah Lampu

Arduino nano

sensor PIR

Sensor Magnet

Relay 4 Channel

DIAGRAM BLOK

Berikut ini adalah Diagram Blok Lampu Kamar Mandi Otomatis dengan Arduino

SCHEMATICS

Berikut ini adalah Schematics Lampu Kamar Mandi Otomatis dengan Arduino

KONEKSI DENGAN ARDUINO DALAM PEMBUATAN LAMPU OTOMATIS KAMAR MANDI MENGGUNAKAN ARDUINO

Koneksi Sensor Magnet dengan Arduino

Module Sensor Pin Arduino
DO D2
VCC 5V
GND GND

Koneksi Sensor PIR dengan Arduino

Module Sensor Pin Arduino
DO D3
VCC 5V
GND GND

Koneksi Output Sensor dengan Arduino

Output Sensor Pin Arduino
Relay D4

Berikut ini adalah SOURCE CODE dan Pemrograman Pembuatan Lampu Kamar Mandi Otomatis dengan Arduino

#define PIR 7
#define Lampu 5
int flag_PIR = LOW;
int state = 0;

void setup() {
pinMode(PIR, INPUT);
pinMode(Lampu,OUTPUT);
Serial.begin(9600);
pinMode(2, INPUT_PULLUP);
pinMode(Lampu, OUTPUT);
}
void loop(){
int bacaSensor = digitalRead(2);
if (bacaSensor == LOW && state == 0) {
Serial.println(“pintu terbuka”);
state = 1;}
else if ((digitalRead(PIR)==HIGH)&&(flag_PIR == LOW)){
flag_PIR = HIGH;
digitalWrite(Lampu,HIGH);
delay (1000);}
if (bacaSensor == HIGH){
state = 0;
Serial.println(“pintu tertutup”);}
else if ((digitalRead(PIR)==LOW)&&(flag_PIR == HIGH)){
flag_PIR = LOW;
digitalWrite(Lampu,LOW);
delay (1000);}
}

BENTUK ALAT LAMPU KAMAR MANDI OTOMATIS DENGAN ARDUINO

Berikut ini adalah bentuk alat lampu kamar mandi otomatis dengan arduino:

CARA KERJA ALAT LAMPU KAMAR MANDI OTOMATIS MENGGUNAKAN ARDUINO

1. Sensor magnet dipasang pada pintu, lalu sensor Pir diletakan pada bagian yang mudah mendapat sering dilewati didalam kamar mandi.
2. Ketika pintu dibuka dan sensor pir mendeteksi adanya gerakan maka lampu akan secara otomatis menyala. Jika sudah tidak terdeteksi adanya gerakan lagi lampu akan secara otomatis mati.

 

Demikian gambaran secara lengkap cara pembuatan lampu kamar mandi otomatis dengan arduino. Alat ini dapat diterapkan diberbagai sektor kehidupan manusia, dengan tujuan mempermudah dan mengotomasi alat alat manual disekitar khususnya otomasi untuk kemanan rumah kita.

Kami menerima dan membuat project project pembuatan alat otomasi lain dengan menggunakan microcontroller arduino dan Internet of Things. Apabila ada yang kurang jelas mengenai pembuatan alat ini atau apabila ada yang ingin dibuatkan alat lampu kamar mandi otomatis dengan arduino kami siap membuatkannya. Silahkan klik link gambar whatsapp dibawah ini untuk informasi lebih lanjut:

 

Baca Juga :
Pembuatan alat otomasi dibidang perkebunan dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang pertanian dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang peternakan dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang perikanan dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang kesehatan dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang perindustrian dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan Alat Penyiram Tanaman otomatis dengan Arduino dan koneksi internet dengan aplikasi android
Pembuatan Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi
Pembuatan Alat otomasi dengan arduino untuk mahasiswa akhir

 

 

 

 


  • 0

Alarm Pintu Rumah Dengan Sensor Magnet Menggunakan Arduino

Pintu rumah merupakan kunci awal dalam keamanan rumah kita dari pencurian. Ada beberapa cara dalam mengamankan rumah kita dari pencurian. Bisa memasang cctv di rumah kita maupun salah satunya adalah dengan memasang alarm pada pagar atau pintu rumah kita sehingga apabila ada obyek yang tidak dikenali masuk ke rumah, kita dapat segera mengetahuinya.

Pada kesempatan ini kita akan menjelaskan cara membuat alarm pintu rumah dengan sensor magnet menggunakan arduino uno. Gambaran kerjanya adalah sensor magnet akan kita letakkan pada pintu. Ketika pintu terbuka maka arduino akan mengaktifkan dan menyalakan buzzer sehingga penghuni rumah tahu apabila adaobyek tak dikenal masuk kerumah.

Sistem Kerja Alarm Pintu Rumah :
Arduino akan membaca Sensor Magnet. Kondisi awal sensor magnet ini saling berdekatan yang diletakan pada pintu. Ketika sensor magnet diletakan pada pintu dengan kondisi pintu terbuka maka akan mengaktifkan buzzer menandakan pintu sedang terbuka jika pintu tertutup kondisi akan kembali seperti awal.
Alat yang digunakan :
• 1 Buah Arduino Nano
• 1 Buah Sensor Magnet
• 1 Buah Buzzer

Arduino Uno

Sensor Magnet

DIAGRAM BLOK

Adapun Diagram Blok alarm pintu rumah dengan menggunakan arduino adalah sebagai berikut:

SCHEMATICS ALARM PINTU RUMAH

Adapun schematics alarm pintu rumah adalah sebagai berikut :

KONEKSI DENGAN ARDUINO

Adapun koneksi sensor dengan arduino nano dijelaskan sbb:

Module Sensor Pin Arduino
DO D4
GND GND

Adapun Koneksi Output Sensor adalah sebagai berikut :

Output Sensor Pin Arduino
Buzzer D2
Led 1 D11
Led2 D12

Berikut ini adalah SOURCE CODE atau PEMROGRAMAN DENGAN ARDUINO NANO untuk alarm pintu rumah :

int Sensor = 4;
int alarm = 2;
int nilaisensor;
int lamp = 11;
int indicator = 12;

void setup() {
// put your setup code here, to run once:
pinMode(Sensor, INPUT); digitalWrite(Sensor, HIGH);
pinMode(alarm, OUTPUT);
pinMode(lamp, OUTPUT);
pinMode(indicator, OUTPUT);
}
void ada(){
digitalWrite(alarm, HIGH);
delay(75);
digitalWrite(alarm, LOW);
delay(75);
digitalWrite(alarm, HIGH);
delay(75);
digitalWrite(alarm, LOW);
delay(75);
digitalWrite(lamp, HIGH);
digitalWrite(indicator, LOW);
}
void loop() {
nilaisensor= digitalRead(Sensor);
if(nilaisensor==LOW){
digitalWrite(alarm, LOW);
digitalWrite(lamp, LOW);
digitalWrite(indicator, HIGH);
}
else{
ada();
}
}

Berikut ini Bentuk Alat Alrm Pintu Rumah :

Proses Jalannya Alat Alarm Pintu Rumah:
1. Kondisi awal sesor magnet dipasang pada pintu.
2. Ketika kondisi pintu tertutup led akan menyala dengan warna kuing.
3. Ketika kondisi pintu dibuka led yang bewarna merah akan menyala dan buzzer akan aktif, sehingga dapat dijadikan tanda jika pintu ada yang membuka.

Demikian gambaran secara lengkap cara pembuatan Alarm Pintu Rumah dengan arduino. Alat ini dapat diterapkan diberbagai sektor kehidupan manusia, dengan tujuan mempermudah dan mengotomasi alat alat manual disekitar khususnya otomasi untuk kemanan rumah kita.

Kami menerima dan membuat project project pembuatan alat otomasi lain dengan menggunakan microcontroller arduino dan Internet of Things. Apabila ada yang kurang jelas mengenai pembuatan alat ini atau apabila ada yang ingin dibuatkan alat alarm pintu rumah dengan konsep smarthome kami siap membuatkannya. silahkan klik link gambar whatsapp dibawah ini untuk informasi lebih lanjut:

 

 

Baca Juga :
Pembuatan alat otomasi dibidang perkebunan dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang pertanian dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang peternakan dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang perikanan dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang kesehatan dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan alat otomasi dibidang perindustrian dengan arduino dan Internet of Things
Pembuatan Alat Penyiram Tanaman otomatis dengan Arduino dan koneksi internet dengan aplikasi android
Pembuatan Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi
Pembuatan Alat otomasi dengan arduino untuk mahasiswa akhir

 

 

 


  • 0

Pembuatan Timbangan Bayi Digital Otomatis dengan Arduino

Pada pertemuan kali ini, kita akan membahas pembuatan timbangan bayi digital. Judul diatas lebih tepatnya adalah Alat Otomasi Monitoring Gizi Buruk Pada Bayi. Jadi parameter pada alat ini adalah mengukur berat badan pada bayi, panjang badan pada bayi dan lingkar kepala bayi yang hasilnya ditampilkan pada display yang menyimpulkan bayi tersebut termasuk kategori gizi baik atau masuk ke kategori bayi dengan gizi buruk. Jadi display akan mencantumkan indeks bayi, apakah bayi tersebut normal sehat atau tidak normal (bergizi buruk).

Sistem Kerja Alat Monitoring Gizi Buruk Pada Bayi
Pada alat yang dirancang ini digunakan untuk melakukan penimbangan bayi digital, dimana timbangan digital itu sendiri merupakan alat yang digunakan sebagai pengukuran untuk mengukur suatu berat atau beban maupun massa pada suatu zat. Skala digital pada alat ini digunakan dengan berbagai tujuan mulai dari berat bayi, tinggi dan diameter kepalanya. Skala digital sangat bervariasi namun berdasarkan tujuan yang digunakannya. Timbangan yang sering digunakan untuk mengukur suatu berat umumnya tidak perlu tepat sebagai perbedaan antar gram dengan beberapa lainnya. Timbangan pada umumnya digunakan untuk pengaturan laboratorium khususnya digunakan pada kegiatan laboratorium kimia, fisika dan penelitian medis harus sangat akurat.
Dan dengan alat ini yang dibantu dengan 2 sensor yaitu sensor load cell dan sensor ultrasonik, dan komponen lainnya seperti LCD dan Arduino Nano. Untuk pengukuran berat badan bayi adalah dengan menggunakan sensor load cell yang terhubung dengan modul hx711, hx711 itu sendiri berfungsi untuk mengondisikan sinyal analog dari sensor load cell sekaligus mengkonversikannya menjadi sinyal digital, kemudian agar data yang berasal dari sensor dapat diterima dan diolah oleh arduino nano ,
Kemudian yang kedua adalah sensor ultrasonic yg berfungsi mengukur suatu objek. Kisaran jarak yang dapat diukur sekitar 2-450 cm, dan dalam timbangan digunakan untuk mengetahui informasi tinggi badan pada bayi dengan pengukurannya yaitu pada asli wadahnya dikurangi hasil ukuran asli ultrasonik, dan ukuran diameter kepala bayi dengan pengukurannya lebar wadah dikurangi hasil pengukuran ultrasonik bagian kanan kemudian ditambah ultrasonik bagian kiri, lalu untuk semua hasil penimbangan pada kedua sensor tersebut akan ditampilkan pada LCD I2C.

Alat dan komponen yang diperlukan dalam Pembuatan Alat Otomasi Monitoring Gizi Buruk Pada Bayi

ARDUINO NANO 1 BUAH

Arduino merupakan sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source. Arduino tidak hanya sekedar sebuah alat pengembang, tetapi merupakan kombinasi dari hardware, bahasa pemrogaman dan Integrated Development Environment (IDE) yang canggih IDE adalah sebuah software yang berperan untuk menulis program, meng-compile menjadi kode biner dan mengupload ke dalam memory microcontroler.
Arduino Nano adalah salah satu board mikrokontroler yang berukuran kecil, lengkap dan mendukung penggunaan breadboard. Arduino Nano diciptakan dengan basis microcontroler ATmega328 (untuk Arduino Nano versi 3.x) atau Atmega 16(untuk Arduino versi 2.x). Arduino Nano kurang lebih memiliki fungsi yang sama dengan Arduino Duemilanove, tetapi dalam paket yang berbeda. ArduinoNano tidak menyertakan colokan DC berjenis Barrel Jack, dan dihubungkan ke komputer menggunakan port USB Mini-B. Arduino Nano dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Gravitecth.
• Konfigurasi pin Arduino Nano.Arduino Nano memiliki 30 Pin.
Berikut Konfigurasi pin Arduino Nano:
1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya digital.
2. GND merupakan pin ground untuk catu daya digital.
3. AREF merupakan Referensi tegangan untuk input analog. Digunakan dengan fungsi analogReference().
4. RESET merupakan Jalur LOW ini digunakan untuk me-reset (menghidupkan ulang) mikrokontroler. Biasanya digunakan untuk menambahkan tombol reset pada shield yang menghalangi papan utama Arduino
5. Serial RX (0) merupakan pin sebagai penerima TTL data serial.
6. Serial TX (1) merupakan pin sebagai pengirim TT data serial.
7. External Interrupt (Interupsi Eksternal) merupakan pin yang dapat dikonfigurasi untuk memicu sebuah interupsi pada nilai yang rendah, meningkat atau menurun, atau perubahan nilai.
8. Output PWM 8 Bit merupakan pin yang berfungsi untuk dataanalogWrite().
9. SPI merupakan pin yang berfungsi sebagai pendukung komunikasi.
10. LED merupakan pin yang berfungsi sebagai pin yag diset bernilai
11. HIGH, maka LED akan menyala, ketika pin diset bernilai LOW maka LED padam. LED Tersedia secara built-in pada papan Arduino Nano.
12. Input Analog (A0-A7) merupakan pin yang berfungsi sebagi pin yang dapat diukur/diatur dari mulai Ground sampai dengan 5 Volt, juga memungkinkan untuk mengubah titik jangkauan tertinggi atau terendah mereka menggunakan fungsi analog Reference().
• Spesifikasi Arduino
Berikut ini adalah spesifikasi yang dimiliki oleh Arduino Nano:
1. Chip Mikrokontroller menggunakan ATmega328p atau Atmega168.
2. Tegangan operasi sebesar 5volt.
3. Tegangan input (yang disarankan) sebesar 7volt – 12 volt.
4. Terdapat pin digital I/O 14 buah dan 6 diantaranya sebagai output PWM.
5. 8 Pin Input Analog.
6. 40 Ma Arus DC per pin I/O
7. Flash Memory16KB (Atmega168) atau 32KB (Atmega328) 2KB digunakan oleh Bootloader.
8. 1 KbyteSRAM (Atmega168) atau 2 Kbyte 32KB (Atmega328).
9. 512 Byte EEPROM (Atmega168) atau 1 Kbyte (Atmega328).
10. 16MHz Clock Speed.
11. Ukuran 1.85cm x 4.3cm.

SENSOR ULTRASONIC 3 BUAH

Sensor ultrasonik adalah sebuah sensor yang berfungsi untuk mengubah
besaran fisis (bunyi) menjadi besaran listrik dan sebaliknya. Cara kerja sensor ini
didasarkan pada prinsip dari pantulan suatu gelombang suara sehingga dapat
dipakai untuk menafsirkan eksistensi (jarak) suatu benda dengan frekuensi tertentu.
Disebut sebagai sensor ultrasonik karena sensor ini menggunakan gelombang
ultrasonik (bunyi ultrasonik).
Gelombang ultrasonik adalah gelombang bunyi yang mempunyai frekuensi
sangat tinggi yaitu 20.000 Hz. Bunyi ultrasonik tidak dapat di dengar oleh telinga
manusia. Bunyi ultrasonik dapat didengar oleh anjing, kucing, kelelawar, dan lumbalumba. Bunyi ultrasonik nisa merambat melalui zat padat, cair dan gas. Reflektivitas bunyi ultrasonik di permukaan zat padat hampir sama dengan reflektivitas bunyi ultrasonik di permukaan zat cair. Akan tetapi, gelombang bunyi ultrasonik akan diserap oleh tekstil dan busa. Pada sensor ultrasonik, gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah alat yang disebut dengan piezoelektrik dengan frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang ultrasonik (umumnya berfrekuensi 40kHz) ketika sebuah osilator diterapkan pada benda tersebut. Secara umum, alat ini akan menembakkan gelombang ultrasonik menuju suatu area atau suatu target. Setelah gelombang menyentuh permukaan target, maka target akan memantulkan kembali gelombang tersebut. Gelombang pantulan dari target akan ditangkap oleh sensor, kemudian sensor menghitung selisih antara waktu pengiriman gelombang dan waktu gelombang pantul diterima.

MODUL TIMBANGAN IC HX711 1 BUAH

IC HX711 adalah modul timbangan, yang memiliki prinsip kerja mengkonversi perubahan yang terukur dalam perubahan resistansi dan mengkonversinya ke dalam besaran tegangan melalui rangkaian yang ada. Modul melakukan komunikasi dengan computer/mikrokontroller melalui TTL232.
• Prinsip kerja IC HX711
Prinsip Kerja sensor tegangan ketika mendapat tekanan beban. (sumber datasheet HX711) Ketika bagian lain yang lebih elastic mendapat tekanan, maka pada sisi lain akan mengalami perubahan regangan yang sesuai dengan yang dihasilkan oleh straingauge, hal ini terjadi karena ada gaya yang seakan melawan pada sisi lainnya. Perubahan nilai resistansi yang diakibatkan oleh perubahan gaya diubah menjadi nilai tegangan oleh rangkaian pengukuran yang ada. Dan berat dari objek yang diukur dapat diketahui dengan mengukur besarnyanilai tegangan yang timbul. Prinsip operasi rangkaian strain gauge. (sumber datasheet HX711).
• Kelebihan
Struktur yang sederhana, mudah dalam penggunaan, hasil yang stabil dan reliable, memiliki sensitivitas tinggi, dan mampu mengukur perubahan dengan cepat.
1. Aplikasi
Digunakan pada bidang aerospace, mekanik, elektrik, kimia, konstruksi, farmasi dan lainnya, digunakan untuk mengukur gaya, gaya tekanan, perpindahan, gaya tarikan, torsi, dan percepata..
2. Spesifikasi Teknis modul HX711 Weight Scale ADC Module:
a. Dua kanal ADC (dapat digunakan untuk 2 load cell) dengan keluaran TTL (serial tersinkronisasi, DI dan SCK).
b. Tegangan opersional 5 Volt DC.
c. Tegangan masukan diferensial ±40 mV pada skala penuh.
d. Akurasi data 24 bit (24-bit ADC).
e. Frekuensi pembacaan (refresh rate) 80 Hz.
f. Konsumsi arus kurang dari 10 mA.
g. Ukuran: 38 x 21 mm dengan berat 20 gram

LOAD CELL ARAU SENSOR BERAT 4 BUAH

Merupakan komponen utama pada sistem timbangan digital. Bahkan tingkat ke-akurasian suatu timbangan digital tergantung dari jenis dan tipe Load Cell yang dipakai. Load Cell merupakan sensor berat, apabila Load cell diberi beban pada inti besinya maka nilai resitansi di strain gauge akan berubah. Umumnya Load cell terdiri dari 4 buah kabel, dimana dua kabel sebagai eksitasi dan dua kabel lainnya sebagai sinyal keluaran.
Keterangan warna kabel :
a. Kabel merah adalah input tegangan sensor.
b. Kabel hitam adalah input ground sensor.
c. Kabel putih adalah output ground sensor
Load Cell adalah alat electromekanik yang biasa disebut Transducer, yaitu gaya yang bekerja berdasarkan prinsip deformasi sebuah material akibat adanya tegangan mekanis yang bekerja, kemudian merubah gaya mekanik menjadi sinyal listrik. Untuk menentukan tegangan mekanis didasarkan pada hasil penemuan Robert Hooke, bahwa hubungan antara tegangan mekanis dan deformasi yang diakibatkan disebut regangan. Regangan ini terjadi pada lapisan kulit dari material sehingga menungkinkan untuk diukur menggaunakan sensor regangan atau Strain Gauge.
• Fungsi Load cells
Pada dasarnya sangat banyak, namun dapat dikelompokkan berdasarkan jenis dari load cells itu sendiri. Fungsi load cells berdasarkan fungsinya antara lain:
a. Menimbang bench scale dengan cara dipasang pada bagian tengah platform timbangan (load cells single point).
b. Diaplikasikan pada floor scale (load cells shear beam).
c. Digunakan untuk menimbang truk dengan cara menekan bagian atasnya (loadcell compress) atau dengan menekan sisi tengahnya (load cells ended).
d. Menimbang barang yang cukup berat dengan lebih akurat (load cells S).
• Prinsip kerja Load Cell
Secara umum, cara kerja load cells mirip dengan sensor tekanan yaitu untuk mengukur tekanan suatu zat. Beban yang diberikan akan mengakibatkan reaksi terhadap elemen logam pada load cells sehingga mengakibatkan perubahan bentuk secara elastis. Sedangkan, gaya yang ditimbulkan oleh regangan tersebut kemudian dikonversikan ke dalam sinyal listrik oleh strain gauge.

LCD 16X2 SEBANYAK 2 BUAH

LCD (Liquid Crystal Display) adalah suatu jenis media tampil yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. koneksi LCD I2C lebih ngirit bin hemat pin. Jika tanpa I2C maka sebuah LCD text akan memerlukan 6 pin Arduino (RS, E, D4, D5, D6, D7), sedangkan jika memakai koneksi I2C cukup 2 pin saja : SDA dan SCL. Kapan kita memerlukan koneksi I2C ? ya ketika pada aplikasi Arduino jumlah pin tidak cukup untuk sambungan LCD secara normal maka kita perlu memakai modul tambahan yaitu modul Backpack I2C Module LCD.
GND : terhubung dengan GND Arduino
VCC : terhubung dengan 5V
SDA : terhubung dengan pin SDA (A4)
SCL : terhubung dengan pin SCL (A5)
Jumper backlight berfungsi untuk memilih apakah LED backlight (LED lampu latar LCD) nyala atau padam (opsional). Jika ingin LED nyala maka jumper pada posisi ON (terpasang). A0, A1, A2 untuk pemilihan address (alamat) dari I2C. Pada kondisi default (tidak terhubung antara A0,A1,A2) maka alamatnya 0x27.

Diagram Blok Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi

Adapun Diagram Blok alat otomasi monitoring gizi pada bayi atau timbangan digital bayi adalah sebagai berikut :

Flowchart Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi

Adapun Flowchart Timbangan bayi digital atau alat otomasi monitoring gizi pada bayi adalah sebagai berikut :

Schematics Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi

Adapun Schematics Timbangan bayi digital atau alat otomasi monitoring gizi pada bayi adalah sebagai berikut :

PCB Board Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi

Adapun PCB Board Timbangan bayi digital atau alat otomasi monitoring gizi pada bayi adalah sebagai berikut :

Koneksi dengan Arduino :
Koneksi Load Cell ke HX711 dengan Arduino Nano

Koneksi LCD dengan Arduino

Koneksi Sensor Ultrasonic dengan Arduino

PEMROGRAMAN CODING DENGAN BAHASA C++ SOURCE CODE

#include “HX711.h”
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);

#define DOUT A3
#define CLK A2

HX711 scale;
float calibration_factor = -15;
float berat;

//————————-ULTRASONIC SENSOR———————————-

#define echoPin 8
#define trigPin 9
#define echo2Pin 5
#define trig2Pin 4
#define echo3Pin 7
#define trig3Pin 6

long duration,duration2,duration3;
float distance,distance2,distance3;

int t;
//—————————————————————————-

//————————-Counter Umur—————————————
const int buttonMasuk = 11;
const int buttonKeluar = 10;
int Penghitung = 0;
int statusMasuk = 0;
int statusKeluar = 0;
int statusTerakhir = 0;
int maksimal = 20;
int status_umur=0;

void setup() {
scale.begin(DOUT, CLK);
Serial.begin(9600);
scale.set_scale();
scale.tare(50);

lcd.init();
lcd.backlight();

pinMode(buttonMasuk, INPUT_PULLUP);
pinMode(buttonKeluar, INPUT_PULLUP);

pinMode(trigPin, OUTPUT);
pinMode(echoPin, INPUT);
pinMode(trig2Pin, OUTPUT);
pinMode(echo2Pin, INPUT);
pinMode(trig3Pin, OUTPUT);
pinMode(echo3Pin, INPUT);
}

void weight() {
scale.set_scale(calibration_factor);
berat = scale.get_units(25);
Serial.print(“Berat: “);
Serial.println(berat);
lcd.setCursor(0, 0);
lcd.print(“BB:”);
lcd.print(berat,1);
lcd.print(“g”);
}

void tinggi() {
digitalWrite(trigPin, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(trigPin, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(trigPin, LOW);
duration = pulseIn(echoPin, HIGH);
distance = duration * 0.034 / 2;

//Ganti 150 Dengan ukuran panjang timbangan hasil pengukuran ultrasonic
t = 59 – distance;
Serial.print(“Tinggi: “);
Serial.print(t);
Serial.println(” cm”);

lcd.setCursor(0,1);
lcd.print(“T:”);
lcd.print(t);
lcd.print(“cm”);

}

void kanan() {
digitalWrite(trig2Pin, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(trig2Pin, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(trig2Pin, LOW);
duration2 = pulseIn(echo2Pin, HIGH);
distance2 = duration2 * 0.034 / 2;
Serial.print (“kanan : “);
Serial.println(distance2);
}

void kiri() {
digitalWrite(trig3Pin, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(trig3Pin, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(trig3Pin, LOW);
duration3 = pulseIn(echo3Pin, HIGH);
distance3 = duration3 * 0.034 / 2;
Serial.print (“kiri : “);
Serial.println(distance3);
}

void itung(){
statusMasuk = digitalRead(buttonMasuk);
if (statusMasuk != statusTerakhir) {
if (statusMasuk == LOW){
Penghitung++;
}
delay(50);
}
statusTerakhir = statusMasuk;
statusKeluar = digitalRead(buttonKeluar);
if (statusKeluar != statusTerakhir) {
if (statusKeluar == LOW){
Penghitung–;
}
delay(50);
}
statusTerakhir = statusKeluar;

lcd.setCursor(10,0);
lcd.print(“Umur:”);
lcd.print(Penghitung);
Serial.println(Penghitung);
}

void loop() {
weight();
tinggi();
kanan();
kiri();
itung();

//Ganti 38.2 dengan ukuran lebar timbangan hasil pengukuran ultrasonic
float ukur = 38.2 – (distance2 + distance3);
Serial.print (“Diameter kepala : “);
Serial.println(ukur);
lcd.setCursor(8,1);
lcd.print(“D:”);
lcd.print(ukur);
lcd.print(“cm”);

float keliling = 3.14*(ukur);
Serial.print (“Keliling Lingkaran : “);
Serial.println(keliling);

delay(1200);
lcd.clear();

status_umur = Penghitung;

if (status_umur == 0) {
if ((t >= 45.4 && t <= 55.6) && (berat >= 2400 && berat <= 3900)) {
Serial.println(“Bayi Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Bayi Normal”);
} else {
Serial.println(“Tidak Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Tidak Normal”);
}
}else if (status_umur == 1) {
if ((t >= 49.8 && t <= 60.6) && (berat >= 3200 && berat <= 5100)) {
Serial.println(“Bayi Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Bayi Normal”);
} else {
Serial.println(“Tidak Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Tidak Normal”);
}
} else if (status_umur == 2) {
if ((t >= 53 && t <= 64.4) && (berat >= 3900 && berat <= 5800)) {
Serial.println(“Bayi Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Bayi Normal”);
} else {
Serial.println(“Tidak Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Tidak Normal”);
}
} else if (status_umur == 3) {
if ((t >= 55.6 && t <= 67.6) && (berat >= 4500 && berat <= 7200)) {
Serial.println(“Bayi Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Bayi Normal”);
} else {
Serial.println(“Tidak Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Tidak Normal”);
}
} else if (status_umur == 4) {
if ((t >= 57.8 && t <= 70.1) && (berat >= 5000 && berat <= 7800)) {
Serial.println(“Bayi Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Bayi Normal”);
} else {
Serial.println(“Tidak Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Tidak Normal”);
}
} else if (status_umur == 5) {
if ((t >= 59.6 && t >= 72.2) && (berat >= 5400 && berat <= 8400)) {
Serial.println(“Bayi Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Bayi Normal”);
} else {
Serial.println(“Tidak Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Tidak Normal”);
}
} else if (status_umur == 6) {
if ((t >= 61.2 && t <= 74) && (berat >= 5700 && berat <= 8800)) {
Serial.println(“Bayi Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Bayi Normal”);
} else {
Serial.println(“Tidak Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Tidak Normal”);
}
} else if (status_umur == 7) {
if ((t >= 62.7 && t <= 75.5) && (berat >= 6000 && berat <= 9200)) {
Serial.println(“Bayi Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Bayi Normal”);
} else {
Serial.println(“Tidak Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Tidak Normal”);
}
} else if (status_umur == 8) {
if ((t >= 64 && t <= 77.2) && (berat >= 6300 && berat <= 9600)) {
Serial.println(“Bayi Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Bayi Normal”);
} else {
Serial.println(“Tidak Normal”);
lcd.setCursor(2, 0);
lcd.print(“Tidak Normal”);
}
ear();

}

PROSES CARA KERJA JALANNYA ALAT MONITORING GIZI PADA BAYI ATAU TIMBANGAN DIGITAL UNTUK BAYI:

1. Sambungkan adaptor 12V ke stop kontak
2. Ketika sudah aktif semua pada layar LCD akan mencul tampilan angka 0.
3. Letakkan bayi ke Timbangan
4. Lalu sensor akan langsung membaca.
5. Kemudian nilai berat badan, tinggi, dan diameter kepala bayi akan muncul pada layar LCD.

GAMBAR DESAIN MEKANIK ALAT MONITORING GIZI BAYI ATAU TIMBANGAN DIGITAL UNTUK BAYI:

Desain Mekanik Tampak Atas

Desain Mekanik Tampak Belakang

Desain Mekanik Tampak Depan

Desain Mekanik Tampak dari Kanan

Desain Mekanik Tampka Kiri

Demikian gambaran secara lengkap cara pembuatan Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi dengan arduino. Alat ini dapat diterapkan diberbagai sektor kehidupan manusia, dengan tujuan mempermudah dan mengotomasi alat alat manual disekitar khususnya deteksi dini gizi bayi Indonesia.

Kami menerima dan membuat project project pembuatan alat otomasi lain dengan menggunakan microcontroller arduino dan Internet of Things. Apabila ada yang kurang jelas mengenai pembuatan alat ini atau apabila ada yang ingin dibuatkan alat Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi kami siap membuatkannya. silahkan klik link gambar whatsapp dibawah ini untuk informasi lebih lanjut:

Baca Juga :

Pembuatan alat otomasi dibidang perkebunan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang pertanian dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang peternakan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang perikanan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang kesehatan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang perindustrian dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan Alat Penyiram Tanaman otomatis dengan Arduino dan koneksi internet dengan aplikasi android

Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi

Pembuatan Alat otomasi dengan arduino untuk mahasiswa akhir

 

 


  • 0

Pembuatan Alat Penyiram Tanaman Otomatis dengan Kontrol Internet

Pada saat ini banyak hal kegiatan baik pekerjaan rumah dan kantor atau pabrik yang bisa dilakukan secara otomatis. Salah satu pembuatan alat otomasi yang kami bahas disini adalah alat penyiraman, pengembunan, lampu, blower yang dipasang pada kebun ruang tertutup. Namun alat ini dapat pula digunakan untuk penyiraman dan pengembunan pada kebun terbuka. Sedangkan kebun tertutup yang kami pasang alat otomasi ini adalah kebun anggrek. Kami menyebut alat ini adalah Water Planting Otomation atau alat otomasi untuk penyiraman tanaman di kebun anggrek dengan kontrol internet wifi. Satu paket alat yang kami buat ini meliputi software, hardware, pembuatan APK (untuk kontrol melalui jaringan internet WiFi) dan teknis pemasangan alat-alat nya di kebun tersebut. Output Water Planting Otomation atau alat penyiram tanaman otomatis seperti dibawah ini :

misting

sprinkel

blower

lampu

 

Sedangkan detailsnya dapat saya sampaikan sebagai berikut :

Siste Kerja Alat Water Planting Otomation atau Alat Penyiram Tanaman Otomatis
Pada alat yang telah dirancang ini digunakan untuk melakukan otomisasi pada sebuah ruang tanaman. Alat ini dapat bekerja secara otomatis dengan bantuan sensor dan juga dapat dikontrol secara manual melalui aplikasi. Untuk kontrol secara manual system harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu, yaitu system dan smartphone yang telah terinstall aplikasi harus terhubung dengan koneksi internet.
Pada alat ini menggunakan 3 buah sensor yaitu DHT11, LDR, dan Soil Moisture dengan 4 buah parameter pengukuran yang dihasilkan oleh sensor – sensor tersebut. 4 parameter tersebut antara lain adalah pengukuran cahaya ruangan yang dilakukan oleh sensor LDR, dimana ketika sensor LDR mendeteksi cahaya pada ruangan adalah “gelap” maka akan mengirimkan data pada NodeMCU yang kemudian akan mengaktifkan Relay 1 yang terlah terhubung dengan lampu agar menyala.
Kemudian parameter yang kedua adalah kelembaban tanah yang diukur dengan menggunakan sensor Soil Moisture. Pada pengukuran sensor Soil Moisture ini output yang dihasilkan oleh sensor berupa data analog yang kemudian diolah NodeMCU untuk dirubah dalam satuan persen. Ketika output sensor yang terbaca atau kelembaban tanah yang terbaca adalah kurang dari 50% maka akan mengaktifkan Relay 3 yang kemudian akan menyalakan Pompa penyiraman. Ketika output sensor Soil Moisture yang telah terbaca lebih dari 65% maka akan menonaktifkan pompa penyiraman.
Selanjutnya untuk parameter ketiga dan keempat adalah Suhu ruangan dan kelembaban udara, kedua parameter ini diukur menggunakan sensor DHT11, dimana output yang dihasilkan oleh sensor DHT11 langsung merupakan Suhu ruangan dengan satuan derajat celcius dan juga kelembaban ruangan dengan satuan persen. Ketika sensor DHT11 mengukur dan menghasilkan suhu diatas 35ºC maka akan mengaktifkan Relay 2 dan kemudian mengaktifkan blower untuk menurunkan suhu ruangan tersebut sampai dibawah 33ºC. Dan ketika sensor DHT11 menghasilkan pengukuran kelembaban ruangan kurang dari 51% maka akan mengaktifkan Relay 4 dan kemudian alat spray air akan aktif sampai kelembaban ruangan tersebut naik ke 64%.
Semua data yang telah diproses oleh NodeMCU yaitu hasil pembacaan dan pengolahan data sensor akan dikirimkan kesebuah database penyimpanan ketika NodeMCU telah terhubung dengan koneksi Internet. Dari database tersebut data akan diolah kembali untuk dikirimkan pada aplikasi smartphone. Pada aplikasi smartphone ini digunakan untuk monitoring dan kontrol output dengan mode manual.

Alat Komponen yang digunakan :

  • 1 Buah 1 Buah Sensor Soil Moisture
  • 1 Buah Modul Sensor Cahaya LDR
  • 1 Buah Nodemcu
  • 1 Buah Relay, 4 channel 5V
  • 1 Buah Sensor Temperatur DHT11

sensor kelembaban tanah

sensor cahaya LDR

Nodemcu

Relay 4 Channel

Sensor Temperatur DHT11

  • Sensor Soil Moisture (Kelembaban Tanah)

Soil Moisture Sensor merupakan module untuk mendeteksi kelembaban tanah, yang dapat diakses menggunakan microcontroller seperti arduino. Sensor kelembaban tanah ini dapat dimanfaatkan pada sistem pertanian, perkebunan, maupun sistem hidroponik mnggunakan hidroton.

Soil Moisture Sensor dapat digunakan untuk sistem penyiraman otomatis atau untuk memantau kelembaban tanah tanaman secara offline maupun online. Sensor yang dijual pasaran mempunyai 2 module dalam paket penjualannya, yaitu sensor untuk deteksi kelembaban, dan module elektroniknya sebagai amplifier sinyal.

sensor kelembaban tanah

Pada saat kondisi tanah :
Basah : tegangan output akan turun, prosentase akan terlihat di apk (aplikasi android) pada tingkat kebasahan tertentu, alat penyiraman atau yang biasa disebut sprinkel akan berhenti menyiramkan air secara otomatis.
Kering : tegangan output akan naik, prosentase tingkat kekeringan akan terbaca di apk (aplikasi android) pada tingkat kekeringan tertentu sehingga alat penyiraman atau sprinkel akan menyala untuk menyiramkan air.

 

 

 

 

  • Modul Sensor Cahaya LDR

sensor cahaya LDR

 

Modul sensor cahaya ini memudahkan anda dalam menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistor) untuk mengukur intensitas cahaya. Modul LDR ini memiliki pin output analog dan pin output digital dengan label AO dan DO pada PCB. Nilai resistansi LDR pada pin analog akan meningkat apabila intensitas cahaya meningkat dan menurun ketika intensitas cahaya semakin gelap. Pada pin digital, pada batas tertentu DO akan high atau low, yang dikendalikan sensitivitas nya menggunakan onboard potensiometer
• Input Voltage: DC 3.3V – 5V
• Output: Digital – Sensitivitas bisa diatur, dan analog
• Ukuran PCB : 33 mm x 15 mm

Cara kerja sensor pada alat water planting otomation yang kami buat adalah untuk menyalakan dan mematikan lampu di kebun secara otomatis. Ketika sensor cahaya LDR mendeteksi cahaya, maka lampu akan mati secara otomatis dan sebaliknya jika sensor mendeteksi ruangan sekitar gelap, maka lampu akan menyala secara otomatis.

  • Relay 5V 4 channel

Modul relay adalah salah satu piranti yang beroperasi berdasarkan prinsip elektromagnetik untuk menggerakkan kontaktor guna memindahkan posisi ON ke OFF atau sebaliknya dengan memanfaatkan tenaga listrik. Peristiwa tertutup dan terbukanya kontaktor ini terjadi akibat adanya efek induksi magnet yang timbul dari kumparan induksi listrik. Perbedaan yang paling mendasar antara relay dan sakelar adalah pada saat pemindahan dari posisi ON ke OFF. Relay melakukan pemindahan-nya secara otomatis dengan arus listrik, sedangkan sakelar dilakukan dengan cara manual.

Relay 4 Channel

Pada dasarnya, fungsi modul relay adalah sebagai saklar elektrik. Dimana ia akan bekerja secara otomatis berdasarkan perintah logika yang diberikan. Kebanyakan, relay 5 volt DC digunakan untuk membuat project yang salah satu komponennya butuh tegangan tinggi atau yang sifatnya AC (Alternating Current).
Sedangkan kegunaan relay secara lebih spesifik adalah sebagai berikut:
1. Menjalankan fungsi logika dari mikrokontroler Arduino.
2. Sarana untuk mengendalikan tegangan tinggi hanya dengan menggunakan tegangan rendah.
3. Meminimalkan terjadinya penurunan tegangan.
4. Memungkinkan penggunaan fungsi penundaan waktu atau fungsi time delay function.
5. Melindungi komponen lainnya dari kelebihan tegangan penyebab korsleting.
6. Menyederhanakan rangkaian agar lebih ringkas.

Secara ringkas relay pada alat water planting otomation atau alat penyiram tanaman otomatis adalah sebagai pengubah tegangan dan kontrol terhadap 4 output yitu penyiraman, pengembunan, lampu dan blower.

 

  • NodeMCU

NodeMCU

 

NodeMCU merupakan sebuah open source platform IoT dan pengembangan kit yang menggunakan bahasa pemrograman Lua untuk membantu dalam membuat prototype produk IoT atau bisa dengan memakai sketch dengan adruino IDE. Pengembangan kit ini didasarkan pada modul ESP8266, yang mengintegrasikan GPIO, PWM (Pulse Width Modulation), IIC, 1-Wire dan ADC (Analog to Digital Converter) semua dalam satu board. GPIO NodeMCU. NodeMCU berukuran panjang 4.83cm, lebar 2.54cm, dan berat 7 gram. Board ini sudah dilengkapi dengan fitur WiFi dan Firmwarenya yang bersifat opensource.

 

 

  • Sensor Temperature DHT11

Sensor Temperatur DHT11

merupakan module sensor yang berfungsi untuk mensensing objek suhu dan kelembaban yang memiliki output tegangan analog yang dapat diolah lebih lanjut menggunakan mikrokontroler. Module sensor ini tergolong kedalam elemen resistif seperti perangkat pengukur suhu seperti contohnya yaitu NTC. Kelebihan dari module sensor ini dibanding module sensor lainnya yaitu dari segi kualitas pembacaan data sensing yang lebih responsif yang memliki kecepatan dalam hal sensing objek suhu dan kelembaban, dan data yang terbaca tidak mudah terinterverensi. Sensor DHT11 pada umumya memiliki fitur kalibrasi nilai pembacaan suhu dan kelembaban yang cukup akurat. Penyimpanan data kalibrasi tersebut terdapat pada memori program OTP yang disebut juga dengan nama koefisien kalibrasi.Sensor ini memiliki 4 kaki pin, dan terdapat juga sensor DHT11 dengan breakout PCB yang terdapat hanya memilik 3 kaki pin seperti gambar disamping.

 

DIAGRAM BLOK ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS

Berikut dibawah ini adalah diagram blok Alat Penyiram Tanaman Otomatis atau Water Planting Otomation :

Diagram Blok Water Planting Otomation

 

SCHEMATICS ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS

Berikut di bawah ini adalah gambar skematik water planting otomation atau alat penyiram tanaman otomatis :

schematics alat penyiram tanaman otomatis

Berikut ini adalah desain cetak PCB untuk alat penyiram tanaman otomatis :

PCB desain alat penyiram tanaman otomatis

 

KONEKSI SENSOR DENGAN NODEMCU :

Koneksi Soil Moisture dengan Nodemcu

 

 

 

 

Koneksi DHT11 dengan Nodemcu

 

 

 

 

Koneksi Modul Sensor LDR dengan Nodemcu

 

 

 

 

Koneksi Relay dengan Nodemcu

 

 

 

 

 

 

Source Code (Kode Pemrograman)

Untuk pengerjaan pemrograman alat penyiram tanaman otomatis atau water planting otomation, kami menggunakan bahasa C++ sebagai bahasa pemrograman. Adapan details pemrograman alat penyiram tanaman otomatis adalah sebagai berikut :

#include <ESP8266WiFi.h>

 

#ifndef STASSID

#define STASSID “(((Hotspot_TPHP)))”

#define STAPSK  “smkn1pandakbantul”

#endif

 

const char* ssid     = STASSID;

const char* password = STAPSK;

 

#include “FirebaseESP8266.h”

#define FIREBASE_HOST “water-planting-automation-default-rtdb.firebaseio.com”

#define FIREBASE_AUTH “rcLTo1dbvjujvZ86igD6EsU0wZJLpskeDyrhX5as”

 

FirebaseData firebaseData;

 

#include “DHT.h”

#define DHTPIN D3

#define DHTTYPE DHT11

DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);

 

String status_relay1 = “”;

String status_relay2 = “”;

String status_relay3 = “”;

String status_relay4 = “”;

 

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);

 

void setup() {

dht.begin();

Serial.begin(115200);

lcd.init();

lcd.backlight();

Serial.println();

Serial.println();

Serial.print(“Connecting to “);

Serial.println(ssid);

 

WiFi.mode(WIFI_STA);

WiFi.begin(ssid, password);

 

const long timeout = 15000;

long _start = millis();

while ((WiFi.status() != WL_CONNECTED) && (millis() – _start < timeout)) {

Serial.print(“.”);

lcd.clear();

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Connecting…”);

delay(500);

}

 

Serial.println();

 

if (WiFi.status() == WL_CONNECTED) {

Serial.println(“CONNECTED”);

Serial.println(“IP: ” + WiFi.localIP().toString());

lcd.clear();

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Connected”);

delay(500);

} else {

Serial.println(“WiFi Tidak Terhubung”);

lcd.clear();

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“WiFi Not”);

lcd.setCursor(0, 1);

lcd.print(“Connected”);

delay(500);

}

 

lcd.clear();

lcd.setCursor(1, 0);

lcd.print(“WATER PLANTING”);

lcd.setCursor(3, 1);

lcd.print(“AUTOMATION”);

delay(500);

lcd.clear();

 

Firebase.begin(FIREBASE_HOST, FIREBASE_AUTH);

 

pinMode(A0, INPUT);

pinMode(D0, INPUT);

pinMode(D5, OUTPUT);

pinMode(D6, OUTPUT);

pinMode(D7, OUTPUT);

pinMode(D8, OUTPUT);

digitalWrite(D5, 1);

digitalWrite(D6, 1);

digitalWrite(D7, 1);

digitalWrite(D8, 1);

}

 

 

void LDR_Sensor() {

String Cahaya = “”;

int dataLDR = digitalRead(D0);

Serial.print(“LDR:”); Serial.print(dataLDR); Serial.print(”  “);

if (dataLDR == 1) {

Cahaya = “Dark”;

digitalWrite(D5, 0);

Firebase.setString(firebaseData, “relay1”, “1”);

} else {

Cahaya = “Bright”;

digitalWrite(D5, 1);

Firebase.setString(firebaseData, “relay1”, “0”);

}

Serial.print(“Kondisi Cahaya: “); Serial.println(Cahaya);

Firebase.setString(firebaseData, “Cahaya”, Cahaya);

}

 

void bacaLDR_Sensor() {

String Cahaya = “”;

int dataLDR = digitalRead(D0);

Serial.print(“LDR:”); Serial.print(dataLDR); Serial.print(”  “);

if (dataLDR == 1) {

Cahaya = “Dark”;

} else {

Cahaya = “Bright”;

}

Serial.print(“Kondisi Cahaya: “); Serial.println(Cahaya);

Firebase.setString(firebaseData, “Cahaya”, Cahaya);

}

 

void Soil_Sensor() {

int dataSoil = analogRead(A0);

dataSoil = map(dataSoil, 0, 1023, 100, 0);

lcd.setCursor(0, 1);

lcd.print(“Soil :”); lcd.print(dataSoil);

lcd.setCursor(8, 1);

lcd.print(“%”);

Serial.print(“Kelembaban : “); Serial.print(dataSoil); Serial.println(“%”);

Firebase.setFloat(firebaseData, “Soil”, dataSoil);

if (dataSoil <= 50) {

digitalWrite(D7, 0);

Firebase.setString(firebaseData, “relay3”, “1”);

} else if (dataSoil >= 65) {

digitalWrite(D7, 1);

Firebase.setString(firebaseData, “relay3”, “0”);

}

}

 

void bacaSoil_Sensor() {

int dataSoil = analogRead(A0);

dataSoil = map(dataSoil, 0, 1023, 100, 0);

lcd.setCursor(0, 1);

lcd.print(“Soil :”); lcd.print(dataSoil);

lcd.setCursor(8, 1);

lcd.print(“%”);

Serial.print(“Kelembaban : “); Serial.print(dataSoil); Serial.println(“%”);

Firebase.setFloat(firebaseData, “Soil”, dataSoil);

}

 

 

Serial.println(“Sensor DHT11 tidak terbaca !!”);

Firebase.setString(firebaseData, “Suhu”, “DHT11 Tidak terbaca…”);

Firebase.setString(firebaseData, “Humidity”, “DHT11 Tidak terbaca…”);

return;

}

else {

lcd.setCursor(10, 0);

lcd.print(“T:”); lcd.print(suhu);

lcd.setCursor(15, 0);

lcd.print(“C”);

lcd.setCursor(10, 1);

lcd.print(“H:”); lcd.print(humidity);

lcd.setCursor(15, 1);

lcd.print(“%”);

 

Serial.print(“Suhu : “);  Serial.print(suhu); Serial.print(“C”); Serial.print(” “);

Serial.print(“Humidity : “);  Serial.print(humidity); Serial.println(“%”);

}

Firebase.setInt(firebaseData, “Suhu”, suhu);

Firebase.setInt(firebaseData, “Humidity”, humidity);

}

 

void RLY1() {

if (Firebase.getString(firebaseData, “relay1”)) {

if (firebaseData.dataType() == “string”) {

status_relay1 = firebaseData.stringData();

Serial.print(“Stat Relay 1:”); Serial.print(status_relay1); Serial.print(”  “);

if (status_relay1 == “1”) {

digitalWrite (D5, 0);

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Light:”); lcd.print(“ON”);

} else if (status_relay1 == “0”) {

digitalWrite (D5, 1);

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Light:”); lcd.print(“OFF”);

}

}

}

}

 

void RLY2() {

if (Firebase.getString(firebaseData, “relay2”)) {

if (firebaseData.dataType() == “string”) {

status_relay2 = firebaseData.stringData();

Serial.print(“Stat Relay 2:”); Serial.print(status_relay2); Serial.print(”  “);

if (status_relay2 == “1”) {

digitalWrite (D6, 0);

} else if (status_relay2 == “0”) {

digitalWrite (D6, 1);

}

}

}

}

 

void RLY3() {

if (Firebase.getString(firebaseData, “relay3”)) {

if (firebaseData.dataType() == “string”) {

status_relay3 = firebaseData.stringData();

Serial.print(“Stat Relay 3:”); Serial.print(status_relay3); Serial.print(”  “);

if (status_relay3 == “1”) {

digitalWrite (D7, 0);

} else if (status_relay3 == “0”) {

digitalWrite (D7, 1);

}

}

}

}

 

void RLY4() {

if (Firebase.getString(firebaseData, “relay4”)) {

if (firebaseData.dataType() == “string”) {

status_relay4 = firebaseData.stringData();

Serial.print(“Stat Relay 4:”); Serial.print(status_relay4); Serial.println(”  “);

if (status_relay4 == “1”) {

digitalWrite (D8, 0);

} else if (status_relay4 == “0”) {

digitalWrite (D8, 1);

}

}

}

}

 

void cekRelay() {

int Re1 = digitalRead(D5);

int Re2 = digitalRead(D6);

int Re3 = digitalRead(D7);

int Re4 = digitalRead(D8);

String statRe1, statRe2, statRe3, statRe4;

if (Re1 == 0) {

statRe1 = “Relay 1: ON “;

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Light:”); lcd.print(“ON”);

} else if (Re1 == 1) {

statRe1 = “Relay 1: OFF “;

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Light:”); lcd.print(“OFF”);

}

if (Re2 == 0) {

statRe2 = “Relay 2: ON “;

} else if (Re2 == 1) {

statRe2 = “Relay 2: OFF “;

}

if (Re3 == 0) {

statRe3 = “Relay 3: ON “;

} else if (Re3 = 1) {

statRe3 = “Relay 3: OFF “;

}

 

CARA KERJA ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS

  1. Download Aplikasi (Apk) SISIRAM atau Alat Penyiram Tanaman Otomatis yang sudah kami buat, dan kemudian buka di HP Android anda

Kondisi saat aplikasi dengan mode otomatis makan tekan auto pada menu mode.

Kondisi saat aplikasi dengan mode manual jika ingin mematikan salah satu manual control yg diinginkan maka menekan off.

Berikut ini adalah fungsi setiap menu pada aplikasi alat penyiram tanaman otomatis :
a. Pada Lamp di Manual Control adalah untuk menghidupkan lampu dan perintah menyala atau mati akan muncul di Light Intensity.
b. Pada Fan di Manual Control adalah untuk menghidupkan blower dan perintah akan muncul di Temperature
c. Pada Pump di Manual Control adalah untuk menghidupkan pompa penyiraman dan perintah akan muncul di Soil Moisture
d. Pada Misting di Manual Control untuk menyalakan spray air sampai kelembaban ruangan naik, perintah akan muncul di Hummidity

2. Ketika sudah aktif semua pada layar LCD akan muncul tampilannya.
3. Lalu sensor akan langsung membaca kondisi sekitar.
4. Ketika sensor LDR mendeteksi cahaya pada ruangan adalah “gelap” maka akan mengaktifkan Relay 1 kemudian lampu menyala. Ketika output sensor yang terbaca atau kelembaban tanah yang terbaca adalah kurang dari 50% maka akan mengaktifkan Relay 3 yang kemudian akan menyalakan Pompa penyiraman. Ketika sensor DHT11 mengukur dan menghasilkan suhu diatas 35ºC maka akan mengaktifkan Relay 2 yang kemudian blower akan menurunkan suhu ruangan tersebut sampai dibawah 33ºC. Dan ketika sensor DHT11 menghasilkan pengukuran kelembaban ruangan kurang dari 51% maka Relay 4 aktif dan kemudian mengaktifkan alat spray air, sampai kelembaban ruangan tersebut naik ke 64%.

Demikian gambaran secara lengkap cara pembuatan alat penyiram tanaman otomatis berbasis arduino dengan koneksi internet wifi. Alat ini dapat diterapkan diberbagai sektor kehidupan manusia, dengan tujuan mempermudah dan mengotomasi alat alat manual disekitar kita.

Kami menerima dan membuat project project pembuatan alat otomasi lain dengan menggunakan microcontroller arduino dan Internet of Things. Apabila ada yang kurang jelas mengenai pembuatan alat ini atau apabila ada yang ingin dibuatkan alat penyiram tanaman otomatis pada kebun, alat penyiram tanaman otomatis pada green house, alat penyiram tanaman otomatis pada taman, atau aplikasi otomasi dibidang peternakan, rumah dan perkantoran kami siap membuatkannya. silahkan klik link gambar whatsapp dibawah ini untuk informasi lebih lanjut:

 

 

Baca Juga :

Pembuatan alat otomasi dibidang perkebunan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang pertanian dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang peternakan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang perikanan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang kesehatan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang perindustrian dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan Alat Penyiram Tanaman otomatis dengan Arduino dan koneksi internet dengan aplikasi android

Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi

Pembuatan Alat otomasi dengan arduino untuk mahasiswa akhir

 

 

 


  • 0

Cara membuat Alat Pendeteksi Hujan dan Lampu Otomatis dengan Arduino

Pada pertemuan kali ini, kita akan mengulas cara membuat alat pendeteksi hujan dan lampu otomatis dengan Arduino Nano. Penerapan secara riil dapat dilakukan dirumah atau perkantoran dimana kondisinya adalah bila sensor mendeteksi hujan turun, maka buzzer akan menyala dan menyebabkan kondisi ruangan dalam rumah atau perkantoran menjadi gelap. Gelapnya ruangan akan dideteksi oleh sensor cahaya sehingga secara otomatis lampu dalam rumah atau perkantoran menjadi menyala. Berikut ini adalah beberapa hal details mengenai cara membuat alat pendeteksi hujan dan lampu otomatis.

Berikut ini adalah video cara kerja alat pendeteksi hujan dan lampu otomatis :

1. Sistem Kerja Alat Pada Alat Pendeteksi Hujan dan Lampu otomatis adalah sebagai berikut :

Sensor hujan akan mendeteksi cuaca hujan atau cerah ketika hujan terjadi dan air mengenai sensor hujan data akan dibaca oleh arduino lalu buzzer akan menyala sebagai tanda bahwa hujan turun. Sensor Cahaya (LDR) akan mendeteksi kondisi ruangan gelap atau terang yang nanti nya berfungsi untuk menyalakan lampu secara otomatis.

Alat Pendeteksi Hujan dan Lampu Otomatis dengan Arduino

2. Alat yang digunakan untuk membuat alat pendeteksi hujan dan lampu otomatis adalah sebagai berikut :

  • 1 Buah Arduino Nano
  • 1 Buah Sensor Hujan
  • 1 Buah Sensor Cahaya (LDR)
  • 1 Buah Buzzer
  • 1 Buah Relay
  • 1 Buah Lampu
Alat yang digunakan

Peralatan dan Komponen yang digunakan

 

3. Diagram Blok merupakan hal penting yang menjadi dasar kita membuat suatu proyek. Diagram blok untuk membuat alat pendeteksi hujan dan lampu otomatis adalah sebagai berikut:

 

4. Schematics elektronika untuk membuat alat pendeteksi hujan dan lampu otomatis adalah sebagai berikut:

5. Koneksi dengan Arduino, Berikut ini adalah penjelasan mengenai koneksi dengan arduino pada pembuatan alat pendeteksi hujan dan lampu otomatis.
Koneksi Sensor Hujan


 

Koneksi Sensor LDR

 

Koneksi Output Sensor

Source Code. Berikut ini Pemrograman untuk pembuatan alat pendeteksi hujan dan lampu otomatis dengan menggunakan arduino dan Bahasa C++.

const int sensor_hujan = 12;

const int LED = 13;

byte ldr = A2;

byte led = 9;

int nilai;

 

void setup () {

pinMode (sensor_hujan, INPUT);

pinMode (LED, OUTPUT);

pinMode(led, OUTPUT);

Serial.begin(9600);}

void loop() {

int kondisi_sensor = digitalRead(sensor_hujan);

if (kondisi_sensor == LOW)

digitalWrite(LED, HIGH);

else digitalWrite(LED, LOW);

delay (1000);

delay (700);

Serial.print(“Nilai LDR: “);

Serial.println(nilai);

 

if (nilai < 500) {

 

}

else {

 

}

}

Jalan nya Alat :

  1. Ketika hujan turun sensor hujan akan mendeteksi nya kemudian buzzer akan dinyalakan sebagai tanda hujan turun.
  2. Ketika hujan turun mengakitbatkan kondisi ruangan menjadi gelap maka lampu akan secara otomatis menyala.

Alat Pendeteksi Hujan dan lampu otomatis ini bisa dikembangkan lagi dengan menggunakan kontrol, baik dengan bluetooth maupun jaringan koneksi internet atau wifi. Sehingga dimanapun kita berada, kita bisa memonitor kondisi rumah dan perkantoran.

Demikian penjelasan ringkas mengenai Cara Pembuatan Alat Pendeteksi Hujan dan Lampu Otomatis. Apabila anda membutuhkan bantuan untuk Pembuatan Alat Otomatis menggunakan Arduino baik dengan bantuan koneksi bluetooth maupun Wifi, silahkan hubungi dan klik link whatsapp dibawah ini:

 

 

Baca Juga :

Pembuatan alat otomasi dibidang perkebunan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang pertanian dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang peternakan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang perikanan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang kesehatan dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan alat otomasi dibidang perindustrian dengan arduino dan Internet of Things

Pembuatan Alat Penyiram Tanaman otomatis dengan Arduino dan koneksi internet dengan aplikasi android

Timbangan Bayi Digital atau Alat Otomasi Monitoring Gizi Pada Bayi

Pembuatan Alat otomasi dengan arduino untuk mahasiswa akhir

 


  • 0

Penerapan Arduino dalam Kehidupan sehari hari

Tags :

Microkontroller Arduino dengan segala kemampuannya, mampu membuat hidup kita sehari-hari jadi jauh lebih mudah. Ada sekitar 120 proyek microcontroller arduino yang bisa kita terapkan dalam dunia nyata. 125 proyek arduino ini bisa dibuat oleh pemula sekalipun, dari pembuatan dan penerapan proyek arduino yang sederhana dan yang paling rumit sekalipun. Semua proyek arduino yang kita buat, akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Dengan penambahan fitur-fitur arduino yang dikombinasikan dengan berbagai macam sensor yang tersedia saat ini dan juga kontrol dengan hp android yang bisa kita koneksikan dengan bluetooth.

DIKLAT CUSTOM PROJECT ARDUINO UNTUK ALAT SYSTEM MITIGASI BENCANA PEMKAB BOJONEGORO

Adapun Penerapan mikrokontroller arduino yang bisa kita buat dan di terapkan pada benda disekeliling kita sehingga bermanfaat mempermudah kehidupan kita antara lain :

  1. 3 Ch Suhu DS1820 LM35 TC
  2. Absensi dg sidik jari
  3. Alarm Kebakaran dengan sensor Api dan Asap
  4. Alarm kebocoran gas LPG dengan sensor MQ-2
  5. Alarm otomatis
  6. Alarm pintu rumah dengan sensor magnet
  7. Analog Input Tampilan LED Bargraph
  8. Arduino Door Lock Fingerprint
  9. Baca data Remote Kontrol
  10. Baca ID Sidik Jari Tampilan LCD
  11. Baca RPM motor DC
  12. Baca sd card
  13. Baca ultrasonic display Android
  14. Counter dengan 7 Segment 4 digit
  15. Data logger 2 sensor suhu
  16. Digital thermometer 4 channel
  17. Digital Thermometer dg LED Matrix P10
  18. Digital thermometer dengan thermocouple
  19. Digital Thermometer Tampilan Bargraph
  20. Digital voltmeter maksimal 50Vdc
  21. Digital voltmeter 7 segment max 5VDC
  22. Digital voltmeter tampil LCD maksimal 5Vdc
  23. Early warning sistem via SMS (banjir)
  24. Grafik Suhu LCD Nokia 5110
  25. Interfacing Arduino dg P10 LED
  26. Interfacing Arduino Sensor Fingerprint
  27. Interfacing Arduino Sensor hujan
  28. Interfacing Arduino dengan Sensor PIR
  29. Interfacing dengan Sensor Warna
  30. Interfacing Joystick dengan Arduino
  31. Interfacing LCD Nokia 5110
  32. Interfacing Module GPS dengan Arduino
  33. Interfacing mp3 Player
  34. Interfacing Sensor Arus
  35. Interfacing wireless 433 MHz
  36. Interfacing Arduino Sensor Getaran
  37. IoT Arduino Kontrol Relay WiFi Android
  38. IoT Arduino Kontrol Relay via Internet
  39. IoT Arduino Kontrol Servo via Internet
  40. IoT Arduino Monitoring Suhu via Internet
  41. Jam Analog dengan LCD TFT 2’4
  42. Jam Digital dengan Matrix P10
  43. Jam Digital display 7 segment 6 digit
  44. Jam Digital 7 segment 6 digit seting 3 tombol
  45. Jam Digital Dot Matrix
  46. Jam Digital dengan LCD Nokia
  47. Kalender Digital Animasi Dot Matrix
  48. Kalender digital tampilan LCD
  49. Kalkulator LCD Touch screen
  50. Kendali dan Monitoring Posisi Kendaraan
  51. Keyboard piano
  52. Komunikasi arduino dengan modem serial
  53. Komunikasi Serial 2 Arduino
  54. Kontrol 2 lampu dengan SMS
  55. Kontrol 4 lampu dengan SMS feedback report status
  56. Kontrol 4 lampu via android
  57. Kontrol 4 Relay dengan Remote Control
  58. Kontrol 4 Relay dengan wireless 433 MHz
  59. Kontrol 8 relay via PC
  60. Kontrol Jemuran Otomatis
  61. Kontrol Kecerahan LED dengan Android
  62. Kontrol lampu ac dengan tepuk tangan (the clapper)
  63. Kontrol Robot Arm dengan Potensio
  64. Kontrol Robot Arm Android
  65. Kontrol robot arm via PC
  66. Kontrol RPM motor DC
  67. Kontrol Running Text via Android
  68. Kontrol volume tangki
  69. Kunci Elektrik dengan Android
  70. Kunci Elektrik dengan Password
  71. Kunci Motor Elektrik dengan RFID
  72. Lampu Kamar Mandi Otomatis
  73. LCD i2C ARDUINO
  74. LCD Touch screen menampilkan warna
  75. Membaca Kartu RFID
  76. Membuat Tulisan Pada Dot Matrix
  77. Menerima SMS dengan arduino
  78. Mengirim SMS dengan arduino
  79. Mengontrol Kecepatan Motor DC dengan Potensio
  80. Mengontrol Motor Servo dengan Potensio
  81. Mengukur 4 jarak dengan ultrasonik
  82. Mengukur jarak dengan sensor ultrasonic
  83. Mesin Antrian 1 loket 7 segment output suara
  84. Mesin Antrian 2 Loket
  85. Monitoring kebakaran berbasis SMS
  86. Monitoring PIN Arduino display Android
  87. Monitoring suhu 4 channel tampilan Delphi
  88. Monitoring Suhu DS1820 LCD
  89. Monitoring Suhu Kelembaban dg DHT11
  90. Monitoring Suhu dan kelembaban display Android
  91. Monitoring Suhu dengan LCD Nokia 5110
  92. Monitoring Suhu Android
  93. Nurse call tampilan 7 segment
  94. Paint LCD Touch screen
  95. Pengaman Pintu dengan RFID
  96. Penghitung jumlah orang 1 pintu
  97. Penghitung jumlah orang 2 pintu
  98. Running Text dengan Dot Matrix P10
  99. Score board futsal
  100. Security box dengan fingerprint
  101. Seting Nilai Set Point tanpa Keypad
  102. Simpan File Text pada SD Card
  103. Simpan Sidik Jari Tampilan LCD
  104. Sistem Anti Maling
  105. Sistem Keamanan Rumah Berbasis SMS
  106. Sistem parkir mobil
  107. Stop watch tampilan 7 segment 4 digit
  108. Stop watch tampilan LCD
  109. Telemetri suhu 4 ch by request
  110. Thermometer Digital Tampil pada LCD Touch screen
  111. Thermometer Digital TFT menampilkan bar graph
  112. Thermostat 3 tombol dengan suhu diatas 100C
  113. Thermostat 3 tombol tampilan seven segment
  114. Thermostat 3 tombol tampilan LCD
  115. Thermostat seting dengan keypad
  116. Thermostat Tampil pada LCD Touch screen
  117. Timer Iqomah dengan Matrix P10
  118. Tombol cerdas cermat 4 group
  119. Traffic Light Simulator
  120. Tulisan Berjalan dengan Dot Matrix

120 proyek mikrokontroller arduino tersebut diatas bisa kita kembangkan dan modifikasi lagi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita. Salah satunya dengan pembuatan Apps Android yang menjadikan koneksi dan aplikasinya menjadi lebh canggih dan simple.

Kami sebagai lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri di bidang robotika dan otomasi menerima pembelajaran 120 proyek arduino yang tersebut diatas, menerima permintaan berbagai macam custom project atau proyek custom berbasis microcontroller arduino.

Sekolah atau instansi Anda berminat mengembangkan Penerapan Arduino dalam kurikulum pembelajaran sekolah atau juga berminat dalam pengembangan penerapan penggunaan mikrokontroller arduino di Instansi anda? Silahkan kontak link whatsapp berikut ini untuk informasi lebih lanjut :


  • 0

Diklat Pelatihan Untuk Guru SMK Jurusan Teknik Listrik

Peningkatan kompetensi terhadap guru SMK jurusan teknik listrik yang merupakan tiang dan pondasi utama skill dan ketrampilan siswa SMK sangat mutlak diperlukan. Dengan terjadinya peningkatan kompetensi guru SMK jurusan Elektronika dan Industri diharapkan mutu dan kualitas pendidikan siswa SMK akan sesuai dengan program pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi guru adalah dengan mengikuti Diklat Pelatihan untuk Guru SMK jurusan teknik listrik di Yogyakarta.

Kami Proactive Education secara rutin menyelenggarakan Diklat Pelatihan Guru SMK jurusan teknik listrik guna membantu pencapaian maksimal akan kompetensi dan keahlian guru SMK. Dengan basic kami di bidang pendidikan robotika, Diklat pelatihan yang sesuai dengan guru SMK jurusan teknik listrik adalah sebagai berikut :

1. Diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk guru smk jurusan teknik listrik

modul diklat arduino

MODUL DIKLAT MICROCONTROLLER ARDUINO

Adapun materi yang akan disampaikan dalam diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk guru smk jurusan teknik listrik adalah sebagai berikut :

Dasar – Dasar Mikrokontroller
Bahasa Pemrograman Dasar
Digital Input/Output
Timer & Counter
Pulse Width Modulation (PWM)
Analog to Digital Converter (ADC Internal)
Sistem Interupsi
Komunikasi Serial
Akses EEPROM Internal
Membuat Thermometer Digital

2. Diklat pelatihan Internet of Things (IoT) untuk guru jurusan teknik listrik

MODUL DIKLAT INTERNET OF THINGS ATAU IOT

Sedangkan materi yang diberikan dalam diklat pelatihan Internet of Things atau IoT untuk guru SMK jurusan teknik listrik adalah sebagai berikut :

Proyek Kontrol LED dengan WiFi
Proyek Kontrol 2 LED
Proyek Kontrol 4 lampu via internet
Proyek Monitoring Suhu dengan tampilan grafik di Internet
Proyek Kontrol LED via Hp Android
Proyek Pengiriman Notifikasi ke Telegram
Proyek Sistem Keamanan Rumah dengan PIR dan Telegram
Proyek Kontrol Lampu Via Telegram
Proyek Membuat Aplikasi Android Kontrol LED dengan Blynk
Proyek Kontrol 4 Relay dengan Aplikasi Android Blynk
Proyek Monitoring DHT11 dengan tampilan Grafis
Proyek Mengirim Notifikasi ke Email
Proyek Early Warning Sistem Kebocoran Gas
Proyek Kontrol LED RGB via Internet
Proyek Kontrol Buzzer via Internet
Proyek Monitoring Suhu LM35 dengan Tampilan Chart Android
Proyek Monitoring Suhu kelembaban dengan Tampilan Chart Android
Proyek Smart Home dengan Aplikasi Android

3. Diklat Pelatihan Programmable Logic Controller atau PLC untuk guru jurusan teknik listrik

MODUL DIKLAT PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER ATAU PLC

Adapun Materi yang diberikan dalam Diklat Pelatihan Programmable Logic Controller atau PLC untuk guru jurusan teknik listrik adalah sebagai berikut :

Sistem Kontrol Kelistrikan Pada Motor Listrik
Perangkat Keras PLC
Dasar Dasar Pemrograman PLC
Pemrograman Dengan Ladder Diagram
Pemrograman Dengan Logic Diagram
Penggunaan Instruksi KEEP
Penggunaan Instruksi DiFu dan DiFd
Penggunaan Timer dan Counter
Pemrograman PLC Dengan HMI

Untuk info lebih lanjut mengenai diklat pelatihan guru SMK jurusan teknik listrik, silahkan klik link whatsapp dibawah ini :


  • 0

Diklat Pelatihan Untuk Guru SMK Teknik Audio Video TAV

Peningkatan kompetensi terhadap guru SMK jurusan Teknik Audio Video TAV yang merupakan tiang dan pondasi utama skill dan ketrampilan siswa SMK sangat mutlak diperlukan. Dengan terjadinya peningkatan kompetensi guru SMK jurusan Elektronika dan Industri diharapkan mutu dan kualitas pendidikan siswa SMK akan sesuai dengan program pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi guru adalah dengan mengikuti Diklat Pelatihan untuk Guru SMK jurusan Teknik Audio Video TAV di Yogyakarta.

Kami Proactive Education secara rutin menyelenggarakan Diklat Pelatihan Guru SMK jurusan Teknik Audio Video TAV guna membantu pencapaian maksimal akan kompetensi dan keahlian guru SMK. Dengan basic kami di bidang pendidikan robotika, Diklat pelatihan yang sesuai dengan guru SMK jurusan Teknik Audio Video TAV adalah diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk guru smk jurusan Teknik Audio Video TAV dan kami juga menyelenggarakan diklat pelatihan Internet of Things (IoT) untuk guru jurusan Teknik Audio Video TAV di Yogyakarta.

MODUL DIKLAT MICROCONTROLLER ARDUINO

MODUL DIKLAT INTERNET OF THINGS ATAU IOT

 

Adapun materi yang akan disampaikan dalam diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk guru smk jurusan Teknik Audio Video TAV adalah sebagai berikut :

Dasar – Dasar Mikrokontroller
Bahasa Pemrograman Dasar
Digital Input/Output
Timer & Counter
Pulse Width Modulation (PWM)
Analog to Digital Converter (ADC Internal)
Sistem Interupsi
Komunikasi Serial
Akses EEPROM Internal
Membuat Thermometer Digital

Sedangkan materi yang diberikan dalam diklat pelatihan Internet of Things atau IoT untuk guru SMK jurusan Teknik Audio Video TAV adalah sebagai berikut :

Proyek Kontrol LED dengan WiFi
Proyek Kontrol 2 LED
Proyek Kontrol 4 lampu via internet
Proyek Monitoring Suhu dengan tampilan grafik di Internet
Proyek Kontrol LED via Hp Android
Proyek Pengiriman Notifikasi ke Telegram
Proyek Sistem Keamanan Rumah dengan PIR dan Telegram
Proyek Kontrol Lampu Via Telegram
Proyek Membuat Aplikasi Android Kontrol LED dengan Blynk
Proyek Kontrol 4 Relay dengan Aplikasi Android Blynk
Proyek Monitoring DHT11 dengan tampilan Grafis
Proyek Mengirim Notifikasi ke Email
Proyek Early Warning Sistem Kebocoran Gas
Proyek Kontrol LED RGB via Internet
Proyek Kontrol Buzzer via Internet
Proyek Monitoring Suhu LM35 dengan Tampilan Chart Android
Proyek Monitoring Suhu kelembaban dengan Tampilan Chart Android
Proyek Smart Home dengan Aplikasi Android

Untuk info lebih lanjut mengenai diklat pelatihan guru SMK jurusan Teknik Audio Video TAV, silahkan klik link whatsapp dibawah ini :


  • 0

Diklat Pelatihan Untuk Guru SMK Rekayasa Perangkat Lunak RPL

Peningkatan kompetensi terhadap guru SMK jurusan rekayasa perangkat lunak RPL yang merupakan tiang dan pondasi utama skill dan ketrampilan siswa SMK sangat mutlak diperlukan. Dengan terjadinya peningkatan kompetensi guru SMK jurusan Elektronika dan Industri diharapkan mutu dan kualitas pendidikan siswa SMK akan sesuai dengan program pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi guru adalah dengan mengikuti Diklat Pelatihan untuk Guru SMK jurusan rekayasa perangkat lunak RPL di Yogyakarta.

Kami Proactive Education secara rutin menyelenggarakan Diklat Pelatihan Guru SMK jurusan rekayasa perangkat lunak RPL guna membantu pencapaian maksimal akan kompetensi dan keahlian guru SMK. Dengan basic kami di bidang pendidikan robotika, Diklat pelatihan yang sesuai dengan guru SMK jurusan rekayasa perangkat lunak RPL adalah diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk guru smk jurusan rekayasa perangkat lunak RPL dan kami juga menyelenggarakan diklat pelatihan Internet of Things (IoT) untuk guru jurusan rekayasa perangkat lunak RPL di Yogyakarta.

MODUL DIKLAT MICROCONTROLLER ARDUINO

MODUL DIKLAT INTERNET OF THINGS ATAU IOT

 

Adapun materi yang akan disampaikan dalam diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk guru smk jurusan rekayasa perangkat lunak RPL adalah sebagai berikut :

Dasar – Dasar Mikrokontroller
Bahasa Pemrograman Dasar
Digital Input/Output
Timer & Counter
Pulse Width Modulation (PWM)
Analog to Digital Converter (ADC Internal)
Sistem Interupsi
Komunikasi Serial
Akses EEPROM Internal
Membuat Thermometer Digital

Sedangkan materi yang diberikan dalam diklat pelatihan Internet of Things atau IoT untuk guru SMK jurusan rekayasa perangkat lunak RPL adalah sebagai berikut :

Proyek Kontrol LED dengan WiFi
Proyek Kontrol 2 LED
Proyek Kontrol 4 lampu via internet
Proyek Monitoring Suhu dengan tampilan grafik di Internet
Proyek Kontrol LED via Hp Android
Proyek Pengiriman Notifikasi ke Telegram
Proyek Sistem Keamanan Rumah dengan PIR dan Telegram
Proyek Kontrol Lampu Via Telegram
Proyek Membuat Aplikasi Android Kontrol LED dengan Blynk
Proyek Kontrol 4 Relay dengan Aplikasi Android Blynk
Proyek Monitoring DHT11 dengan tampilan Grafis
Proyek Mengirim Notifikasi ke Email
Proyek Early Warning Sistem Kebocoran Gas
Proyek Kontrol LED RGB via Internet
Proyek Kontrol Buzzer via Internet
Proyek Monitoring Suhu LM35 dengan Tampilan Chart Android
Proyek Monitoring Suhu kelembaban dengan Tampilan Chart Android
Proyek Smart Home dengan Aplikasi Android

Untuk info lebih lanjut mengenai diklat pelatihan guru SMK jurusan rekayasa perangkat lunak RPL, silahkan klik link whatsapp dibawah ini :


  • 0

Diklat Pelatihan Untuk Guru SMK Teknik Komunikasi Jaringan TKJ

Peningkatan kompetensi terhadap guru SMK jurusan teknik komunikasi jaringan TKJ yang merupakan tiang dan pondasi utama skill dan ketrampilan siswa SMK sangat mutlak diperlukan. Dengan terjadinya peningkatan kompetensi guru SMK jurusan Elektronika dan Industri diharapkan mutu dan kualitas pendidikan siswa SMK akan sesuai dengan program pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi guru adalah dengan mengikuti Diklat Pelatihan untuk Guru SMK jurusan teknik komunikasi jaringan TKJ di Yogyakarta.

Kami Proactive Education secara rutin menyelenggarakan Diklat Pelatihan Guru SMK jurusan teknik komunikasi jaringan TKJ guna membantu pencapaian maksimal akan kompetensi dan keahlian guru SMK. Dengan basic kami di bidang pendidikan robotika, Diklat pelatihan yang sesuai dengan guru SMK jurusan teknik komunikasi jaringan TKJ adalah diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk guru smk jurusan teknik komunikasi jaringan TKJ dan kami juga menyelenggarakan diklat pelatihan Internet of Things (IoT) untuk guru jurusan teknik komunikasi jaringan TKJ di Yogyakarta.

MODUL DIKLAT MICROCONTROLLER ARDUINO

MODUL DIKLAT INTERNET OF THINGS ATAU IOT

Adapun materi yang akan disampaikan dalam diklat pelatihan mikrokontroller arduino untuk guru smk jurusan teknik komunikasi jaringan TKJ adalah sebagai berikut :

Dasar – Dasar Mikrokontroller
Bahasa Pemrograman Dasar
Digital Input/Output
Timer & Counter
Pulse Width Modulation (PWM)
Analog to Digital Converter (ADC Internal)
Sistem Interupsi
Komunikasi Serial
Akses EEPROM Internal
Membuat Thermometer Digital

Sedangkan materi yang diberikan dalam diklat pelatihan Internet of Things atau IoT untuk guru SMK jurusan teknik komunikasi jaringan TKJ adalah sebagai berikut :

Proyek Kontrol LED dengan WiFi
Proyek Kontrol 2 LED
Proyek Kontrol 4 lampu via internet
Proyek Monitoring Suhu dengan tampilan grafik di Internet
Proyek Kontrol LED via Hp Android
Proyek Pengiriman Notifikasi ke Telegram
Proyek Sistem Keamanan Rumah dengan PIR dan Telegram
Proyek Kontrol Lampu Via Telegram
Proyek Membuat Aplikasi Android Kontrol LED dengan Blynk
Proyek Kontrol 4 Relay dengan Aplikasi Android Blynk
Proyek Monitoring DHT11 dengan tampilan Grafis
Proyek Mengirim Notifikasi ke Email
Proyek Early Warning Sistem Kebocoran Gas
Proyek Kontrol LED RGB via Internet
Proyek Kontrol Buzzer via Internet
Proyek Monitoring Suhu LM35 dengan Tampilan Chart Android
Proyek Monitoring Suhu kelembaban dengan Tampilan Chart Android
Proyek Smart Home dengan Aplikasi Android

Untuk info lebih lanjut mengenai diklat pelatihan guru SMK jurusan teknik komunikasi jaringan TKJ, silahkan klik link whatsapp dibawah ini :


Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pake Coding Seri 02

Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pakai Coding Seri 01

ebook murah dan berkualitas. banyak diskonnya. beli segera!!!

TAS MOBIL MULTIFUNGSI

Location

Visitor

0379471
Hari ini : 253
Kemarin : 338
Bulan ini : 4435
Total Kunjungan : 379471
Who's Online : 1
error: Content is protected !!