Category Archives: ARTIKEL PENDIDIKAN

  • 0

Panduan Mempelajari Aneka Proyek Berbasis Microcontroller Arduino

Banyak sekali pemula berfikir keliru bahwa coding atau pemrograman sangatlah sulit. Apalagi yang berhubungan dengan pembuatan proyek proyek elektronika menggunakan bahasa C dan microcontroller arduino. Semenjak microcontroller arduino ada, banyak pemula yang sudah berproses menjadi proffesional dengan mempelajari arduino dan menerapkannya pada bidang perumahan, perkantoran, pabrik-pabrik, pertanian, perkebunan dam masih banyak lagi yang bisa dimanfaatkan dengan microcontroller arduino. Kini banyak sekali orang-orang bergelut dan akrab dengan keterlibatan komponen-komponen elektronika untuk membuat berbagai macam proyek elektronika dengan menggunakan microcontroller arduino. Siapapun dengan mudah dapat membuat kode untuk memprogram hardware dengan mudah dan cepat dengan menggunakan papn microcontroller seukuran kartu tanda penduduk tersebut.

Banyak pembelajaran arduino di internet yang tersebar. Apabila ada seorang pemula yang tidak mengerti sedikitpun mengenai arduino dan bahasa pemrogramannya akan sangat mudah mempelajarinya. Kami membuat pembelajaran microcontroller arduino yang praktis dan belajar bertahap bagi pemula sehingga mereka akan dengan mudah menggunakan microcontroller arduino ataupun memprogram perangkat keras. Dengan pendekatan yang sistematis, seorang pemula dapat melakukan percobaan percobaan dalam waktu yang cepat.

Berikut ini adalah materi dengan pendekatan sistematis yang kami lakukan dalam memberikan pembelajaran microcontroller arduino yang perlu dilalui oleh seorang pemula :

  1. Pengenalan Microcontroller Arduino dan Pemrograman

2. Dasar Dasar Pemrograman Arduino untuk Menangani Pengulangan

3. Cara Penanganan Seleksi dan Penggunaan Array serta Fungsi

4. Pembelajaran Dasar Komunikasi Serial dan Asas String

5. Cara Penyajian Informasi dengan LCD

6. Dasar Pembelajaran tentang Motor

7. Dasar Pembelajaran Sensor Ultrasonik dan Inframerah

8. Dasar Pembelajaran Sensor Suhu dan Kelembaban

9. Dasar Pembelajaran Sensor Gas, Api, Cahaya dan Sentuh

10. Dasar Pembelajaran Komponen Penentu Posisi

11. Pembelajaran Mengenai Penanganan Suara dan Getaran dengan Arduino

12. Pembelajaran tentang cara menampilkan Tujuh Segmen atau seven segment

13. Pembelajaran Mengenai Matriks LED

14. Pembelajaran Mengenai dasar Keypad pada Arduino

15. Pembelajaran Komunikasi Nirkabel pada Arduino

16. Pembelajaran tentang cara Pemrograman Waktu

17. Pembelajaran tentang SD card di Arduino

18. Pembelajaran Hacking Mobil R/C pada Arduino

 

 

 

 

 

 


  • 0

8. Proyek Sensor Jarak (Proximity) dengan Arduino

Tags :

Category : aktifasi pemutar audio dengan sensor gas dan ultrasonic di arduino , ARTIKEL PENDIDIKAN , Belajar Microcontroller Arduino untuk Pemula , Cara Instalasi dan Konfigurasi Microcontroller Arduino , cara membaca kode alamat tombol remote di arduino , Deteksi asap sensor gas MQ2 dengan arduino , Deteksi Kelembaban Tanah memicu kran elektrik dengan arduino , Deteksi Kelembaban Udara dengan Arduino , gerakan servo SG90 otomatis derajat , kendali arah servo SG90 dengan potensiometer , kendali LED dan menampilkan ke LCD dengan arduino , kendali LED dengan bluetooh dan android di arduino , kendali melalui socket tcp/ip dengan esp8266 , komunikasi tcp dan ip melalui ethernet LAN di arduino , membaca koordinat bumi dengan GPS di arduino , Pembuatan Proyek Audio dengan Arduino , Pembuatan Proyek LED dengan Arduino , pemutar lagu MP3 dengan arduino , Pendeteksi Getaran dengan sensor Vibration SW420 , Pendeteksi Warna dengan Sensor Warna TCS230 dan TCS3200 dengan arduino , Pengenalan Microcontroller Arduino , pengendali alat melalaui SMS dengan arduino , perbedaan stepper dan servo di arduino , perngertian motor stepper dan motor servo , Proyek Digital Potensiometer dengan Arduino , Proyek Kendali Jarak Jauh dengan arduino , Proyek Keypad dengan Arduino , proyek kontrol motor DC dengan arduino , Proyek LCD dan OLED dengan Arduino , Proyek Lingkungan deteksi air hujan dengan arduino , Proyek Relay dengan Arduino , proyek robot keseimbangan dengan sensor gyroscope di arduino , proyek robot penghindar halangan dengan remote bluetooth , Proyek Sensor Jarak , sensor keamanan dengan kartu RFID dengan arduino , Ultrasonic HCSR04 dan Sensor PIR HCSR501 dengan Arduino

8. PROYEK SENSOR JARAK  (PROXIMITY) DENGAN ARDUINO

Terdapat beberapa jenis sensor jarak (proximity sensor) yang dapat digunakan pada Arduino, dimana setiap sensor memiliki spesifikasi berbeda, terutama perbedaan cara kerja dan jarak jangkauan sensor saat mendeteksi benda penghalangnya.

Description

Beberapa contoh penerapan sensor jarak, antara lain:

  • Pendeteksi barang yang berada pada ban berjalan (conveyor) di mesin produksi.
  • Pendeteksi garis yang dipakai oleh robot line follower.
  • Penghitung jarak atau ketinggian benda dengan cara menghitung selisih waktu antara gelombang kirim dan gelombang pantul.
  • Pendeteksi benda penghalang agar robot tidak menabrak benda tersebut. Pendeteksi gerakan benda dan lain-lain

8.1 Sensor Penghalang Dengan Infrared Obstacle Avoidance

Proyek ini bertujuan untuk menghidupkan LED, sekaligus membunyikan buzzer ketika benda terdeteksi oleh sensor infrared obstacle avoidance pada jarak tertentu. Sebaliknya ketika benda penghalang telah berpindah dan tidak terdeteksi oleh sensor maka LED dan Buzzer akan mati kembali, begitu seterusnya.

Nilai ambang (threshold) jarak deteksi dapat di-justifikasi dengan cara memutar trimmer warna biru ke kiri atau ke kanan seperti tampak pada Gambar 8.1. Sebagai catatan bahwa sensor infrared obstacle avoidance memiliki jangkaun deteksi maksimal 30 cm, sehingga sensor ini tidak cocok untuk mendeteksi benda yang jaraknya lebih dari 30cm.

Cara kerja sensor adalah dengan menembakkan sinar infra merah ke benda penghalang, kemudian sinar tersebut dipantulkan balik dan akan diterima oleh photodiode, sehingga sensor ini memiliki dua LED yang berfungsi sebagai pengirim (LED sinar IR) dan sebagai penerima pantulan sinar IR (LED photodiode).

Description

Kebutuhan Bahan

Bahan Jumlah Nilai Keterangan
LED 5MM 1 pcs
Resistor % Watt 1 pcs 220 Ohm
Buzzer 5 Volt 1 pcs Description
Modul 602 1 pcs
Modul IR Obstacle Avoidance 1 pcs

Description

Ketika sensor bernilai LOW, berarti ada penghalang di depannya memicu buzzer dan LED untuk hidup, serta memberi pesan teks kef ila lynarg LCD. Sebaliknya ketika sensor bernilai HIGH, berarti tidak ada penghalang di depannya.

Kode Program

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

#define pinProximity 2 // Pin Sensor #define pinLED 3 // Pin LED

#define pinBuzzer 4// Pin Buzzer

int isObstacle;

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,16, 2); // LCD 16×2 karakter

void setup() {

Serial.begin(9600);

pinMode(pinLED, OUTPUT); pinMode(pinBuzzer, OUTPUT);

// pin LED arduiono sebagai output

// pin Speaker Arduino sebagai output

pinMode(pinProximity, INPUT); // pin Sensor Arduino sebagai input

// inisialisasi data

digitalwrite(pinLED, LOW);

digitalwrite(pinBuzzer, LOW);

digitalwrite(pinProximity, HIGH);

lcd.init(); // Inisialisasi LCD

lcd.backlight(); // Menghidupkan backlight

{

void loop() {

// Pembacaan data sensor proximity

isobstacle = digitalRead(pinProximity);

if (isobstacle == HIGH) {

// tidak ada halangan

digitalWrite(pinLED, LOW); // LED mati

digitalwrite(pinBuzzer, LOW); // Buzzer diam

// Cetak ke Serial Monitor

Serial.println(“Sensor tidak mendeteksi adanya benda penghalang”);

// Cetak ke LCD I2C

lcd.clear();

lcd. setCursor(0,0);

lcd.print(“Pantau …”);

lcd.setCursor(θ, 1);

lcd.print(“Aman clear”);

}

else if (isobstacle == LOW)

{

// ditemui halangan

digitalwrite(pinLED, HIGH); // LED hidup

digitalwrite(pinBuzzer,HIGH);// Buzzer hidup

// Cetak ke Serial Monitor

Serial,println(“Sensor mendeteksi adanya benda penghalang”);

// Cetak ke LCD I2C

lcd.clear();

lcd.setCursor(θ, θ);

Icd.print(“Pantau …”);

lcd.setCursor(0,1);

lcd.print(“Awas terhalang”);

}

delay(500);

}

Untuk hasil akhir proyek tampak pada Gambar 8.7

Gambar 8.7 Sensor Saat Dikenai Penghalang

8.2 Menghitung Jarak Dengan Sensor Ultrasonik HC-SR04

Sensor ultrasonic berkerja dengan cara memancarkan gelombang ultrasonic pada frekwensi 40.000 Hertz yang merambat di udara. Jika ditemukan adanya obyek penghalang dijalurnya, maka gelombang tersebut akan kembali ke modul sensor ultrasonic.

Jarak sensor dan obyek penghalang dapat dihitung berdasarkan waktu tempuh dan kecepatan suara. Misalnya, jika obyek berjarak 10cm dari sensor kecepatan suara adalah 340m/s atau 0/034cm/Bs, maka gelombang suara akan menempuh sekitar 294 (mikrodetik). Namun apa yang akan diperoleh dart pin Echo adalah dua kali lipat jumlahnya karena gelombang suara melaju ke depan dan memantul ke belakang. Jadi untuk mendapatkan jarak dalam satuan cm kita perlu mengalikan nilai waktu(t) perjaianan yang diterima dari pin echo sebesar 0,034 dan membaginya dengan 2. Perhatikan Gambar 8.8

Proyek berikut ini cukup sederhana yaitu menghitung jarak antara sensor ultrasonic HC-SR04 dengan benda yang akan ditembak oleh gelombang ultrasonic. Setelah melalui proses perhitungan jarak, kemudian hasil jarak yang diperoleh akan ditampilkan pada LCD.

Kebutuhan Bahan

Bahan Jumjah Nilai Keterangan
Modul LCD1602 1 pcs
Modul Ultrasonic HC-SR04 1 pcs

Project membutuhkan library LiquidCrystal_I2C.h untuk modul LCD I2C. Adapun cara instalasi library dapat dilihat pada bab sebelumnya.

Description

Kode Program

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

const int pinTrigger = 9; // pin trigger HC-SR04

const int pinEcho=8; // pin echo HC-SR04

long duration;

int distanceCm, distanceInch;

// Atur alamat LC pada 0x27 untuk tampilan LCD 16 karakter 2 baris

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);

void setup()

{

lcd.init(); // Inisialisasi LCD

lcd.backlight(); // Menghidupkan backlight

lcd.setCursor(ø,0);

lcd.print(“Menghitung Jarak”);

lcd.setCursor(0,1);

lcd.print(“Dengan Ultrasonic “);

pinMode(pinTrigger, oUTPUT); // set pin trigger sebagai output

pinMode(pinEcho, INPUT); // set pin echo sebagai input

}

void loop()

{

// Membersihkan pin pinTrigger selama 2 microdetik

digitalwrite(pinTrigger, LOW);

delayMicroseconds(2);

// Set pinTrigger menjadi HIGH selama 10 microdetik

digitalwrite(pinTrigger, HIGH);

delayMicroseconds(10);

digitalwrite(pinTrigger, LOW);

// Membaca pinEcho, mengembalikan waktu perjalanan gelombang suara dalam mikrodetik

duration = pulseIn(pinEcho, HIGH);

distanceCm=duration *0.034 / 2; // Jarak dalam CM

distanceInch = duration * 0.0133 / 2; // Jarak dalam INCH

lcd.clear();

lcd.setCursor(0,0);

lcd.print(“Jarak:“);

lcd.print(String(distanceCm));

lcd.print(“ cm”);

lcd.setCursor(0,1);

lcd.print(“Jarak: “);

lcd.print(String(distanceInch));

lcd.print(“ inch”);

delay(1000); //tunda 1 detik agar LCD tidak terlalu flicker

}

Adapun hasil akhirnya tampak seperti pada gambar 8.8.

Description

Untuk pengujian hasil pengukuran, silahkan pindahkan obyek penghafan dengan jarak berbeda-beda, maka akan diperoleh jarak berbeda di layar

8.3 Mendeteksi Panas Obyek Dengan Sensor PIR HC-SR501

Modul PIR (passive infrared) adalah modul sensor untuk mendeteksi panas tubuh manusia/hewan. Inti dari module PIR adalah sensor Pyroelectric Yang akan membangkitkan energi saat terkena panas seperti tampak pada Gambar

8.10.

Ketika tubuh manusia atau hewan berada di kisaran sensor, maka sensor akan mendeteksi adanya gerakan karena tubuh manusia atau hewan memancarkan energi panas dalam bentuk radiasi inframerah. Dari situlah nama sensor itu berasal, sebuah sensor Pasif Infra-Red. Istilah “pasif” berarti bahwa sensor tidak menggunakan energi apa pun untuk mendeteksi tujuan, ia hanya bekerja dengan mendeteksi energi yang dilepaskan oleh objek Iain.

Gambar 8.10 Sensor PIR Pyroelectric. (Sumber: howtomechatronics.com)

Modul PIR umumnya dilengkapi dengan penutup yang dirancang khusus, dikenal sebagai lensa Fresnel, bertujuan untuk memfokuskan sinyal infra merah ke sensor pyroelectric seperti tampak pada Gambar 8.12.

Modul PIR mempunyai tiga Pin, yaitu pin Ground, pin VCC sebagai jalur cat.u daya dan pin output yang akan memberi logika HIGH ketika obyek terdetek51. Modul PIR juga memiliki dua potensiometer yang berguna untuk mengatu.r sensitivitas sensor dan mengatur waktu tunda agar sinyal tetap pada kondi51 HIGH saat objek terdeteksi yang bisa disesuaikan mulai dari detik hingga menit. Perhatikan lebih seksama penjelasan pin pada Gambar 8.13.

Gambar 8.11 PIR Tanpa Penutup Gambar 8.12 PIR Dengan Lensa Fresnel

(Sumber: howtomechatronics.com) (Sumber: howtomechatronics.com)

Skenario proyek adalah ketika sensor PIR HC-SR501 mendeteksi adanya panas tubuh maka akan menyebabkan lampu bertegangan 220volt menyala secara otomatisı begitu pula sebaliknya jika sensor PIR tidak mendeteksi panas maka lampu akan mati. Dişini digunakan relay sebagai saklar elektrik untuk menghidupkan dan mematikan lampu 220volt. Relay akan aktif ketika berlogika HİGH dan sebaliknya akan mati ketika berlogika LOW. Waktu tunda relay aktif dapat diatur dari potensiometer delay time pada sensor PIR.

Catatan: Percobaan ini SANGAT BERBAHAYA!!! karena rangkaian melibatkan tegangan 220volt sebagai sumber tegangan lampu

Kebutuhan Bahan

Bahan Jumlah Nilai Keterangan
Modul Relay 1 pcs Relay 1 channel, 5 volt
Modul Sensor PIR HC-SR501 1 pcs
Lampu LED 220 Volt 1 pcs
Stop kontak, kabel dan soket lampu 1 pcs

Diagram Sketch

Kode Program

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

int pinPIRSensor = 2;

int pinRelay=3;

int statusPanas = LOW;

int nilaiSensor =0;

// Atur alamat LC pada 0x27 untuk tampilan LCD 16 karakter 2 baris LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);

void setup() {

pinMode(pinPIRSensor, INPUT); // set pin sensor sebagai input

pinMode(pinRelay, OUTPUT); // set pin relay sebagai output

lcd.init(); // Inisialisasi LCD

lcd.backlight(); // Menghidupkan backlight

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Deteksi Obyek”);

lcd.setCursor(ø,1);

lcd.print(“Sensor PIR “);

delay(3000);

}

void loop() {

// Membaca nilai pin sensor

nilaiSensor = digitalRead(pinPIRSensor);

// Sensor mendeteksi panas

if (nilaiSensor == HIGH) {

lcd.clear();

Icd.setCursor(0,0);

lcd.print(“Obyek Terdeteksi”);

lcd.setCursor(0, 1);

Icd.print(“Lampu Hidup”);

digitalwrite(pinRelay,HIGH);// Relay aktif untuk menghidupkan lampu

}

else

{

lcd.clear();

Icd.setCursor(0, 0);

Icd,print(“AUTO OFF”);

Icd.setCursor(ø, 1);

Icd.print(“Lampu Mati”);

// Sensor tidak mendeteksi panas

digitalwrite(pinRelay, LOW); // Relay tidak aktif dan lampu mati

}

delay(1000);

}

Dari hasil pengujian, ternyata sensor PIR mampu mendektesi panas obyek sampai 3-4 meten Karena modul PIR bersifat auto-off (auto LOW) maka sebaiknya sesuaikan waktu tunda di kondisi HIGH sesuai kebutuhan Anda seperti yang telah dijelaskan dibagian awal. Gambar 8.13 adalah ilustrasi hasil projeknya.

 


  • 0
Description

6. Proyek Keypad dengan Microcontroller Arduino

Tags :

Category : aktifasi pemutar audio dengan sensor gas dan ultrasonic di arduino , ARTIKEL PENDIDIKAN , Belajar Microcontroller Arduino untuk Pemula , Cara Instalasi dan Konfigurasi Microcontroller Arduino , cara membaca kode alamat tombol remote di arduino , Deteksi asap sensor gas MQ2 dengan arduino , Deteksi Kelembaban Tanah memicu kran elektrik dengan arduino , Deteksi Kelembaban Udara dengan Arduino , gerakan servo SG90 otomatis derajat , kendali arah servo SG90 dengan potensiometer , kendali LED dan menampilkan ke LCD dengan arduino , kendali LED dengan bluetooh dan android di arduino , kendali melalui socket tcp/ip dengan esp8266 , komunikasi tcp dan ip melalui ethernet LAN di arduino , membaca koordinat bumi dengan GPS di arduino , Pembuatan Proyek Audio dengan Arduino , Pembuatan Proyek LED dengan Arduino , pemutar lagu MP3 dengan arduino , Pendeteksi Getaran dengan sensor Vibration SW420 , Pendeteksi Warna dengan Sensor Warna TCS230 dan TCS3200 dengan arduino , Pengenalan Microcontroller Arduino , pengendali alat melalaui SMS dengan arduino , perbedaan stepper dan servo di arduino , perngertian motor stepper dan motor servo , Proyek Digital Potensiometer dengan Arduino , Proyek Kendali Jarak Jauh dengan arduino , Proyek Keypad dengan Arduino , proyek kontrol motor DC dengan arduino , Proyek LCD dan OLED dengan Arduino , Proyek Lingkungan deteksi air hujan dengan arduino , Proyek Relay dengan Arduino , proyek robot keseimbangan dengan sensor gyroscope di arduino , proyek robot penghindar halangan dengan remote bluetooth , Proyek Sensor Jarak , sensor keamanan dengan kartu RFID dengan arduino , Ultrasonic HCSR04 dan Sensor PIR HCSR501 dengan Arduino

6. PROYEK KEYPAD DENGAN MICROCONTROLLER ARDUINO

Keypad merupakan salah satu jenis perangkat input-an berupa angka atau huruf. Terdapat beberapa jenis keypad yang bisa diimplementasikan pada Arduino, antara lain: keypad membrane, keypad plastik dan capacitive touch. Khusus keypad membrane dan plastik memiliki cara kerja yang sama, sehingga pemrogramannya pun sama.

Description

6.1 Keamanan Pintu Menggunakan

Password (Door Lock Solenoid, Keypad Membrane & LCD)

Proyek ini bertujuan untuk membuat keamanan pintu (door lock) dengan memanfaatkan solenoid yaitu slot grendel yang diaktifkan oleh magnet listrik Solenoid di-drive oleh transistor darlington TIPI 20 berjenis NPN sebagai penguatan. Jika Anda sulit mendapatkan transistor TIP120 maka Anda dapat menggantinya dengan transistor darlington TIP142 atau yang sejenisnya.

Solenoid secara default bernilai LOW, berarti ujung slot grendel pada kondisi maju atau kondisi mengunci. Ketika solenoid menerima nilai HIGH maka ujung slot grendel akan tertarik ke dalam atau dalam kondisi terbuka.

Description

Skenario proyek adalah bagaimana membuka dan mengunci slot grendel solenoid dengan cara menuliskan password melalui keypad membrane dan input keypad ditampilkan ke layar LCD 12C. Jika password yang dituliskan benar maka ujung solenoid akan ditarik ke dalam atau terbuka, sebaliknya jika password salah maka pesan kesalahan akan ditampilkan pada layar LCD, sekaligus membunyikan speaker (Buzzer) dan slot solenoid tetap dalam kondisi terkunci atau ujungnya maju ke depan. Perhatikan flowchart pada Gambar 6.8.

Gambar 6.8 Flowchart Keamanan Pintu Solenoid

Kebutuhan Bahan

Bahan Jumlah Nilai Keterangan
Jack Socket DC 1 pcs Description
Power supply DC 1 pcs 12 Volt
Solenoid 12 Volt 1 pcs
Diode 1 pcs 1 N4002
Resistor 1 pcs 1K Ohm
Transistor Darlington NPN 1 pcs TIPI 20 / TIPI 42
Buzzer Piezo 5 Volt 1 pcs Description
Keypad Membrane 1 pcs 4X4 Description
LCD 1602 Module

LCM1602 Module

1 pcs

Description

Proyek ini membutuhkan library Keypad.h yang dapat di downoad di https;LZ github.com/Nullkraft/Keypad dan library LiquidCrystal_12C.h (sudah terinstall pada proyek sebelumnya). Kemudian instal library tersebut dari menu Sketch Include Library Add .ZIP Library seperti cara sebelumnya.

Description

Kode Program

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

#include <Keypad.h>

#defne lebarPassword 7

// Inisialisasi library

// Atur alamat LC pada Bx27 untuk tampilan LCD 16 karakter 2 baris LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);

char Data[lebarpassword];// 6 is the number of chars it can hold + the null

char=7

char Master[lebarPassword] = “123456”; // Password (bisa diganti dengan yang

lain)

byte data_count = 0, master_count =0;

bool Password_Benar;

int pinSolenoid = 11; // Solenioid dihubungkan dengan pin 11 Arduino

int pinBuzzer = 13; // Buzzer dihubungkan dengan pin 13 Arduino

const byte ROWS=4;

const byte COLS=4;

// Keypad ukuran 4X4

char hexaKeys[ROWS][COLS]={

{‘1’, ‘2’, ‘3’, ‘A’},

{‘4′,’5’, ‘6’, ‘B’},

{,’,6,’,8,'<L,}

{*’,’@’,“#’,’D’}

};

// Menghubugkan dengan Pin Arduino

byte rowPins[ROWS]={9, 8,7,6};

byte colpins[COLS] ={5,4,3,2};

// Inisialisasi keypad

keypad custonkeypad = Keypad(makeKeymap(hexaKeys),rowPins,colPins, ROWS, COLS);

void setup(){

pinMode(pinSolenoid, OUTPUT);

digitalwrite(pinSolenoid, LOw);// solenoid normal mengunci

pinMode(pinBuzzer, OUTPUT) ;

lcd.init(); // Inisialisasi LCD

{

lcd.backlight(); // Menghidupkan backlight

void loop() {

lcd.setCursor(0,0);

lcd.print(“Password :”);// tampilkan di LCD

char customKey = customKeypad.getKey(); // mendapatkan nilai tombol keypad if (customKey) // Memastikan jika tombol keypad ditekan

{Data[data_count]= customKey;// Menyimpan karakter ke array

lcd.setCursor(data_count, 1); // Menggerakkan kursor untuk menunjukkan penambahan karakter baru

lcd.print(Data[data_count]); // Mencetak karakter

data_count++; // Penambahan data array dengan 1

// Jika index array sama dengan jumlah karakter yang diharapkan maka banding-kan dengan master

if (data_count ==lebarPassword-1)

{

lcd.clear();

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Password : “);

// Bandingkan nilai keypad dengan password (6 digit =”123456”)

if (strcmp(Data, Master)) {

// Jika password salah

digitalwrite(pinSolenoid, LOW); // Solenoid normal mengunci lcd.setCursor(0,1); lcd.print(“Password Salah”); // Pesan password salah ke LCD

// Bunyikan buzzer jika salah

tone(pinBuzzer, 1000); // Kirim siganal suara 1KHz

delay(1000);

noTone(pinBuzzer);

delay(1000);

}

else{

// Jika password salah

digitalwrite(pinSolenoid, HIGH); // Solenoid membuka (menarik ujung sole-noid ke dalam)

lcd.setCursor(0, 1);

lcd.print(“Password Benar”); // Pesan password benar ke LCD

}

delay(3000);

lcd.clear();

clearData();

}

}

void clearData()

{

while (data_count !=0){

Data[data_count–] = 0; // Bersihkan array untuk password baru

}

return;

{

6.2 Capacitive Touch TTP229 16 Channel

Keypad sentuh kapasitif 16 tombol ini didasarkan pada sensor dengan penginderaan akurat hingga 16 titik. Keypad solid state yang ya tahan terhadap lingkungan berdebu, cocok untuk kebutuhan teknis lapangan yang ekstrem.

Proyek keypad capacitive touch ini membutuhkan library TTP229.h yang dapat i-download di https://github.com/Arduin012/ttp229-Arduino dan library LiquidCrystal_12C.h (sudah terinstall pada proyek sebelumnya). Kemudian nstal library tersebut dari menu Sketch -> Include Library Add .ZIP Library Arduino seperti cara sebelumnya.

Gambar 6.10 Instlasi library TTP229

Bahan Jumlah Nilai Keterangan
Capacitive Touch Keypad 1 pcs TTP229
LCD 16×2 Module +LCM1602 I2C 1 pcs Description

Description

Pin SCL dan pin SDO sensor touch dihubungkan ke Pin D2 dan pin D3 Arduino. Pin VCC dan GND sensor touch dihubungkan ke tegangan 5V dan GND Arduino. Jumper atau hubungkan singkat pada PI (pin 3 dan pin 4) dan P2 (pin 5) seperti tampak pada diagram sketch di atas.

Kode Program

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

#include <TTP229.h>

#define pinSCL 2// Hubungkan pin SCL TTP229 ke pin 2 Arduino

#define pinSDo 3 // Hubungkan pin SDO TTP229 ke pin 3 Arduino

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,16,2);

TTP229 sensorTouch(pinSCL,pinSDO); // Instansiasi objek sensor

int old =0;

void setup() {

Serial.begin(9600);

pinMode(pinSCL, OUTPUT);

pinMode(pinSDO, INPUT);

lcd.init();

lcd.backlight();

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“Angka :”);

}

void loop(){

int Key = getkey();

if(Key!=0&Key!= old)

{

Serial.print(“TEKAN —>“);

Serial.print1n(Key);

lcd.clear();

lcd.setCursor(0,1);

lcd.print(“Tombol Angka: “ + String(Key));

}

old=Key;

}

byte getkey(void)

{

byte cnt;

byte num=0;

for(cnt=1;cnt<17; cnt++)

{

digitalwrite(pinSCL, LOW);

if (digitalRead(pinSDO) ==0)

num=cnt;

digitalwrite(pinSCL,HIGH);

}

return num;

}

Jika program tersebut dijalankan maka akan dihasilkan dua output ketika capasitive touch disentuh, yaitu menampilkan angka ke serial monitor dan ke LCD, seperti tampak pada Gambar 6.8.

Gambar 6.11 Menampilkan Angka Sesuai Penekanan Tombol Capacitive. Angka yang muncul sesuai dengan tombol yang disentuh

6.3 Capacitive Touch Sensor Catalex TTP223

Sensor sentuh catalex TTP223 adalah contoh lain dari capacitive touch, bentuknya sederhana karena hanya membutuhkan satu tombol untuk menggunakannya. Sensor catalex TTP223 terdiri dari 3 pin, antara lain SIG (signal output), VCC (dihubungkan dengan tegangan positive Arduino) dan GND (dihubungkan dengan GND Arduino) seperti tampak pada Gambar 6.12

Description

Aktif atau tidaknya sensor ditentukan oleh nilai HIGH dan Low pin Proyek kali ini cukup sederhana yaitu menghidupkan dan mernatikan sekaligus menampilkan tulisan “LED Hidup” dan “LED Mati” pada saat sensor disentuh. Prinsip kerjanya sama dengan penggunaan saklar push botton pada proyek sebelumnya

Kebutuhan Bahan

Bahan Jumlah Nilai Keterangan
Modul Sensor Capacitive Touch Catalex 1 pcs
Modul OLED (0.96″) 1 pcs

Diagram Sketch

Kode Program

#include <SPI.h>

#include <Wire.h>

#include <Adafruit_GFX.h>

#include <Adafruit_SSD1306.h>

#include <Adafruit_TFTLCD.h>

#define pinLED 2

#define pinTouch 3

#define OLED_RESET 4

Adafruit_SSD1306 display(OLED_RESET);

void setup() {

pinMode(pinLED, OUTPUT);

pinMode(pinTouch, INPUT);

digitalwrite(pinLED, LOW);

display.begin(SSD1306_SWITCHCAPVCC, øxЗC); // inisialisasi OLED 128×64 atau 0.96”

display.clearDisplay(); // Bersihkan layar OLED

display.setTextColor(BLACK, WHITE); // Background teks inverse

display.setCursor(26, 14); // Posisi koordinat tulisan (x,y)

display.println(“SENTUH AKU!”); // Cetak tulisan

display.display(); // buffer setting

delay(3000); // tunda 3 detik

}

void loop(){

int val = digitalRead(pinTouch);

if(val == HIGH){

digitalwrite(pinLED, HIGH);

display.clearDisplay();

display.setTextColor(WHITE);

display.setCursor(26, 5);

display.println(“SENTUH AKU!”);

display.setCursor(20,15);

display.println(“— LED HIDUP —”);

display.display();

} else {

digitalwrite(pinLED, LOW);

display.clearDisplay();

display.setTextColor(WHITE);

display.setCursor(26, 5);

display.println(“SENTUH AKU!”);

display.setCursor(26, 15);

display.println(“LED MATI”);

dísplay.display();

}

}

Hasil akhir proyek tampak pada Gambar 6.13 dan Gamar 6.14

Description

Description

 


  • 0
Description

5. Proyek Layar LCD dan OLED dengan Arduino

Tags :

Category : aktifasi pemutar audio dengan sensor gas dan ultrasonic di arduino , ARTIKEL PENDIDIKAN , Belajar Microcontroller Arduino untuk Pemula , Cara Instalasi dan Konfigurasi Microcontroller Arduino , cara membaca kode alamat tombol remote di arduino , Deteksi asap sensor gas MQ2 dengan arduino , Deteksi Kelembaban Tanah memicu kran elektrik dengan arduino , Deteksi Kelembaban Udara dengan Arduino , gerakan servo SG90 otomatis derajat , kendali arah servo SG90 dengan potensiometer , kendali LED dan menampilkan ke LCD dengan arduino , kendali LED dengan bluetooh dan android di arduino , kendali melalui socket tcp/ip dengan esp8266 , komunikasi tcp dan ip melalui ethernet LAN di arduino , membaca koordinat bumi dengan GPS di arduino , Pembuatan Proyek Audio dengan Arduino , Pembuatan Proyek LED dengan Arduino , pemutar lagu MP3 dengan arduino , Pendeteksi Getaran dengan sensor Vibration SW420 , Pendeteksi Warna dengan Sensor Warna TCS230 dan TCS3200 dengan arduino , Pengenalan Microcontroller Arduino , pengendali alat melalaui SMS dengan arduino , perbedaan stepper dan servo di arduino , perngertian motor stepper dan motor servo , Proyek Digital Potensiometer dengan Arduino , Proyek Kendali Jarak Jauh dengan arduino , Proyek Keypad dengan Arduino , proyek kontrol motor DC dengan arduino , Proyek LCD dan OLED dengan Arduino , Proyek Lingkungan deteksi air hujan dengan arduino , Proyek Relay dengan Arduino , proyek robot keseimbangan dengan sensor gyroscope di arduino , proyek robot penghindar halangan dengan remote bluetooth , Proyek Sensor Jarak , sensor keamanan dengan kartu RFID dengan arduino , Ultrasonic HCSR04 dan Sensor PIR HCSR501 dengan Arduino

5. PROYEK LAYAR LCD DAN OLED DENGAN ARDUINO

LCD (Liquid Crystal Display) adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. Terdapat beberapa ukuran LCD yang dapat diterapkan pada Arduino, perbedaannya adalah jumlah baris dan kolom yang bisa ditampung. Setiap baris dan kolom mewakili banyaknya karakter, misalnya LCD 16X2 berarti LCD terdiri dari 16 kolom dan 2 baris (total 32 karakter), ada pula yang berukuran LCD 16X4 yang terdiri dari 16 kolom, 4 baris (total 64 karakter), seperti tampak Gambar 5.1 dan Gambar 5.2.

Gambar 5.1. LCD 16X2 Karakter Gambar 5.2. LCD 16X4 Karakter Ada dua cara untuk mengakses LCD melalui Arduino, yaitu:

  • Paralel, memanfaatkan semua pin LCD 16X2 yang ada. Kekurangannya adalah boros penggunaan pin Arduino dan instalasi lebih rumit.
  • Serial, memanfaatkan module 12C pada LCD 16X2, dimana pin yang dibutuhkan cuma 2 yaitu SDA dan SCL. Kelebihannya adalah hemat pin Arduino sehingga pin kosong bisa digunakan untuk kebutuhan Iainnya dan instalasi sederhana. Sedangkan kekurangannya adalah harus menambah module 12C.

Sedangkan OLED (Organic Light-Emitting Diode) atau diode cahaya organik adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik. OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layaL Teknologi ini terkenal fleksibel karena ketipisannya. Berbagai jenis produk OLED dapat diimplementasikan pada Arduino dengan resolusi berbeda-beda. Pada umumnya OLED menggunakan antarrnukał interface 12C seperti tampak pada Gambar 5.3 dan Gambar 5.4.

Gambar 5.3 Modul OLED Resolusi 128X32 Gambar 5,4 Modul OLED Resolusi 128X64

5.1 Proyek LCD 16X2 Secara Paralel

Proyek ini bertujuan menampilkan string ke LCD 16X2 secara paralel dengan memanfaatkan semua pin yang ada. Proyek ini juga disertai dengan pengaturan tingkat kecerahan backlight LCD dengan menggunakan Trimer / Potensiometer.

Gambar 5.5. Pinout LCD 16X2

Diagram Sketch

Kebutuhan Bahan

Bahan Jumlah Nilai Keterangan
Modul LCD 1 pcs
Variable Resistor /

Potensiometer / Trimmer

1 pcs 5K- 10K
Resistor % watt 1 pcs 220 Ohm

Rangkai semua komponen seperti pada Diagram Sketch. Kemudian buka aplikasi IDE Android dan tambahkan library Liquid Crystal dari menu Sketch Include Library LiquidCrystal seperti tampak pada Gambar 5.6.

Description

Kode Program

#include <LiquidCrystal.h>

// Membuat objek LCD. Parameter: (rs, enable, d4, d5, d6, d7)

const int rs = 12, enable = 11,d4=5,d5=4,d6=3,d7=2;

LiquidCrystal lcd(rs, enable, d4, d5, d6,d7);

void setup(){

// Inisialisasi interface ke layar LCD dan menentukan dimensi lebar dan ting-gi dari layar

lcd.begin(16,2);

}

void loop() {

lcd.print(“Arduino”);// Cetak “Arduino” pada LCD

delay(3000);

lcd.setCursor(2,1); //Atur lokasi teks dimulai dari kolom 2 baris 1

lcd.print(“LCD Tutorial”); // Cetak “LCD Tutorial” pada LCD

delay(3000); // Tunda 3 detik

lcd.clear(); // Membersihkan layar

lcd.blink(); // Kedip kursor LCD

delay(4000); // Tunda 4 detik

lcd.setCursor(7,1); // Atur lokasi teks dimulai dari kolom 4 baris 1

delay(3000); // Tunda 3 detik

lcd.noBlink(); // Mematikan kedip kursor LCD

lcd.cursor(); // Menampilkan underscore/garis bawah pada posisi

karakter berikutnya

delay(4000); // Delay 4 detik

lcd.noCursor(); // Menyembunyikan kursor LCD

lcd.clear(); // Membersihkan layar LCD

}

Jika kode program sukses diupload ke Arduino maka Anda bisa mengatur tingkat kecerahan background LCD dengan cara memutar trimmer/potensiometer dengan obeng ke kiri atau ke kanan.

5.2 Proyek LCD 16X2 Secara Serial 12C Dengan Modul LCM1602

Proyek LCD 16X2 mode serial menggunakan protokol komunikasi data Bus 12C (inter-integrated circuit) yang membutuhkan tambahan module LCM1602.

Penggunaan protokol komunikasi Bus 12C ditandai oleh penggunaan pin SDA (serial data) dan SCL (serial clock). Module LCM1602 bertindak sebagai alat konversi dari mode paralel ke serial. Module LCM1602 disolderkan di bagian belakang LCD seperti tampak pada Gambar 5.8.

Description

Description

Setelah module LCM1602 disolder ke module LCD1602, selanjutnya hubungkan VCC module LCM1602 ke tegangan 5volt Arduino, hubungkan GND LCM1602 ke GND Arduino, hubungkan pin SDA LCM1602 ke pin A5 (pin SDA Arduino) dan hubungkan pin SCL LCM1602 ke pin A4 (pin SCL Arduino).

Langkah berikutnya adalah menambahkan library Arduino-LiquidCrystal-12C. library-master.zip ke IDE Arduino. Terdapat tiga cara untuk instalasi library baru ke dalam IDE Arduino:

  • Install Library Secara Online

Buka aplikasi IDE Arduino, pilih menu Sketch-> Include Library -> Manage Libraries. Kemudian cari dengan kata kunci Liquid Crystal, seperti tampak pada Gambar 5.10.

Description

Secara default instalasi library akan ditempatkan pada folder C:\Users\Nama User\Documents\Arduino\libraries, tergantung konfirgurasi foldersketchbook Arduino. Lokasi direktori sketchbook Arduino dapat dilihat di menu File Preferences Sketchbook location seperti tampak pada Gambar 5.11.

Description

  • Install Library Melalui File ZIP

Download library Liquid_Crystal_I2C di https://github.com/fdebrabanderArduino-LiquidCrystal-12C-library Kemudian pilih menu Sketch Include Library Add ZIP Library, pilih file ZIP yang sudah di download sebelumnya. Letak folder library akan sama dengan cara pertama.

• Instalasi Library Secara Manual

Download library Liquid_Crystal_12C di https://github.com/fdebrabanderArduino-LiquidCrystal-12C-library. kemudian uraikan file Arduino. LiquidCrystal-12C-library-master.zip ke folder C:\\Program Files\ Arduino\libraries seperti tampak pada Gambar 5.10. Setelah itu lakukan refresh aplikasi IDE Arduino dengan cara menutup dan membuka kernbali IDE Arduino.

Description

Catatan: Anda dapat memilih salah satu cara dari tiga cara instalasi libraty di atas. Untuk proyek selanjutnya akan berlaku sama jika terdapat penambahan library baru, sehingga kami tidak akan mengulasnya kembali bagaimana cara instalasi library ke dalam IDE Arduino

Kode Program

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

// String yang dicetak ke LCD

char array1[ ] = “ Horeee aku bisa Arduino Sekarang” ;

char array2[ ] = “ Hello, World!”;

int tunda =500; // waktu tunda

// Inisialisasi library

// Atur alamat LC pada 0x27 untuk tampilan LCD 16 karakter 2 baris LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);

void setup()

{

// Inisialisasi LCD lcd.init();

// Menghidupkan backlight

lcd.backlight();

}

void loop()

{

lcd.setCursor(15, 0); // set kursor kolom 15, baris 0

for (int positionCounter1 = 0; positionCounter1 < 26; positionCounter1++)

lcd.scrollDisplayLeft(); //Scroll konten dari layar ke kiri.

lcd.print(array1[positionCounter1]); // Cetak pesan ke LCD. delay(tunda); //tunda 500 microseconds

}

lcd.clear( ); // Bersihkan layar LCD dan memposisikan kursor di kiri atas pojok.

lcd.setCursor(15, 1); // set kursor di kolom 15, baris 1

for(int positionCounter = 0; positionCounter < 26; positionCounter++)

lcd.scrollDisplayLeft(); //Scroll konten layar satu spasi ke kiri.

lcd.print(array2[positionCounter]); // Cetak pesan ke LCD.

delay(tunda); // Tunda 500 microseconds

lcd.clear(); // Bersihkan layar LCD dan memposisikan kursor di kiri atas pojok.

}

Kode program tersebut di atas adalah untuk membuat tulisan berjalan pada LCD 12C. Sekarang kita coba kembangkan lagi proyek deteksi suhu udara dengan sensor LM35 yang sudah kita buat sebelumnya, yaitu menampilkan hasil pengukuran suhu ke layar LCD 12C. Berikut diagram sketchnya

Kode Program

Kode Program

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

int pinRelay = 8; // Pin S Relay ke Pin 8 Arduino

int pinLED=9; // Pin LED Resistor ke Pin 9 Arduino

int pinLM35=A0; // pin LM35 ke Pin A0 Arduino(analog)

// Atur alamat LC pada ex27 untuk tampilan LCD 16 karakter 2 baris LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);

void setup(){

lcd.init(); // Inisialisasi LCD

lcd.backlight(); // Menghidupkan backlight

lcd.setCursor(0, 0);

lcd.print(“INDIKATOR SUHU”); // tampilkan di LCD

delay(4000); // tunda 4 detik

lcd.clear();

Serial.begin(9600);

pinMode(pinLED, OUTPUT);

pinMode(pinRelay, OUTPUT);

pinMode(pinLM35, INPUT);

}

void loop() {

int suhucelcius = getTemperatureCel(pinLM35);

int suhufarenheit = celsius_to_fahrenheit(suhucelcius);

// Tampilkan suhu ke LCD

lcd.clear(); // Bersihkan layar LCD

lcd.setCursor(0,0);

lcd.print(“Celcius: “ + String(suhucelcius));

lcd.setCursor(0,1);

lcd.print(“Farenheit: “ + String(suhufarenheit));

// Menampilkan nilai sensor LM35

Serial.println(“Temperatur Celcius: “ + String(suhucelcius) +“ – “ +“Faren-heit: “ + String(suhufarenheit));

delay(1000);

if(suhucelcius >=34){

// Mengaktifkan relay ON dan menghidupkan kipas angin

// jika temperatur lebih dari sama dengan 34 derajat celcius

digitalwrite(pinLED, HIGH);

digitalwrite(pinRelay, HIGH);

} else {

digitalwrite(pinLED, LOW);

digítalWrite(pinRelay, LOW);

}

}

int getTemperatureCel(int pin){

int val = analogRead(pin);

float mv=( val / 1024.0) * 5000;

float cel= mv/ 10;

return(cel);

}

int celsius_to_fahrenheit(float cel) {

float farh =(cel * 9) / 5 + 32;

return (farh);

}

5.3 Menampilkan Tanggal & Jam di Layar OLED

Proyek ini bertujuan untuk menampilkan informasi tanggal dan jam secara realtime ke layar OLED yang beresolusi 128×64 pixel. Untuk mendapatkan informasi tanggal dan jam dibutuhkan modul real-time clock RTC-DS3231 seperti tampak pada Gambar 5.15.

Gambar 5.15 Rea/ Time Clock DS3231

Bahan Jumlah Nilai
Modul OLED Pixel SSDI 306 1 pcs
Modul Real Time Clock DS3231 1 pcs
Resistor ¼ watt 2 pcs 4.7K

Kebutuhan Bahan

Description

Rangkai semua komponen seperti tampak pada diagram sketch. Di sini ditambahkan resistor pull-up bernilai 4.7K ohm yang terhubung dengan tegangan positif dan terhubung pula dengan pin SDA dan pin SCL dari modul OLED dan modul RTC. Fungsi utama resistor pull-up dan pull-down (bila resistor terhubung ke ground) adalah untuk mencegah kesalahan pembacaan akibat nilai mengambang (floating) pada suatu rangkaian, agar terdefinisi menjadi nilai “HIGH” dan “LOW” dengan benar.

Description

Rangkaian pull-down atau pull-up sering digunakan pada push-button atau rangkaian yang berbagi sumber daya secara bersama pada diagaram sketch di atas, dimana anatarmuka lc pin SDA dan pin SCL pada modul RTC-DS3231 dan modul OLED saling terhubung ke pin SDA dan pin SCL Arduino.

Pada contoh proyek kali ini dibutuhkan tiga library pendukung, antara lain:

Instal semua library file .zip di atas melalui menu Sketch -> Include Library Add .ZIP Library atau instal secara online pada menu Sketch -> include Library -> Managed Libraries.

Description

Description

Berikut fungsi-fungsi di dalam library DS3231 yang sering digunakan:

  1. setTime (hour,minute,second);

fungsi : Setting/adjust waktu pada RTC

contoh : rtc.setTime (10, 30, 00); //jam 10 menit 30 detik 00

  1. setDate (date,month,year);

fungsi : Setting/adjust tanggal pada RTC

contoh : rtc.setDate (1, 8, 2016); //tanggal 1 Agustus 2016

  1. setDow (uint8_t dow);

fungsi Setting/adjust urutan Hari dalam Minggu (0-6 untuk minggusabtu), setDow akan berpengaruh pada setDate

contoh : rtc.setDow (1); //setting hari sebagai Senin

  1. getTimeStr ();

fungsi : Mengambil data Waktu dari RTC,hasil berupa String

contoh : rtc.getTimeStr(); > > result : 09:30:33 //jam 9, menit ke 30, detik ke 33

  1. getDateStr ();

fungsi : Mengambil data Tanggal dari RTC,hasil berupa String

contoh : rtc.getDateStr(); >>result : 01.05.2016 //tanggal 1 Mei 2016

  1. getDowStr (uint8_t);

fungsi : Mengambil data nama Hari dari RTC,hasil berupa String (English Name)

contoh : rtc.getDowStr(); > > Result : Monday //day Long

contoh : rtc.getDowStr(1); >>Result : Mon //day Short

contoh : rtc.getDowStr(2); >>Result : Monday //day Long

  1. getMonthStr (uint8_t);

fungsi Mengambil data nama Bulan dari RTC,hasil berupa String (English Name)

contoh . rtc.getMonthStr(); > > Result : January //day Long

contoh . rtc.getMonthStr(1); >>Result : Jan //day Short

contoh rtc.getMonthStr(2); >>Result : January //day Long

Kode Program

#include <SPI.h>

#include <Wire.h>

#include <DS3231.h>

#include <Adafruit_GFX.h>

#include <Adafruit_SSD1306.h>

#include <Adafruit_TFTLCD.h>

#include <Fonts/FreeSansBold18pt7b.h>

#define OLED_RESET 4

Adafruit_SSD1306 display(OLED_RESET);

DS3231 rtc(SDA,SCL);

//DS3231 rtc();

void setup(){

rtc.begin();

// setting tanggal dilakukan hanya satu kali, disesuaikan dengan tanggal komputer

// selanjutnya beri tanda remark “//” agar tidak diset ulang

// Bila RTC DS3231 di isi battery maka tidak perlu set tanggal lagi //

//——————————————

// rtc.setDOW(MONDAY); // Set Day-of-Week to SUNDAY

// rtc.setTime(10,17,8);// set the time to 12:00:00(24hr format)

// rtc.setDate(17,9, 2018); // Set the date to June 6th,2017

//——————————————

display. begin(5S01306_SwITCHCAPVCC, ex3C); // inisialisasi OLED 128×64 atau 0.96”

display.clearDisplay(); // Bersihkan layar OLED

display.setTextColor(WHITE); // Atur warna tulisan putih

display.setFont(&FreeSansBold18pt7b); // Ubah jenis foont, cek di folder C:\

rogram Files (x86)\Arduino\libraries\Adafruit-GFX-Library-master

display.setCursor(ø, 27); // Posisi koordinat tulisan (x,y)

display.print(“DS”); // Cetak tulisan ‘DS’

display.setFont(); // Kembalikan jenis font menjadi normal

display.setCursor(75, 7); // Posisi koordinat tulisan(x,y)

display.println(“Hore”); // Cetak tulisan

display.setCursor(56, 16); // Posisi koordinat tulisan(x,y)

display.println(“Aku Bisa !!”);

display.fllRect(53, 2, 73, 2, WHITE);

display.fillRect(53, 26, 73, 2, WHITE);

display.display(); // Terapkan konfgurasi OLED

delay(4000);

display.clearDisplay(); // Bersihkan layar OLED

display.setFont(); // Kembalikan jenis font menjadi normal

display.setTextColor(WHITE);

display. setCursor(22, 14);

display·println(“Proyek OLED”);

display.display();

delay(5000);

display.clearDisplay();

}

void loop(){

tampilHari();

}

void tampilHari() {

String jam, menit, detik;

Time waktu = rtc.getTime();

display.clearDisplay();

display.setTextColor(WHITE);

display.setTextSize(2);

display. setCursor(0,0);

if (waktu.hour <10) {

jam = “0” + String(waktu.hour);

} else{

jam = String(waktu.hour);

}

íf (waktu.min < 10) {

menit = “0” + String(waktu.min);

} else {

menit = String(waktu.min);

}

if(waktu.sec < 10) {

detik =“0”+ String(waktu.sec);

} else {

detik = String(waktu.sec);

}

display.print(jam +“:” + menit);

display.setTextSize(1);

display. setFont(&FreeSansBold18pt7b);

display.setCursor(76,28);

display.print(detik);

display.setFont();

display.drawRect(70, θ, 51, 32, WHITE);

display.setTextSize(1);

display.setCursor(0, 16);

display.print(rtc.getDoWStr());

display.setCursor(8, 25);

display-print(rtc. getDateStr());

display.display();

}

Description

 


  • 0

3. Proyek LED dengan Arduino

Tags :

Category : aktifasi pemutar audio dengan sensor gas dan ultrasonic di arduino , ARTIKEL PENDIDIKAN , Belajar Microcontroller Arduino untuk Pemula , Cara Instalasi dan Konfigurasi Microcontroller Arduino , cara membaca kode alamat tombol remote di arduino , Deteksi asap sensor gas MQ2 dengan arduino , Deteksi Kelembaban Tanah memicu kran elektrik dengan arduino , Deteksi Kelembaban Udara dengan Arduino , gerakan servo SG90 otomatis derajat , kendali arah servo SG90 dengan potensiometer , kendali LED dan menampilkan ke LCD dengan arduino , kendali LED dengan bluetooh dan android di arduino , kendali melalui socket tcp/ip dengan esp8266 , komunikasi tcp dan ip melalui ethernet LAN di arduino , membaca koordinat bumi dengan GPS di arduino , Pembuatan Proyek Audio dengan Arduino , Pembuatan Proyek LED dengan Arduino , pemutar lagu MP3 dengan arduino , Pendeteksi Getaran dengan sensor Vibration SW420 , Pendeteksi Warna dengan Sensor Warna TCS230 dan TCS3200 dengan arduino , Pengenalan Microcontroller Arduino , pengendali alat melalaui SMS dengan arduino , perbedaan stepper dan servo di arduino , perngertian motor stepper dan motor servo , Proyek Digital Potensiometer dengan Arduino , Proyek Kendali Jarak Jauh dengan arduino , Proyek Keypad dengan Arduino , proyek kontrol motor DC dengan arduino , Proyek LCD dan OLED dengan Arduino , Proyek Lingkungan deteksi air hujan dengan arduino , Proyek Relay dengan Arduino , proyek robot keseimbangan dengan sensor gyroscope di arduino , proyek robot penghindar halangan dengan remote bluetooth , Proyek Sensor Jarak , sensor keamanan dengan kartu RFID dengan arduino , Ultrasonic HCSR04 dan Sensor PIR HCSR501 dengan Arduino

3. PROYEK LED DENGAN ARDUINO

LED (Light Emiting Diode) banyak digunakan sebagai indikator berlangsungnya proses, awal proses atau berakhirnya proses pada sistem microcontroller, sehingga pengguna dapat mengetahui proses yang sedang terjadi. LED memiliki polaritas Plus dan minus, biasanya posisi Plus tegangan ditandai dengan kaki yang lebih panjang dari yang lainnya, seperti tampak pada Gambar 3.1.

Description

3.1 LED Berkedip Bergantian

Tujuan proyek ini adalah menghidupkan dan mematikan 3 LED secara bergantian selama 2 detik untuk setiap LED secara terus menerus.

Kebutuhan Bahan

Bahan

Jumlah

Nilai

Keterangan

LED 5MM

Resistor ¼ watt

3 pcs

3 pcs

220 Ohm

Warna Merah, kuning dan hijau

Diagram Sketch

Kode Program

int ledPinMerah = 8; // Pinout 8 ke kaki LED positif LED Merah

int ledPinKuning = 9; // Pinout 9 ke kaki LED positif LED Kuning

int ledPinHijau = 10; // Pinout 10 ke kaki LED positif LED Hijau

void setup() {

pinMode(lcdPinmerah, OUTPUT);

pinMode(lcdPinKuning, OUTPUT);

pinMode(lcdPinHijau, OUTPUT);

}

void loop() {

digitalWrite(lcdPinMerah, HIGH); // LED Merah Hidup

digitalWrite(lcdPinKuning, LOW); // LED Kuning Mati

digitalWrite(lcdPinHijau, LOW); // LED Hi jau Mati

delay(2000); // Tunda 2000ms atau 2 detik

digitalWrite(lcdPinMerah, LOW); // LED Merah Mati

digitalWrite(lcdPinKuning, HIGH); // LED Kuning Hidup

digitalWrite(lcdPinHijau, LOW); // LED Hi jau Mati

delay(2000); // Tunda 2000ms atau 2 detik

digitalWrite(lcdPinmerah, LOW); // LED merah Mati

digitalWrite(lcdPinKuning, LOW); // LED Kuning mati

digitalWrite(lcdPinHijau, HIGH); // LED Hi jau Hidup

delay(2000); // T unda 2ØOØrns atau 2 detik

}

3. 2 Kontrol LED Dengan Push Button

Description

Tujuan proyek ini adalah untuk menghidupkan dan mematikan setiap LED dari tiga LED yang tersedia dengan menggunakan saklar push button. Kondisi hidup atau mati setiap LED dikendalikan oleh saklar push button. Adapun pemahaman kaki saklar push button seperti tampak pada Gambar 3.3

Kebutuhan Bahan

Bahan Jumlah Nilai Keterangan
LED 5MM 3 pcs Warna merah, kuning dan hijau
Resistor 1/4 watt 3 pcs 10K
Resistor 1/4 watt 3 pcs 220 Ohm – 470 Ohm
Saklar push button 3 pcs Description

Description

Kode Program

int ledPinMerah = 8; // Pinout 8 ke kaki LED positif LED Merah

int ledPinKuning = 9; // Pinout 9 ke kaki LED positif LED Kuning

int ledPinHijau = 10; // Pinout la ke kaki LED positif LED Hijau

int buttonPinMerah 11 ; // Pushbutton Merah dihubungkan dengan pin 11

int buttonPinKuning = 12 ; // Pushbutton Kuning dihubungkan dengan pin 12

int buttonPinHijau = 13; // Pushbutton Hijau dihubungkan dengan pin 13

void setup() {

pinMode(IedPinMerah, OUTPUT) ;

pinMode(ledPinKuning, OUTPUT) ;

pinMode(ledPinHijau, OUTPUT) ;

digitalWrite(ledPinMerah, LOW) ;

digitalWrite(IedPinKuning, LOW);

digitalWrite(IedPinHijau, LOW);

pinMode(buttonPinMerah, INPUT);

pinMode(buttonPinKuning, INPUT);

pinMode(buttonPinHijau, INPUT);

void 1oop() {

// Jika saklar push button Merah ditekan

if (digitalRead(buttonPinMerah) == HIGH) {

digitalwrite(ledPinMerah, HIGH); // LED Merah hidup

} else {

digitalwrite(ledPinMerah, LOW); // LED Merah mati

}

// Jika saklar push button Kuning ditekan

if (digitalRead(buttonPinKuning) ==HIGH) {

digitalwrite(ledPinKuning, HIGH); // LED Kuning hidup

} else {

digitalwrite(ledPinKuning, LOW); // LED Kuning mati

}

// Jika saklar push button Hijau ditekan

if (digitalRead(buttonPinHijau) == HIGH) {

digitalwrite(ledPinHijau, HIGH); // LED Hijau hidup

} else { digitalwrite(ledPinHijau, LOW); // LED Hijau mati

}

}

3.3 Fading LED Dengan Potensiometer

Bahan Jumlah Nilai Keterangan
LED 5MM 1 pcs Warna bebas
Resistor 1/4 watt 1 pcs 220 Ohm – 470 Ohm
Potentiometer Mono 1 pcs 10 K -50K

Tujuan proyek ini adalah untuk mengatur tingkat intensitas kecerahan LED yang dimulai dari kondisi mati sampai terang dengan menggunakan potensiometer. Karena komponen potensiometer bekerja secara analog maka kita harus memanfaatkan pin analog sebagai masukkan.

Kebutuhan Bahan

Description

Kaki LED positif dihubungkan ke resistor 220 ohm,kemudian kaki resistor dihubungkan ke pin D8 Arduino, sedangkan kaki negatifLED dihubungkan dengan ground Arduino. Kaki sebelah kiri potensiometer dihubungkan ke ground Arduino, kaki tengah potensiometer dihubungkan ke pin analog A0 Arduino dan kaki sebelah kanan potensiometer dihubungkan ke tegangan 5 volt Arduino.

Kode Program

const int LEDPin=8; // Kaki LED positif dihubungkan ke pin 8

const int POTPin = A0; // Kaki tengah potensiometer dihubungkan ke pin analog A0

int nilaiPotensiometer =0;

int nilaiOutput = 0; // asumsi bahwa posisi potensio dimulai paling kiri

void setup(){

// Inisialisasi komunikasi serial dengan kecepatan 9600 bps

Serial.begin(9600); // Baudrate disesuaikan dengan baudrate serial monitor

pinMode(LEDPin, OUTPUT);

pinMode(POTPin, INPUT);

}

void loop() {

// Mendapatkan nilai pembacaan potensiometer

nilaiPotensiometer = analogRead(POTPin);

// Mentransformasi atau memetakan nilai pembacaan potensiometer

// antara 0-1023 (nilai analog) menjadi antara 0-255

// dengan menggunakan fungsi map Arduino

nilaiOutput = map(nilaiPotensiometer, θ, 1023, ø, 255);

// Mengatur tingkat kecerahan LED antara 0-255

analogWrite(LEDPin, nilaioutput);

// Cetak hasilnya ke Serial Monitor

Serial.print(“\n Nilai analog potensiometer (0-1023) = “);

Serial.print(nilaiPotensiometer);

Serial.print(“\n Output tingkat kecerahan (0-255)=“);

Serial.print(nilaiOutput); //Tunda 10ms setiap kali ada pergesaran nilai potenstiometer

delay(10);

}

Program di atas menggunakan fungsi map yang berguna untuk mentransformasi nilai dengan rentang tertentu yang di-skala menjadi rentang nilai baru sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, secara default semua input yang bersumber dari input analog berkisar antara 0 sampai 1023, kemudian ditransformasi menjadi rentang nilai baru antara 0 sampai 255.

Proyek juga menggunakan mode PWM (pulse width modulation), biasanya ditandai dengan fungsi analogWrite() yang melibatkan nilai antara 0 sampai 255. Sedangkan mode digital umumnya menggunakan fungsi digitalWrite() yang melibatkan dua nilai saja yaitu HIGH dan LOW.

Pada program di atas juga dikenalkan fungsi komunikasi serial yang ditandai dengan inisialisasi Serial.begin. Sedangkan fungsi Serial.print() bertujuan untuk menampilkan variabel nilai angka atau string ke monitor yang berguna saat proses debug kode program..

Untuk membaca output ke serial monitor dengan cara buka menu Tools -> Serial Monitor. Kemudian sesuaikan kecepatan transfer data (baudrate) antara serial monitor dengan kecepatan pada kode program. Sebagai contoh kecepatan transfer data adalah 9600 bps.

Setelah itu lakukan upload program ke Arduino. Putar potensiometer ke kanan atau ke kiri, perhatikan perubahan nilai yang sedang terjadi pada layar serial monitor seperti tampak pada Gambar 3.4.

3.4 RGB LED

LED RGB adalah LED yang terdiri dari 3 warna dasar antara Iain warna merah, hijau dan biru dalam satu LED tunggal. Terkadang demi kesederhanaan perancangan, cukup digunakan satu LED namun memiliki tiga warna berbeda. Dengan mengatur kompisisi warna dasar RGB akan diperoleh kombinasi warna yang lebih kaya.

Gambar 3.5 Pin LED 3 Warna RGB Gambar 3.6 Komposisi Warna Dasar R6B

Kebutuhan Bahan

Bahan Jumlah Nilai Keterangan
LED RGB 1 pcs
Resistor 1/4 watt 3 pcs 220 Ohm – 470 Ohm

Diagram Sketch

Setiap kaki LED dihubungkan ke resistor antara 470Q dan ujung kaki resistor lainnya dihubungkan ke pin Db pin D9 dan pin DIO Arduino. Sedangkan pin negatif LED dihubungkan ke ground Arduino.

Kode Program

int pinMerah=8; // Pin Led Merah dari resistor

int pinHijau=9; // Pin Led Hijau dari resistor

int pinBiru =10; // Pin Led Biru dari resistor

void setup(){

pinMode(pinMerah, OUTPUT);

pinMode(pinHijau, OUTPUT);

pinMode(pinBiru, OUTPUT);

}

void loop() {

aturWarna(255, 0, 0); // Warna Merah

delay(1000);

aturWarna(0, 255, 0); // Warna Hijau

delay(1000);

aturwarna(0, 0, 255); // Warna Biru

delay(1000);

aturWarna(255, 255, 255); // Warna Putih

delay(1000);

aturwarna(170, 0, 255); // Warna Ungu

delay(1000);

void aturWarna(int nilaiMerah, int nilaiHijau, int nilaiBiru) {

analogwrite(pinMerah, nilaiMerah);

analogWrite(pinHijau, nilaiHijau);

analogWrite(pinBiru, nilaiBiru);

}

Pada bagian ini dikenalkan pula bagaimana membuat fungsi buatan sendiri yang bernama aturWarna(). Fungsi umumnya terdiri dari nama fungsi, variabel parameter dan badan fungsi (berisi kode program). Fungsi bisa bernilai balik atau tidak. Fungsi bisa dipanggil berulang-ulang jika diperlukan pada badan void loop, sehingga program menjadi lebih efisien.

 


  • 0

Pemrograman Arduino Menggunakan ArduBlock

Perkembangan Microcontroller Arduino sangatlah pesat dan mulai dipelajari oleh berbagai kalangan pendidikan dan profesional. Arduino Uno sebagai papan elektronis yag berukuran seperti kartu kredit telah menjadikan siapapun yang awam dengan proyek proyek elektronika akhirnya dapat mempelajari, memahami bahkan mewujudkannya. Meskipun demikian, bahasa pemrogramana bahasa C/C++ adalah kendala atau masalah terbesar yang dihadapi oleh para pemula yang terutama belum pernah mengenal bahasa pemrograman untuk berinteraksi dengan papana elektronis ini.

Kehadiran Ardublock merupakan solusi atas masalah para pemula yang tidak mengenal bahasa pemrograman. Arduino dengan Ardublock menggunakan pendekatan blok-blok untuk menyusun program sehingga mempermudah dan bagai obat mujarab untuk memompakan semangat anak-anak siswa SD sampai dengan SMA dalam mempelajari arduino dengan mudah. Hal yang lebih menarik lagi bahwa perangkat lunak ardublock ini mampu membangkitkan bahasa C/C++ sehingga akan lebih membantu bagi pemula yang ingin mempelajari susunan blok dan kode-kode bahasa C/C++ yang dihasilkannya.

Banyak sekali eksperimen dan percobaan-percobaan yang bisa dibuat dengan arduino uno dengan menggunakan ardublock. Hal-hal yang perlu diketahui dan dipahami sebelum mempelajari cara dan sistem kerja pemrograman arduino dengan ardublock adalah sebagai berikut :

TAHAP 1. PENGANTAR ARDUINO IDE DAN ARDUBLOCK.

Hal hal awal yang harus diketahui dan dipelajari sebelum mempelajari details mengenai Ardublock adalah sebagai berikut :

  1. Pemahaman tentang arduino atau pengantar arduino
  2. Pemahaman mengenai arduino IDE atau Pengantar Arduino IDE
  3. Pemahaman cara kerja Ardublock atau pengantar ardublock

TAHAP 2. INSTALASI ARDUINO IDE DAN ARDUBLOCK.

Proses yang harus dilakukan dalam menginstalasi arduino IDE dan ardublock dalam rangka mempelajari proses pemrograman arduino dengan ardublock adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan awal untuk melakukan koneksi arduino dan komputer
  2. Instalasi arduino IDE
  3. Cara menjalankan Arduino IDE
  4. Instalasi Ardublock

TAHAP 3. MELAKUKAN EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN AWAL UNTUK MEMPELAJARI PEMROGRAMAN ARDUINO DENGAN ARDUBLOCK

Adapun persiapan pengetahuan dasar yang diperlukan dalam mempelajari cara Pemrograman Arduino dengan Ardublock adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan Perkakas Kerja
  2. Kabel Dupont
  3. Breadboard
  4. Resistor
  5. LED
  6. Penyusunan Rangkaian
  7. Pembuatan Sketsa Menggunakan Ardublock
  8. Cara Penyimpanan Blok
  9. Cara Pengunggahan ke Arduino
  10. Cara membuat LED yang berkedip-kedip
  11. Mengetahui Hubungan Antara Proyek Ardublok dan Sketsa Arduino
  12. Cara Melakukan Edit Blok
  13. Kesalahan-kesalahan sewaktu Upload
  14. Menutup dan Membuka Kembali Program yang dibuat dengan Ardublock

TAHAP 4. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN PIN PWM

Adapun Proses untuk pemahaman PIN PWM dalam Pemrograman Arduino dengan Ardublock harus melalui ekperimen dan percobaan dengan langkah sebagai berikut :

  1. Pemahaman PIN Digital
  2. Pemahaman PIN-PIN PWM
  3. Eksperimen dan Percobaan Pengaturan Intensitas LED
  4. Eksperimen Pembuatan LED yang seperti Membara

TAHAP 5. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN SERIAL MONITOR

Details proses yang harus dipelajari dan dilalui dalam ekperimen dengan serial monitor dalam pemrograman arduino dengan ardublock adalah sebagai berikut :

  1. Pengenalan Serial Monitor
  2. Contoh Pengiriman Data dari Arduino ke Serial Monitor
  3. Pengiriman Data Bilangan
  4. Pembacaan Karakter dari Serial Monitor

TAHAP 6. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN PIN ANALOG

Details proses yang harus dipelajari dalam eksperimen dan percobaan dengan PIN Analog untuk mempelajari pemrograman arduino dengan Ardublock adalah sebagai berikut :

  1. Pemahaman PIN Analog
  2. Eksperimen dengan Potensiometer
  3. Menerjemahkan Nilai di PIN menjadi Tegangan
  4. Pembacaan Suhu dengan LM35Z

TAHAP 7. EKSPLORASI DAN PERCOBAAN VARIABEL DAN ARRAY

Hal-hal yang harus dipelajari details dalam eksplorasi dan percobaan variabel dan array dalam arduino dengan ardublock adalah sebagai berikut :

  1. Pengertian Variabel dan Tipe Data
  2. Pemahaman Variabel Digital
  3. Pemahaman Variabel Integer
  4. Pemahaman Variabel Large Integer
  5. Pemahaman Variabel Bilangan Pecahan
  6. Pemahaman Variabel Karakter
  7. Pemahaman Array
  8. Pemahaman Variabel Millis

TAHAP 8. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN OPERATOR DAN FUNGSI MATEMATIKA

Tahapan details dalam mempelajari operator dan fungsi matematika dengan pemrograman arduino dengan ardublock adalah melakukan ekperimen dan percobaan sebagai berikut :

  1. Pemahaman mengenai Operator Matematika
  2. Pemahaman tentang Fungsi Nilai Mutlak
  3. Pemahaman tentang Fungsi untuk Operasi Pangkat
  4. Pemahaman tentang Fungsi Terkait dengan Trigonometri
  5. Pemahaman tentang Fungsi Pembangkitan Bilangan Acak
  6. Pemahaman tentang Fungsi Pemetaan Bilangan
  7. Pemahaman tentang Fungsi Pembatasan Bilangan
  8. Pemahaman tentang Minimum dan Maksimum

TAHAP 9. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Tahapan selanjutnya dalam mempelajari Pemrograman Arduino dengan Ardublock yaitu melakukan eksperimen dan percobaan untuk pengambilan keputusan. Detailsnya adalah sebagai berikut :

  1. Memahami Ekspresi Boolean
  2. Memahami Ekspresi Logika
  3. Memahami Blok If
  4. Memahami Blok If/ Else
  5. Memahami Penggunaan Sensor Sentuh

TAHAP 10. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN PERULANGAN

 Adapun dalam memahami perulangan dalam pemrograman arduino dengan ardublock dengan melakukan ekperimen dan percobaan dengan details sebagai berikut :

  1. Memahami Perintah Perulangan
  2. Memahami Blok While
  3. Memahami Blok do While
  4. Memahami Blok Repeat
  5. Memahami Blok Repeat and Count
  6. Memahami Blok Repeat Between
  7. Memahami Cara Kerja LED yang Bergerak

TAHAP XI : EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN SUBRUTIN

Details hal hal yang perlu dipahami selanjutnya adalah eksperimen dan percobaan dengan subrutin dalam pemrograman arduino dengan ardublock. Details prosesnya adalah sebagai berikut :

  1. Pengertian Subrutin dan Cara Pembuatannya
  2. Contoh kasus Pengujian Subrutin

TAHAP 12 : EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN LCD

Proses pembelajaran yang harus dilalui untuk pemahaman pemrograman arduino dengan ardublock di LCD adalah sebagai berikut :

  1. Pemahaman Pengantar LCD
  2. Pustaka yang diperlukan untuk dipelajari
  3. Pemahaman akan 12C LCD
  4. Pemahaman akan Alamat Piranti LCD
  5. Pemahaman melalui percobaan dengan 12C LCD
  6. Pemahaman melalui percobaan dengan LCD Paralel
  7. Pemahaman terkait dengan Fungsi LCD
  8. Pemahaman untuk Mengetahui Informasi Suhu

TAHAP 13 : EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN SENSOR ULTRASONIK DAN INFRAMERAH

Proses yang harus dilalui untuk memahami sensor ultrasonik dan inframerah adalah dengan melakukan eksperimen dan percobaan sebagai berikut :

  1. Pemahaman Mengenai Sensor Jarak Ultrasonik
  2. Pemahaman Mengenai Sensor GP2Y0A21
  3. Pemahaman Mengenai Sensor Pendeteksi Halangan
  4. Pemahaman Mengenai Sensor PIR
  5. Pemahaman Mengenai Sensor Penerima Inframerah
  6. Pemahaman Mengenai Sesnsor Pendeteksi atau Penjejak Garis

TAHAP 14. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN MOTOR DC DAN MOTOR SERVO

Untuk mengetahui dan memahami Cara Kerja Motor DC dan Motor Servo di Ardublock harus melakukan percobaan dan ekperimen sebagai berikut :

  1. Pengenalan Awal Motor DC dan Motor Servo
  2. Melakukan Eksperimen Sederhana Pengendalian Motor DC
  3. Malakukan Eksperimen untuk Mengatur Kecepatan Putar Motor DC
  4. Memahami Cara Pengaturan dan Pengontrolan Motor DC dengan Relay
  5. Memahami Penghaturan Arah Putar dan Kecepatan Motor DC Menggunakan Motor Driver L289N
  6. Memahami Cara Pengendalian Motor Servo
  7. Memahami Motor Servo dan Sensor Jarak Ultrasonik

TAHAP 15. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN EEPROM

Untuk mengetahui dan memahami cara kerja EEPROM di Ardublock dengan melalui proses pembelajaran sebagai berikut :

  1. Memahami Pengantar EEPROM dan Cara Pengaksesannya
  2. Memahami Contoh Pengaksesan Data dalam Bentuk Byte
  3. Memahami Contoh Pengaksesan Data dalam bentuk Bilangan Integer
  4. Memahami Contoh Pengaksesan Data dalam Bentuk Bilangan Long
  5. Memahami Contoh untuk Membaca semua Jenis Bilangan

TAHAP 16. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN MODUL BLUETOOTH

Pemahaman akan cara kerja modul bluetooth dalam Ardublock adalah dengan melalui tahapan pembelajaran sebagai berikut :

  1. Memahami Pengantar Bluetooth dan HC-06
  2. Memahami Pengaturan Laju Bit HC-06
  3. Memahami Pengaturan Pasangan Bluetooth
  4. Memahami Blok Pengendali Arduino
  5. Memahami Instalasi Tera Term
  6. Memahami Pengujian dengan Tera Term
  7. Memahami Pengembangan Aplikasi Pasangan

TAHAP 17. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN SENSOR AIR

Pemahaman sistem kerja dengan sensor air di Ardublock Arduino haruslah melalui tahapan pembelajaran sebagai berikut :

  1. Memahami Cara Kerja Sensor DHT11
  2. Memahami Cara Kerja Sensor DHT22
  3. Mehamami Cara Kerja Sensor Kelembaban Tanah
  4. Memahami cara Kerja Sensor Air

TAHAP 18. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN SENSOR GAS DAN API

Pemahaman akan sistem kerja Sensor Gas dan Api di Pemrograman Arduino dengan Ardublock dengan melalui proses pembelajaran sebagai berikut :

  1. Memahami Cara Kerja Sensor Gas
  2. Memahami Cara Kerja Sensor Api

TAHAP 19. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN JOYSTICK

Pemahaman akan sistem kerja Joystick di Ardublock arduino adalah dengan melalui proses pembelajaran sebagai berikut :

  1. Pemahaman Cara Kerja Joystick di Ardublock
  2. Memahami Cara Kerja Blok untuk Menangani Joystick
  3. Memahami Contoh Pemantauan Joystick

TAHAP 20. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN TOMBOL

Dalam memahami sistem kerja tombol di pemrograman arduino dengan ardublock melalui proses pembelajaran sebagai berikut :

  1. Memahami Cara Bermain dengan Tombol Tekan
  2. Memahami Penggunaan Modul Tombol Tekan
  3. Memahami Modul dengan Sejumlah Tombol Tekan

TAHAP 21. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN SUARA

Berikut ini proses yang harus dilalui dalam mempelajari Cara Kerja Suara di Pemrograman Arduino dengan  Ardublock adalah sebagai berikut :

  1. Memahami Penggunaan Buzzer untuk Menghasilkan Suara
  2. Memahami Penggunaan Speaker
  3. Memahami Penggunaan Piezo Disk
  4. Memahami Cara Kerja Sensor Suara
  5. Memahami Penggunaan Tepuk Tangan sebagai Perintah
  6. Memahami Cara dan Proses Perekam Suara
  7. Memahami Cara Pengujian Perekan Suara Tanpa Arduino
  8. Memahami Cara Pengujian Perekam Suara dengan Arduino
  9. Memahami Cara Kerja Penyapa Otomatis

TAHAP 22. EKSPERIMEN DAN PERCOBAAN DENGAN ANEKA SENSOR

Pembelajaran akan penggunaan aneka sensor pada Ardublok Arduino sangatlah penting. Berikut ini eksperimen dan percobaan yang perlu dilakukan dan dipahami dengan penggunaan aneka sensor di ardublock :

  1. Pemahaman Cara Kerja Sensor Magnet
  2. Pemahaman Cara kerja Sensor Reed
  3. Pemahaman Cara Kerja Sensor Kemiringan
  4. Pemahaman Cara Kerja Sensor Getaran
  5. Pemahaman Cara Kerja Sensor Tegangan
  6. Pemahaman Cara Kerja Sensor Cahaya
  7. Pemahaman Cara Kerja Sensor Flex
  8. Pemahaman Cara Kerja Sensor Force Sensitive Resistor

 

 


  • 0

4. Eksperimen dengan Pin PWM Arduino Ardublock

4. Eksperimen dengan Pin PWM

Bab ini memberikan pengantar tentang pin-pin digital dalam ardublock. Kemudian, pengertian pin PWM dijelaskan sebelum contoh-contoh aplikasi pin PWM diberikan.

4.1 Pemahaman Pin Digital  

Arduino Uno mengandung 13 pin digital sebagaiynana diperlihatkan pada Gambar 4.1. Namun, pin 0 dan pin 1 digunakan secara khusus oleh Arduino, sehingga kedua pin ini jarang digunakan. Dalam eksperimen-eksperimen yang dilakukan di Sepanjang buku ini, kedua pin tersebut memang tidak digunakan.

Gambar 4.1 Letak pin-pin digital

Lalu, apa yang dimaksud dengan pin digital? Pin digital adalah pin yang nilainya erupa nilai digital. Artinya, nilai yang digunakan hanyalah 0 atau 1. Nilai 0 menyatakan tidak ada isyarat dan nilai 1 menyatakan ada isyarat. Nilai 0 sesungguhnya diwakili oleh tegangan 0Vdan nilai 1 diwakili oleh tegangan 5V. Secara khusus, nilai 0 dapat dinyatakan gan konstanta LOW dan nilai 1 dapat dinyatakan dengan HIGH. Nilai LOW itu dapat ayangkan seperti ketika kita tidak mengalirkan listrik dan HIGH dapat diibaratkan gai keadaan ketika kita mengalirkan arus, sehingga lampu bisa menyala.

Gambar 4.2 Isyarat digital

 4.2 Pemahaman Pin-Pin PWM  

Pulse-Width Modulation (PWM) adalah suatu cara yang memungkinkan suatu pin digital dijadikan sebagai pin analog. Sebagai pin analog, pin-pin digital yang semula hanya bisa bernilai 0 atau 1 bisa diubah tnenjadi bernilai bulat yang berkisar dari 0 hingga 255. Mungkin Anda penasaran, “untul< apa pin cliberi nilai yang variatif seperti itu?”. Jawabannya adalah melnungkinkan untul< Inelal(tlkan hal-hal sepertj berikut:

  • mengatur intensitas cahaya LED, tidal( sekadar hiclup dan mati;
  • menentukan kecepatan motor DC.

Arduino Uno tnenyediakan 6 pin P WM. Keenam pin tersebut adalah pin 3, 5, 6, 9, 10, dan 11 (lihat Gambar 4.3). Masing-masing ditandai dengan simbol ~

Gambar 4.3 Pin-pin PWM

4.3 Eksperimen Pengaturan Intensitas LED 

Intensitas LED dapat diatur sekiranya LED dihubungkan ke pin PWM. Nah, untuk mempraktekkannya, silakan untuk menyusun rangkaian seperti terlihat pada Gambar 4.4. Pin PWM 9 digunakan untuk mengontrol LED.

Gambar 4.4 Rangkaian untuk pengaturan intensitas LED

Berikut adalah langkah untuk menyusun dan menguji proyek ArduBlock:

  1. Bukalah sketsa bernama temporer di Arduino IDE, jika masih dalam keadaan tertutup.
  2. Buatlah proyek baru di ArduBlock dengan nama intensitas . abp. Isinya seperti yang terlihat pada Gambar 4.5.

Gambar 4.5 Blok untuk percobaan pengaturan intensitas LED

  1. Klik pada tombol Upload to Arduino
  2. Perhatikan efek pada LED.

proyek intensitas menggunakan blok set- analog. Blok ini terdapat di laci  Kegunaannya adalah untuk menentukan nilai di pin argumennya dengan suatu nilai antara 0 dan 255. Pada proyek ini, terdapat tiga intensitas yang digunakan pada pin 9, yaitu nilai 255 (untuk membuat LED paling terang), 128 (intensitas tengah), dan 0 (untuk mematikan LED). Keadaan intensitas masing-masing diatur selama 1000 milidetik (1 detik).

4.4 Pembuatan LED yang Seperti Membara 

Eksperimen berikutnya masih menggunakan rangkaian seperti yang terlihat di Gambar 4.4. Namun, blok yang berbeda akan digunakan untuk membuat kesan LED yang sedang membara.

Berikut adalah langkah untuk menyusun dan menguji proyek ArduBlock untuk kepentingan tersebut:

  1. Bukalah sketsa bernama temporer di Arduino IDE, jika masih dalam keadaan tertutup.
  2. Buatlah proyek baru di ArduBlock dengan nama membara . abp. Isinya ditunjukkan pada Gambar 4.5

Gambar 4.5 Blok untuk membuat LED seperti membara

 

  1. klik pada tombol
  2. Perhatikan efek pada LED.

Proyek ini menggunakan blok untuk memperoleh bilangan acak bulat antara 0 hingga 160. Blok set integer variable diperoleh melalui laci . Blok diperoleh pada laci . Blok diperoleh di laci   .

Argumen kedua pada set analog pin berupa blok  .

Blok ini terdapat pada laci .Bagian kiri diisi dengan blok yang diambilkan dari laci dan bagian kanan diisi dengan blok yang juga diambil dari laci  .

Dengan demikian, nilai yang diberikan ke pin 9 akan berupa nilai analog yang berkisar dari 95 hingga 255.

Dengan melakukan penundaan selama 200 milidetik setelah nilai dikirim ke pin 9, perubahan nilai pada pin tersebut akan membuat LED seperti membara.

 

 

 

 


  • 0

3. Eksperimen Pertama Pemrograman Arduino dengan Ardublock

3. Eksperimen Pertama Pemrograman Arduino dengan Ardublock

Bab ini membahas mengenai eksperimen dengan ArduBlock, dari cara menyusun blok hingga mengunggahnya ke Arduino secara details dan lengkap. Dasar-dasar mengenai komponen-komponen yang diperlukan juga ikut dijelaskan.

3.1 Persiapan Perkakas Kerja 

Untuk keperluan mempraktikkan eksperimen pertama, bahan-bahan diperlukan berikut :

  1. Satu breadboard.
  2. Satu resistor 2200.
  3. Satu LED merah.
  4. Dua kabel Dupont lelaki-lelaki.

Tidak perlu khawatir jika Anda belum akrab dengan bahan-bahan tersebut. Pengenalan terhadap masing-masing akan diberikan.

3.2 Kabel Dupont 

Kabel Dupont adalah kabel yang di kedua ujungnya dilengkapi dengan bagian yang memudahkan untuk dihubungkan ke komponen Iain. Tiga jenis kabel ini dicantumkan di Tabel 3.1. Ketiga jenis ini diperlukan dalam berbagai percobaan. Namun, untuk percobaan pertama, hanya jenis lelaki-lelaki yang diperlukan.

Tabel 3.1 Daftar jenis kabel Dupont

3.3 Breadboard 

Breadboard adalah papan dengan banyak lubang yang berguna untuk melakukan percobaan dalam merangkai komponen-komponen elektronika tanpa harus melakukan penyolderan. Contoh breadboard diperlihatkan pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Breadboard

Pada lubang-lubang itulah, kaki-kaki komponen atau kabel ditancapkan dengan tujuan untuk menyusun suatu rangkaian. Namun, sebelum Anda mencoba untuk mempraktikkannya, Anda perlu memahami hubungan antar lubang terlebih dahulu karena sejumlah lubang sebenarnya sudah saling terhubung.

Bagaimana hubungan antar lubang di breadboard? Mudah saja untuk memahaminya. Gambar 3.2 akan menunjukkan hubungan antar lubang pada breadboard yang ditunjukkan pada Gambar 3.1. Lubang-lubang yang dinyatakan dengan suatu garis berarti bahwa secara internal lubang-lubang tersebut terhubung.

Gambar 3.2 Hubungan antar lubang dalam breadboard

3.4 Resistor 

Resistor (Gambar 3.3) adalah komponen yang ditujukan untuk membatasi arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Sebagai contoh, resistor digunakan untuk membatasi arus yang mengalir di LED agar LED tidak terbakar. Gambar 3.4 menunjukkan contoh

untuk keperluan ini. Dengan cara seperti itu, LED akan menyala tanpa terbakar karena arus yang mengalir dibatasi oleh resistor. Perlu diketahui, Gambar 3.4 adalah Perwujudan dari diagrarn sketnatis yang ditunjukkan pada Gambar 3.5.

Gambar 3.3 Resistor

 

Gambar 3.4 Resistor untuk membatasi arus yang mengalir di LED

Gambar 3.5 Diagram skematis untuk menyalakan LED

Besar hambatan atau biasa disebut resistansi suatu resistor dinyatakan dengan satuan ohm atau dinyatakan dengan simbol Tabel 3.2 menjelaskan makna warna gelang yang terdapat pada badan resistor, Adapun Gambar 3.6 memberikan contoh pembacaan nilai resistansi di resistor.

Table 3.2 Daftar warna gelang pada badan resistor

Gambar 3.6 Penerjemahan nilai resistansi di resistor berdasarkan warna gelang

Dalam praktik, satuan yang digunakan mungkin tidak dinyatakan dengan ohm saja, melainkan dalam bentuk kilo-ohm (K) atau mega-ohm (M). Dalam hal ini, hubungan antar satuan tersebut adalah seperti berikut:

1K = 10000

1M = 1000K = 1.000.000Ω

Untuk keperluan eksperimen pertama, resistor yang diperlukan adalah 220Ω. Tiga warna pertama adalah merah, merah, dan cokelat atau 22 x

3.5 LED 

Light Emitting Diode (LED) adalah komponen yang memancarkan cahaya kaki yang disebut anode terhubung ke tegangan positif dan kaki yang disebut katode terhubung ke tegangan positif. Gambar 3.7 akan memperlihatkan dan penggambaran di Fritzing (perangkat lunak untuk menggamba rkan rangka elektronis) yang sering digunakan dalam buku ini. Di Fritzing, kaki yang bengkok menyatakan anode. Pada LED nyata, kaki yang lebih panjang adalah anode.

Gambar 3.7 LED

3.6 Penyusunan Rangkaian 

Percobaan pertama yang akan dipraktikkan adalah memanfaatkan bahan-bahan yang telah dibahas untuk membuat LED berkedip-kedip dikendalikan oleh Arduino. Untuk keperluan ini, rangkaian yang ditunjukkan pada Gambar 3.8 perlu disusun terlebih dahulu. Dalam hal ini:

  • katode dihubungkan ke pin GND melalui kabel biru;
  • anode dihubungkan ke resistor 220Ω;
  • kaki lain resistor dihubungkan ke pin 12 melalui kabel merah.

 

Catatan

Kabel merah biasa digunakan untuk menyatakan tegangan positif dan kabel biru digunakan untuk menyatakan tegangan negatif.

Gambar 3.8 Penyusunan rangkaian untuk membuat LED berkedip-kedip

3.7 Pembuatan Sketsa Menggunakan ArduBlok 

Agar LED berkedip-kedip, sketsa yang mengendalikan hal itu perlu diunggah ke papan Arduino. Nah, sketsa ini dapat dibuat dengan menggunakan ArduBlock. Oleh karena itu, ArduBlock perlu dijalankan dengan cara memilih menu Tools, kemudian mengeklik pilihan ArduBlock. Sehingga, diperoleh tampilan seperti terlihat pada Gambar 3.9.

Gambar 3.9 Antarmuka ArduBlock

 

Bagian kiri pada antarmuka ArduBlock terdapat sejumlah laci yang menyatakan kategori blok. Masing-masing mengandung banyak blok yang dapat digunakan untuk Menyusun sketsa. Berikut adalah gambaran singkat untuk bebrapa laci yang tersedia :

  • Control: Berisi struktur kontrol, seperti program, loop, if, dan while.
  • Pins: Berisi blok-blok yang berhubungan dengan pin, misalnya untuk memberika nilai 0 atau 1 ke suatu pin untuk menyalakan LED.
  • Tests: Berisi lebih blok-blok untuk melakukan operasi pembandingan, misalnya suatu bilangan lain atau tidak.
  • Math Operators: Berisi blok-blok yang berguna untuk melakukan operasi aritmetika seperti penjumlahan atau perkalian dan sejumlah fungsi seperti untuk menghitung akar kuadrat.
  • Variables/Constants: Berisi blok-blok yang menyatakan konstanta (misalnya HIGH atau LOW) untuk membuat atau menugaskan variabel.
  • Generic Hardware: berisi blok-blok yang menyatakan perangkat lunak umum seperti LCD, sensor Ultrasonik, dan motor servo.

Target yang akan dicapai pada eksperimen pertama adalah membuat blok seperti yang terlihat di Gambar 3.10. Nah, bagaimana membentuknya?

Gambar 3.10 Blok untuk menyusun sketsa yang ditujukan untuk membuat LED berkedipkedip

Langkah-langkah yang diperlukan adalah seperti berikut.

 

  1. Klik pada laci . Maka, akan muncul isi laci seperti berikut:

  1. Klik pada . Hasilnya ditunjukan berikut ini :

  1. Klik pada laci . Maka, akan muncul isi laci seperti berikut:

  1. Klik pada . Diperoleh hasil seperti berikut :

  1. Klik dan tarik blok terbaru tersebut ke posisi berikut:

  1. Tambahkan blok delay MILLIS yang berada di kategori CONTROL sehingga diperoleh hasil seperti berikut:

  1. Lengkapi sehingga diperoleh hasil seperti berikut:

  1. Untuk mengubah nomor pin 1 pada set digital pin teratas menjadi 12, lakukan dengan cara seperti berikut:
  • Klik pada posisi berikut:

  • Ganti angka 1 menjadi 12 dan tekan Enter.
  1. Lakukan langkah yang sama untuk set digital pin yang kedua.
  2. Letakkan penunjuk mouse pada HIGH pada set digital pin yang kedua, kemudian kliklah pada posisi berikut: Selanjutnya, pilihlah LOW. Hasil akhirnya akan seperti berikut:

3.8 Penyimpanan Blok 

Untuk kepentingan menyimpan proyek yang dibuat dengan ArduBlock, buatlah folder bernama ArduB10ck pada folder Documents terlebih dahulu.

Untuk menyimpan proyek yang baru saja dibuat, lakukan langkah-langkah seperti berikut.

  1. Klik pada. Akan muncul jendela berjudul “Save”.
  2. Pastikan bahwa folder terpilih adalah ArduB10ck.
  3. Ketik kedip pada kotak di kanan judul “File name:”.
  4. Klik tombol

Dengan begitu, proyek yang berisi blok-blok tersebut disimpan dengan nama depan kedip dan ekstensi berupa .abp.

Catatan

Jika Anda perlu melakukan perubahan pada proyek pada kesalahan lain, anda cukup mengeklik SAVE pada antarmuka ArduBlock.

3.9 Pengunggahan Ke Arduino 

Agar proyek yang dibentuk oleh ArduBlock dapat diunggahkan ke papan Arduino, langkah-langkah berikut perlu dilakukan:

    1. Klik pada Upload to Arduino Akan muncul kotak dialog seperti yang diperlihatkan pada Gambar 3.11.

Gambar 3.11 Kotak dialog untuk menyimpan sketsa Arduino

  1. Ketikkan kedip (nama yang sama pada ArduBlock, untuk memudahkan dalam mengingat-ingat) pada kotak di kanan judul “File name:”.
  2. Klik pada tombol
  3. Tunggu sampai pesan “Done uploading” ditampilkan di editor Arduino IDE (Gambar 3.12).

 

Gambar 3.12 Hasil setelah sketsa diunggah ke papan Arduino

Jika rangkaian yang Anda susun sudah benar, LED pun akan berkedip-kedip.

3.10 Misteri LED Berkedip-kedip 

Nah, sekarang kita akan memulai memecahkan misteri, “Mengapa LED berkedip-kedip?”. Kunci utama adalah blok-blok yang terletak pada blok loop. Blok-blok yang terdapat di bagian ini akan diulang terus-menerus. Sekarang, marilah kita lihat blok-blok tersebut:

  • Blok digunakan untuk mengatur pin 12 agar bernilai HIGH (digital 1). Blok inilah yang membuat LED menyala mengingat LED dihubungkan ke pin 12 (lihat Gambar 3.8).
  • Blok ditujukan untuk menunda eksekusi selama 1000 milidetik atau identik dengan 1 detik. Efeknya, LED tetap menyala dalam kurun waktu tersebut.
  • Block digunakan untuk mengatur pin 12 agar bernilai LOW (digital 0).block inilah yang membuat LED padam mengingat tegangan pada LED menjadi 0 V.
  • Block ditujukan untuk menunda eksekusi selama 1000 milidetik atau identic dengan 1 detik. Efeknya, LED tetap padam dalam kurun waktu tersebut.

Tentu saja, jika keempat blok tersebut diulang-ulang, akan membuat LED berkedip-kedip. Prinsipnya sederhana, bukan?

3.11 Hubungan Antara Proyek ArduBlock dan Sketsa Arduino 

Seperti yang telah diketahui, ArduBlock secara otornatis menghasilkan sketsa  Arduino ketika Upload to diklik. Sketsa inilah yang selanjutnya perlu diunggah ke papan Arduino.

Sebagai petnbelajar ArduBlock, sebenarnya Anda tidak perlu tahu sketsa tersebut. Namun, jika kelak Anda tertarik untuk memprogram dengan C/C++ karena bahasa ini memang lebih fleksibel, Anda perlu memahami hubungan antara blok di proyek ArduBlock dan kode di sketsa Arduino. Gambar 3.13 akan memperlihatkan secara visual antara blok-blok di ArduBlock dan kode di sketsa Arduino.

Gambar 3.13 Hubungan blok dan kode di ArduBlock dan Arduino IDE

3.12 Cara untuk Mengedit Blok 

Adakalanya, setelah Anda menyusun proyek ArduBlock, Anda ingin mengeditnya. Mungkin Anda ingin menyisipkan suatu blok di antara blok-blok yang sudah tersedia. Untuk keperluan ini, Anda cukup mengklik pada blok yang akan disisipkan dan menariknya ke arah bawah blok pertama di antara dua blok yang akan disisipi, dengan mendekatkan soket ke bagian yang menonjol. Gambar 3.14 menunjukkan contoh  sebelum dan sesudah blok disisipkan.

 

Gambar 3.14 Penyisipan blok

Bagairnana halnya kalau mau menghapus ? Caranya, letakkan penunjuk mouse ke blok yang terletak sesudahnya. Lalu, klik dan tarik ke luar dari loop, Hasilnya  seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.15. Setelah itu, klik pada dan tarik ke lokasi yang ditunjukkan pada Gambar 3.16, yakni di area kategori blok. Jika penekanan pada tombol mouse dilepas, blok tersebut dibuang. Tahap selanjutnya, Anda tinggal mengklik pada blok set digital berikut dan menariknya ke arah loop:

Gambar 3.15 Hasil penarikan pada blok set digital keluar dari loop

 

Gambar 3.16 Langkah untuk membuang blok if

3.13 Kesalahan Sewaktu Upload 

Jika suatu blok yang mengandung soket yang memerlukan argumen berupa blok lain dan ternyata tidak dilengkapi dengan argumennya, akan terjadi kesalahan kalua tombol diklik. Sebagai contoh, Gambar 3.17 memperlihatkan keadaan Ketika argument dikeluarkan dari block set MILIS.

Gambar 3.17 Argumen pada delay MILLIS tidak dipasang

Pada keadaan seperti itu, Anda bisa tnencoba untuk mengklik tombol , Apa yang tetjadi? Pesan kesalahan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.18 Blok yang dianggap salah akan ditandai semacam berikut:

Perhatikan keberadaan latar belakang atau bayangan pada blok tersebut.

Gambar 3.18 Pesan kesalahan karena terdapat blokyang tidak lengkap

3.14 Menutup dan Membuka Kembali Program yang Dibuat dengan ArduBlock 

Jika Anda tidak bermaksud untuk membuat proyek dengan ArduBlock, Anda bisa menutup program ArduBlock dengan mengeklik pada Pada . kesempatan lain, Anda bisa membuka kembali melalui menu Tools, kemudian mengeklik pada ArduBlock.

 

Bagaimana caranya kalau mau membuka kembali suatu proyek yang dibuat dengan ArduBlock? Anda bisa mengeklik tombol terlebih dahulu. Kemudian, pilihlah folder ArduBlock. Setelah itu, klik pada file yang hendak dibuka. Terakhir, klik pada tombol

 

Catatan

Jika anda pernah menyimpan sketsa Arduino yang dibentuk oleh ArduBlock, buka pila file tersebut, sehingga segala perubahan Ketika anda mengeklik tombol akan di arahkan ke editor yang berisi sketsa tersebut.

  • 0

  • 0

Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pake Coding Seri 02

Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pakai Coding Seri 01

ebook murah dan berkualitas. banyak diskonnya. beli segera!!!

TAS MOBIL MULTIFUNGSI

Location

Visitor

0379470
Hari ini : 252
Kemarin : 338
Bulan ini : 4434
Total Kunjungan : 379470
Who's Online : 4
error: Content is protected !!