Category Archives: Homeschooling

  • 0

Kursus Les Privat Robotika Panggilan ke rumah

Proactive Robotics School membuka kelas baru kursus les privat robotika panggilan ke rumah. Dengan adanya banyak permintaan dari orang tua yang memiliki keterbatasan waktu dan jarak untuk mengantar anak belajar robotika di center atau kantor kami, kami membuka Program baru kelas robotik kursus les privat robotika dimana instruktur robotik kami datang langsung ke rumah siswa atau peserta kursus les robotika privat.
Adapun Program yang kami siapkan adalah sebagai berikut :
1. Kursus Les Privat Robotika Kelas Assembling Robot atau Merakit Robot, kelas ini di peruntukkan untuk anak usia minimal 3 tahun sampai dengan 7 tahun atau untuk anak usia dini, PAUD, TK dan siswa SD. Tujuan pembelajaran robotika di usia ini adalah menyalurkan passion anak di bidang elektronika dan robotika, meningkatkan daya imajinasi anak dengan menuangkannya dalam bentuk 20 proyek kurikulum robot yang telah kami persiapkan, meningkatkan kualitas waktu dan kegiatan anak dengan kegiatan yang positif, mengurangi kegiatan anak bermain game dan gadget yang berlebihan, serta memberikan pemahaman pada anak mengenai cara kerja object atau benda tertentu yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Details kursus les privat ini adalah sebagai berikut :
– Waktu Pembelajaran = 90 – 120 menit, 1 bulan = 4x pertemuan,
– Biaya Registrasi Rp. 100,000,
– SPP Per bulan = Rp. 400,000,
– Minimal Kontrak = 3 bulan bayar dimuka

 

2. Les Privat Robotika Kelas Making Robot atau Membuat Robot, kelas ini di peruntukkan untuk anak usia minimal 7 tahun sampai dengan 17 tahun, Tujuan pembelajaran robotika pada usia ini adalah menyalurkan passion anak di bidang elektronika, mekanika dan robotika, meningkatkan kemampuan anak secara lebih mendetails ke arah elektronika seperti pemahaman akan komponen penting elektronika dan fungsinya, meningkatkan kemampuan anak dalam membuat rangkaian mekanika dalam robot yang dibuatnya serta meningkankan kemampuan anak dalam hal pembelajaran bahasa pemrograman bahasa C yang digunakan di dalam Arduino sebagai mikrokontroller untuk menjalankan robot. Adapun Details kursus les privat ini adalah sebagai berikut :
– Waktu Pembelajaran = 90 – 120 menit, 1 bulan = 4x pertemuan,
– Biaya Registrasi Rp. 100,000,
– SPP Per bulan = Rp. 400,000,
– Biaya Komponen Robot (Tergantung Jenis Proyek) = Rp. 40,000 – Rp. 750,000
– Hasil Pembuatan robot menjadi milik siswa

 

 

Segera daftarkan putera puteri anda untuk mengikuti Program Kursus Les Privat Robotika dari kami. Kami menerima panggilan kursus les privat robotika ke rumah untuk area di Yogyakarta, Bantul dan Sleman. Untuk Pendaftaran dan Informasi Lebih lanjut dari kami, silahkan KLIK link whatsapp di bawah ini :

 


  • 0

Guru Les Privat Baca Tulis Hitung atau Calistung

Sebagai Lembaga yang bergerak di bidang Pendidikan, Proactive Education menyediakan Program Les Privat Belajar Baca Tulis dan Hitung atau Calistung untuk anak usia dini minimal 3 tahun. Program ini bertujuan untuk membantu anak usia dini minimal umur 3 tahun agar bisa membaca menulis dan berhitung sejak dini sehingga mempermudah dalam mengikuti program belajar ke tahap selanjutnya. Dengan pengalaman mengajar dan kurikulum terbaik serta kualitas terbaik guru les privat bimbingan belajar calistung yang kami miliki akan sangat membantu orang tua dalam mendidik anak ke tahap pembelajaran selanjutnya yang lebih kompleks.

Program Les Privat Bimbingan Belajar Baca Tulis Hitung atau Calistung untuk anak usia dini minimal 3 tahun kami selenggarakan dengan guru yang datang ke rumah siswa, sehingga orang tua tidak perlu repot untuk mengantar dan menjemput anak-anaknya dalam belajar. Kami menerima siswa Program Les Privat Baca Tulis dan Hitung atau Calistung untuk anak usia dini umur 3 tahun wilayah area  di Yogyakarta, Bantul dan Sleman.

Adapun kelebihan Les Privat Bimbingan Belajar Baca Tulis Hitung atau Calistung untuk anak usia dini umur 3 tahun di Proactive Education adalah sebagai berikut :

  1. Guru Privat terbaik dan berpengalaman dari Universitas Ternama
  2. Kurikulum Pengajaran yang terpadu dengan buku panduan dari kami
  3. Biaya sangat terjangkau dan proses administrasi yang mudah
  4. Waktu Belajar yang fleksibel menyesuaikan kebutuhan dan kesepakatan siswa

Biaya Les Privat Bimbingan Belajar Baca Tulis Hitung atau Calistung Proactive Education adalah sebagai berikut :

PAKET STANDARD : Rp. 500,000,

Biaya Pendaftaran : Rp. 50,000

Harga Per Modul = Rp. 15,000 (Modul Baca Tulis 9 Modul, Modul Berhitung 16 Modul)

Ketentuan Umum :

  • 1 kali pertemuan = 90 menit
  • 1 bulan = 12 kali pertemuan atau seminggu 3x pertemuan

Berminat mengikuti Program Les Privat Bimbingan Belajar Baca Tulis Hitung atau Calistung untuk anak usia dini minimal 3 tahun dari Kami? Untuk pendaftaran dan info lebih lanjut, silahkan klik link WA di bawah ini :

 


  • 0

Jasa Guru Les Privat Bimbel SMA

Sebagai Lembaga yang bergerak di bidang Pendidikan, Proactive Education menyediakan Program Les Privat Bimbingan Belajar atau Bimbel untuk siswa Sekolah Menengah Atas atau SMA. Dengan pengalaman mengajar dan kualitas terbaik guru les privat bimbingan belajar yang kami miliki, akan membantu siswa dalam memahami materi yang telah di ajarkan dan pengembangan lebih lanjut dari materi yang telah di peroleh di sekolah.

Program Les Privat Bimbingan Belajar untuk siswa Sekolah Menengah Atas atau SMA kami selenggarakan dengan guru yang datang ke rumah siswa, sehingga orang tua tidak perlu repot untuk mengantar dan menjemput anak-anaknya dalam belajar. Kami menerima siswa Program Les Privat untuk siswa SMA baik jurusan IPA maupun IPS wilayah area  di Yogyakarta, Bantul dan Sleman.

Adapun kelebihan Les Privat Bimbingan Belajar di Proactive Education adalah sebagai berikut :

  1. Guru Privat terbaik dan berpengalaman dari Universitas Ternama
  2. Biaya sangat terjangkau dan proses administrasi yang mudah
  3. Waktu Belajar yang fleksibel menyesuaikan kebutuhan dan kesepakatan siswa

Biaya Les Privat Bimbingan Belajar Proactive Education :

PAKET STANDARD : Rp. 700,000, Biaya Pendaftaran : Rp. 50,000

Ketentuan Umum :

  • 1 kali pertemuan = 90 menit
  • 1 bulan = 8 kali pertemuan

Berminat mengikuti Program Les Privat Bimbingan Belajar untuk siswa SMA dari Kami? Untuk pendaftaran dan info lebih lanjut, silahkan klik link WA di bawah ini :


  • 0

Jasa Guru Les Privat Bimbel SMP

Sebagai Lembaga yang bergerak di bidang Pendidikan, Proactive Education menyediakan Program Les Privat Bimbingan Belajar atau Bimbel untuk siswa Sekolah Menengah Pertama atau SMP. Dengan pengalaman mengajar dan kualitas terbaik guru les privat bimbingan belajar yang kami miliki, akan membantu siswa SMP dalam memahami materi yang telah di ajarkan dan pengembangan lebih lanjut dari materi yang telah di peroleh di sekolah.

Program Les Privat Bimbingan Belajar untuk siswa Sekolah Menengah Pertama atau SMP kami selenggarakan dengan guru yang datang ke rumah siswa, sehingga orang tua tidak perlu repot untuk mengantar dan menjemput anak-anaknya dalam belajar. Kami menerima siswa Program Les Privat untuk SMP wilayah area  di Yogyakarta, Bantul dan Sleman.

Adapun kelebihan Les Privat Bimbingan Belajar di Proactive Education adalah sebagai berikut :

  1. Guru Privat terbaik dan berpengalaman dari Universitas Ternama
  2. Biaya sangat terjangkau dan proses administrasi yang mudah
  3. Waktu Belajar yang fleksibel menyesuaikan kebutuhan dan kesepakatan siswa

Biaya Les Privat Bimbingan Belajar Proactive Education :

PAKET STANDARD : Rp. 600,000, Biaya Pendaftaran : Rp. 50,000

Ketentuan Umum :

  • 1 kali pertemuan = 90 menit
  • 1 bulan = 8 kali pertemuan

Berminat mengikuti Program Les Privat Bimbingan Belajar untuk SMP dari Kami? Untuk pendaftaran dan info lebih lanjut, silahkan klik link WA di bawah ini :


  • 0

Pengaruh Lingkungan Keluarga pada Keberhasilan Pendidikan Anak

Di lingkungan keluarga, peranan orang tua (ibu dan ayah) dan anggota keluarga lain di rumah sangat mempengaruhi pembentukan sikap disiplin pada anak. Menurut Gunarsa (2009:6), aspek lingkungan keluarga yang mempengaruhi tingkah laku anak diantaranya adalah “contoh dari orang tua, kasih sayang orang tua, dan keutuhan keluarga”. Ihsan (2005:19), faktor lingkungan keluarga yang mempengaruhi perkembangan anak didik yaitu: “perhatian dan kasih sayang dari orang tua, figur keteladanan orang tua bagi anak, dan keharmonisan keluarga”. Gerungan (2002:185) peranan lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak meliputi: “status sosio ekonomi, keutuhan keluarga, sikap dan kebiasaan orang tua dan status anak”.

Dari uraian-uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor lingkungan keluarga yang mempengaruhi anak didik terutama yang mempengaruhi anak didik dalam hal pembentukan sikap disiplin meliputi perhatian dan kasih sayang orang tua, keutuhan orang tua, keharmonisan keluarga, dan sifat keteladanan atau contoh dari orang tua. Lingkungan keluarga merupakan media pertama dan utama yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap perilaku dalam perkembangan anak didik, termasuk didalamnya prestasi belajar anak didik. Pendidikan keluarga adalah fundamen atau dasar dari pendidikan anak selanjutnya. Hasil-hasil pendidikan yang diperoleh anak dalam keluarga menentukan pendidikan anak itu selanjutnya, baik di sekolah maupun di masyarakat. Slameto (2010:60-64) menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor-faktor dari lingkungan keluarga yang dapat berpengaruh terhadap belajar siswa.

Faktor-faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1) Cara orang tua mendidik, Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya. Orang tua yang tidak atau kurang perhatian (misalnya keacuhan orang tua, tidak menyediakan peralatan sekolah), akan menyebabkan anak kurang berhasil dalam belajar. Dalam mendidik anak hendaknya orang tua harus memberikan kebebasan pada anak untuk belajar sesuai dengan keinginan dan kemampuannya, tetapi juga harus memberikan arahan dan bimbingan. Orang tua dapat menolong anak ketika mengalami kesulitan dalam belajar dengan bimbingan tersebut.

2) Hubungan atau Relasi antar anggota keluarga, Relasi antar anggota keluarga terutama relasi anak dengan orang tua dan relasi dengan anggota keluarga lain sangat penting bagi keberhasilan anak. Demi kelancaran keberhasilan berhasil siswa, perlu diupayakan relasi yang baik dalam keluarga tersebut. Hubungan yang baik didalam keluarga akan menyukseskan belajar anak tersebut.

3) Suasana rumah, Suasana rumah merupakan atau situasi yang sering terhadi dikeluarga. Agar anak dapat belajar dengan baik, maka diciptakan suasana rumah yang tenang dan tenteram sehingga anak akan merasa betah di rumah dan dapat belajar dengan baik.

4) Keadaan ekonomi orang tua,  Selain kebutuhan pokok seperti makan, pakaian dan kesehatan, didalam belajar seorang anak membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar, peneranganan, alat tulis dan sebagainya. Fasilitas belajar tersebut hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang. Akan tetapi, disisi lain faktor kesulitan ekonomi dapat juga menjadi pendorong keberhasilan seseorang anak.

5) Perhatian orang tua, Anak perlu dorongan dan pengertian dari orang tua dalam belajar. Ketika anak yang mengalami lemah semangat, orang tua wajib memberikan pengertian dan dorongan untuk menghadapi msalah disekolah. Bila anak belajar hendaknya jangan diganggu dengan tugas-tugas rumah agar kosentrasi anak tidak terpecah.

6) Latar belakang kebudayaan, Tingkat pendidikan dan kebiasaan orang tua juga berpengaruh terhadap sikap anak. Maka perlu ditanamkan kebiasaan yang baik agar dapat mendorong semangat belajar anak.

 

 

Peran Lingkungan Keluarga terhadap Prestasi Belajar

Pentingnya pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa telah terbukti dalam beberapa penelitian  terdahulu, yaitu sebagai berikut:

Penelitian Mizan Ibnu Khajar (2012) yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa X Program Keahlian Teknik Elektronika SMK N1 Magelang Tahun Pelajaran 2011/2012”,menyimpulkan bahwa Terdapat pengaruh positif dengan signifikan rendah antara pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa program keahlian elektronik SMK Negeri 1 Magelang dengan nilai relasi antar anggota keluarga mempunyai pengaruh yang paling tinggi. Penelitian Panaehan (2014) yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Keluarga, Motivasi Belajar dan Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa SLTA di Kecamatan Panti”, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar, (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga dan motivasi terhadap disiplin belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa SLTA di Kecamatan Panti, dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan keluarga, motivasi, belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi SLTA di Kecamatan Panti. Dan penelitian Farid Rais Gunawan (2015) yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Eknomi Kelas XI IPS SMA 1 Bangsri 2012/2013”, dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa secara langsung, motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa secara langsung, dan proses pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa secara langsung, serta hasil uji pengaruh lingkungan dan motivasi terhadap proses pembelajaran diperoleh keterangan baik lingkungan keluarga maupun motivasi berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Besarnya pengaruh lingkungan keluarga maupun motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa secara langsung adalah 11% dan 9,5%. Lingkungan keluarga baik secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa SMAN 1 bangsri tahun pelajaran 2013/2014.

Motivasi baik secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa SMA N 1 Bangsri tahun pelajaran 2013/2014. Serta penelitian Suratno (2014) yang berjudul “Pengaruh Linkungan Keluarga dan Lingkungan Pergaulan Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 3 Kota Jambi Tahun 2012/2013” menyimpulkan bahwa This study aims to prove the allegations of influence of family environtment and social environment on student achievement on economic subject, students of class XI IPS SMA N3 Jambi City Year 2012-2013. The results showed that the family environtment and social environment jointly significant effect on their learning outcomes. Family environment is more dominant effect on student learning outcomens than teheor milieu.

Dalam pelaksanaannya pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pihak atau dikenal dengan tripusat pendidikan yaitu; lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama sehingga keberadaan lingkungan keluarga begitu penting dan pendidikan di lingkungan keluarga merupakan pondasi bagi pertumbuhan kepribadian anak selanjutnya. Keluarga merupakan benih akal menyusun kematangan individu dan struktur kepribadian. Anak-anak mengikuti orang tua berbagai kebiasaan dan perilaku dengan demikian keluarga adalah elemen pendidikan lain yang palingnya, tepat dan amat besar. Keluarga adalah salah satu elemen pokok pembangunan entitas-entitas pendidikan, menciptakan proses naturalisasi sosial membentuk kepribadian-kepribadian serta memberi berbagai kebiasaan baik pada anak-anak yang akan terus bertahan lama.

Purwanto (2004:104) mengemukakan bahwa “faktor eksternal yang berpengaruh terhadap prestasi belajar yaitu lingkungan keluarga, mau tidak mau menentukan bagaimana dan sampai dimana belajar dialami dan dicapai oleh anak-anaknya”.


  • 0

Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini

Modul buku calistung merupakan alat bantu yang penting bagi anak untuk mempermudah dan mempercepat penguasaan anak dalam membaca, menulis dan berhitung di usia dini. Modul calistung yang berkualitas juga tidaklah cukup tanpa dukungan dari lingkungan lainnya seperti peran orangtua dan guru dalam mengajarkankan anak baca tulis dan berhitung dengan metode yang tepat dan suasana belajar yang menyenangkan.

Setidaknya dengan adanya modul calistung yang berkualitas akan memudahkan pemahaman anak, metode pengajaran dari orangtua dan guru yang tepat dalam membaca menulis dan berhitung. Modul buku calistung dari kami akan memudahkan orang tua dan guru dalam membimbing anak untuk menguasai step by step membaca, menulis dan berhitung pada anak didik mereka sehingga bukan hal yang mustahil terjadi pada anak dimana tanpa disadari si anak dapat membaca menulis dan berhitung dengan cepat diusia dini. Hal ini akan membantu mereka untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya serta menjadi dasar dalam mengidentifikasi bakat dan minat anak di usia dini.

Kami membuka program les privat baca tulis hitung atau calistung untuk anak-anak usia dini di yogyakarta dengan fasilitas ruangan belajar yang nyaman dengan AC, tentor atau pengajar profesional serta modul dan buku panduan yang berkualitas.

Kami Proactive Calistung menyediakan modul buku calistung sebagai berikut :

  1. Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini Level 1 (KLIK DISINI)
  2. Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini Level 2 (KLIK DISINI)
  3. Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini Level 3 (KLIK DISINI)
  4. Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini Level 4 (KLIK DISINI)
  5. Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini Level 5 (KLIK DISINI)
  6. Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini Level 6 (KLIK DISINI)
  7. Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini Level 7 (KLIK DISINI)
  8. Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini Level 8 (KLIK DISINI)
  9. Modul Buku Calistung untuk Anak Usia Dini Level 9 (KLIK DISINI)

  • 0

Modul Homeschooling dan Kejar Paket 2018 menggunakan Kurikulum K13

Kurikulum dikembangkan sejalan dengan tantangan dan dinamika yang dihadapi oleh masyarakat pada jamannya. Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan karakteristik dan kesiapan peserta didik, mengingat tingginya keragaman latar belakang keluarga dan masyarakat tempat tumbuh kembang peserta didik. Hal ini sejalan dengan pendekatan pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan bahwa pendidikan kesetaraan diperuntukkan untuk mengatasi masalah putus sekolah, atau droup-out, atau dislokasi peserta didik dari sekolah formal karena berbagai sebab. Selain itu, pendidikan kesetaraan juga diperlukan karena masalah keterbatasan akses, atau ketidakbisaan mencapai harapan memasuki sekolah formal, karena keterbatasan tempat atau ruang di sekolah formal dalam menampung angkatan peserta didik yang terus bertambah. Lebih dari itu, pendidikan kesetaraan juga diperlukan sebagai penciptaan ruang kreatif, atau arena sosial atau arena publik yang kreatif dan produktif, atau sebagai pendidikan alternatif untuk menumbuhkan kewirausahaan, keterampilan khusus, kecakapan hidup khusus dalam bidang-bidang tertentu, dan kemampuan memasuki dunia kerja. Kurikulum pendidikan kesetaraan dikembangkan dengan melakukan kontekstualisasi Kurikulum 2013 pendidikan formal melalui konseptualisasi, rincian materi, kejelasan ruang lingkup, deskripsi kata kerja operasional, dan rumusan kalimat. Kontekstualisasi tetap mengacu pada standar kompetensi lulusan seperti yang terdapat dalam pendidikan formal. Kurikulum 2013 memiliki dimensi pengetahuan, melalui keterampilan yang berorientasi pada pemahaman dan pengalaman sosial serta praktek, dan memperkuat komitmen publik peserta didik melalui proyek-proyek keterlibatan sosial. 
Unit pertama dari Modul Kurikulum Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket adalah menargetkan peserta pelatihan mampu dalam memahami strategi pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan dengan memperhatikan sasaran peserta didik dan permasalahannya, program prioritas yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan, dan proses pemberdayaan dalam pendidikan kesetaraan.

Mulai tahun 2018, Modul dalam Pendidikan Kesetaraan Program Kejar Paket A, Kejar Paket B maupun Kejar Paket C akan menggunakan Kurikulum K13 sebagai upaya untuk meningkatkan standard kualitas kelulusan siswa siswi Program kejar paket.  Untuk mempermudah akses modul, berikut ini kami menyediakan dengan lengkap modul kurikulum k13 untuk Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket sebagai berikut :

MODUL PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN KEJAR PAKET A KURIKULUM K13 

  1. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  2. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  3. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  4. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 4 (KLIK DISINI)
  5. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 5 (KLIK DISINI)
  6. Modul IPA Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  7. Modul IPA Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  8. Modul IPA Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  9. Modul IPA Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 4 (KLIK DISINI)
  10. Modul IPA Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 5 (KLIK DISINI)
  11. Modul IPS Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  12. Modul IPS Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  13. Modul IPS Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  14. Modul IPS Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 4 (KLIK DISINI)
  15.  Modul Matematika Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 1 Asyiknya Bercocok Tanam (KLIK DISINI)
  16. Modul Matematika Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 2 Indahnya berbagi (KLIK DISINI)
  17. Modul Matematika Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 3 Kesehatan Masyarakat (KLIK DISINI)
  18. Modul Matematika Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 4 Ragam Budaya (KLIK DISINI)
  19. Modul Matematika Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 5 Sehat Berolahraga (KLIK DISINI)
  20. Modul PPKn Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  21. Modul PPKn Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  22. Modul PPKn Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  23. Modul PPKn Kejar Paket A Kurikulum K13 – Modul 4 (KLIK DISINI)

MODUL PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN KEJAR PAKET B KURIKULUM K13

  1. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  2. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  3. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  4. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 4 (KLIK DISINI)
  5. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 5 (KLIK DISINI)
  6.  Modul IPA Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 1 Pengukuran (KLIK DISINI)
  7. Modul IPA Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 2 Makhluk dan Benda di Sekitar Kita (KLIK DISINI)
  8. Modul IPA Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 3 Suhu, Kalor (KLIK DISINI)
  9. Modul IPA Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 4 Organisasi Kehidupan (KLIK DISINI)
  10. Modul IPA Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 5 Bumiku Semakin Tua (KLIK DISINI)
  11. Modul IPS Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 1 Indonesia Kaya (KLIK DISINI)
  12. Modul IPS Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 2 Antara Aku dan Indonesia (KLIK DISINI)
  13. Modul IPS Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 3 Final Bersahabat menuju prestasi (KLIK DISINI)
  14. Modul IPS Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 4 Kebutuhan dan Peluangku (KLIK DISINI)
  15. Modul IPS Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 5 Final Cikal Bakal Kebudayaan (KLIK DISINI)
  16. Modul Matematika Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 1 Makanan Favoritku (KLIK DISINI)
  17. Modul Matematika Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 2 Indahnya Keberagaman (KLIK DISINI)
  18. Modul Matematika Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 3 Asyiknya Berdagang (KLIK DISINI)
  19. Modul Matematika Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 4 Jejak Petualang (KLIK DISINI)
  20. Modul Matematika Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 5 Media & Informasi (KLIK DISINI)
  21. Modul Olah Raga Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 1
  22. Modul Olah Raga Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 2
  23. Modul Olah Raga Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 3
  24. Modul Olah Raga Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 4
  25. Modul Olah Raga Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 5
  26. Modul PPKn Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 1
  27. Modul PPKn Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 2
  28. Modul PPKn Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 3
  29. Modul PPKn Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 4
  30. Modul PPKn Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 5
  31. Modul PPKn Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 6
  32. Modul Prakarya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 1  Tek dan Masa Depanku (KLIK DISINI)
  33. Modul Prakarya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 2 Teknologi, Hidupku menjadi mudah (KLIK DISINI)
  34. Modul Prakarya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 3 Bersosialisasi teknologi konstruksi (KLIK DISINI)
  35. Modul Prakarya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 4 Mengenal Kayu dan Fungsi (KLIK DISINI)
  36. Modul Prakarya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 5 kotak pensil (KLIK DISINI)
  37. Modul Seni Budaya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 1 Inspirasi Alam KLIK DISINI)
  38. Modul Seni Budaya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  39. Modul Seni Budaya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 3 Simbol Kearifan Lokal (KLIK DISINI)
  40. Modul Seni Budaya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 4 Kayu (KLIK DISINI)
  41. Modul Seni Budaya Kejar Paket B Kurikulum K13 – Modul 5 kulit (KLIK DISINI)

MODUL PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN KEJAR PAKET C KURIKULUM K13

  1. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  2. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  3. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  4. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 (KLIK DISINI)
  5. Modul Bahasa Indonesia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 (KLIK DISINI)
  6. Modul Bahasa Inggris Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 Who am I (KLIK DISINI)
  7. Modul Bahasa Inggris Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 Thank You I’m Flattered (KLIK DISINI)
  8. Modul Bahasa Inggris Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 Having fun (KLIK DISINI)
  9. Modul Biologi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 Biologi dan Peranannya (KLIK DISINI)
  10. Modul Biologi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 Kekayaan Hayati Indonesia (KLIK DISINI)
  11. Modul Biologi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 Mikro Organisme (KLIK DISINI)
  12. Modul Biologi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 Menelusuri Keanekaragaman Hayati (KLIK DISINI)
  13. Modul Biologi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 Harmoni Alam Semesta (KLIK DISINI)
  14. Modul Ekonomi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 Memahami Ekonomi (KLIK DISINI)
  15. Modul Ekonomi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 Menjadi Konsumen Cerdas (KLIK DISINI)
  16. Modul Ekonomi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 Sejahtera Pasca Pensiun (KLIK DISINI)
  17. Modul Ekonomi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 Penggerak Ekonomi Negeriku (KLIK DISINI)
  18. Modul Ekonomi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 Kreatif Mengelola Sumber Daya (KLIK DISINI)
  19. Modul Fisika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 Safari ke Pulau Fisika (KLIK DISINI)
  20. Modul Fisika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 Gerak Berbagai Benda di Sekitar Kita (KLIK DISINI)
  21. Modul Fisika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 Gerak Planet Pada Sistem Tata Surya (KLIK DISINI)
  22. Modul Fisika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 Energi yang Berusaha (KLIK DISINI)
  23. Modul Fisika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 Antara Bersatu dan Berpisah (KLIK DISINI)
  24. Modul Geografi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  25. Modul Geografi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2  Menjadi Peneliti (KLIK DISINI)
  26. Modul Geografi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 Bumi Tempat Kita Hidup (KLIK DISINI)
  27. Modul Geografi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 Ramah Alam (KLIK DISINI)
  28. Modul Geografi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 Udara & Air (KLIK DISINI)
  29. Modul Kimia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 Kimia dalam Kehidupan (KLIK DISINI)
  30. Modul Kimia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 Keteraturan dalam Kimia (KLIK DISINI)
  31. Modul Kimia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 Pasangan Atom dan Sifatnya (KLIK DISINI)
  32. Modul Kimia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 Peranan Elektrolit dalam Tubuh (KLIK DISINI)
  33. Modul Kimia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 Kiat Menghitung (KLIK DISINI)
  34. Modul Matematika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 Belanja Cerdas (KLIK DISINI)
  35. Modul Matematika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 Memulai Bisnis (KLIK DISINI)
  36. Modul Matematika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 E-KTP (KLIK DISINI)
  37. Modul Matematika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 Bertani (KLIK DISINI)
  38. Modul Matematika Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 Terap Trigonometri (KLIK DISINI)
  39. Modul Matematika Perminatan Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 Pinjaman (KLIK DISINI)
  40. Modul Matematika Perminatan Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 Tatanan Rumah (KLIK DISINI)
  41. Modul Matematika Perminatan Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 Arsitektur Modern (KLIK DISINI)
  42. Modul Matematika Perminatan Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 Martabak Manis (KLIK DISINI)
  43. Modul Matematika Perminatan Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 Terap Pronomial (KLIK DISINI)
  44. Modul Olah Raga Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  45. Modul Olah Raga Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  46. Modul Olah Raga Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  47. Modul Olah Raga Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 (KLIK DISINI)
  48. Modul Olah Raga Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 (KLIK DISINI)
  49. Modul PPKn Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  50. Modul PPKn Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  51. Modul PPKn Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  52. Modul PPKn Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 (KLIK DISINI)
  53. Modul PPKn Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 (KLIK DISINI)
  54. Modul Prakarya dan Kewirausahaan Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  55. Modul Prakarya dan Kewirausahaan Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  56. Modul Prakarya dan Kewirausahaan Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  57. Modul Sejarah Indonesia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 Penelusuran Konsep Sejarah (KLIK DISINI)
  58. Modul Sejarah Indonesia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 Rekam Jejak Peradaban Indonesia (KLIK DISINI)
  59. Modul Sejarah Indonesia Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 Islam Nusantara (KLIK DISINI)
  60. Modul Sejarah Indonesia Kejar Paket C Kurikulum k13 – Modul 4 Kejayaan Islam di Nusantara (KLIK DISINI)
  61. Modul Sejarah Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 Dari Masa Lalu untuk Masa Depan (KLIK DISINI)
  62. Modul Sejarah Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 6 Napak Tilas (KLIK DISINI)
  63. Modul Sejarah Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 7 Jejak Peradaban Dunia (KLIK DISINI)
  64. Modul Sejarah Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 8 Reportase Sejarah (KLIK DISINI)
  65. Modul Seni Budaya Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 Keragaman musik tradisional (KLIK DISINI)
  66. Modul Seni Budaya Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 Kehidupan sosial (KLIK DISINI)
  67. Modul Seni Budaya Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 Musik adalah Hidupku (KLIK DISINI)
  68. Modul Seni Budaya Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 Harmoni dalam Musik Tradisi (KLIK DISINI)
  69. Modul Seni Budaya Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 5 Kolaborasi pertunjukan musik (KLIK DISINI)
  70. Modul Sosiologi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 1 (KLIK DISINI)
  71. Modul Sosiologi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 2 (KLIK DISINI)
  72. Modul Sosiologi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 3 (KLIK DISINI)
  73. Modul Sosiologi Kejar Paket C Kurikulum K13 – Modul 4 (KLIK DISINI)
  74. Modul Sosiologi Kejar paket C Kurikulum K13 – Modul 5 (KLIK DISINI)

 


  • 0

Kurikulum Baru Pendidikan Kesetaraan Program Kejar Paket A, B dan C 2018

Struktur Kurikulum Pendidikan Kesetaraan Program Kejar Paket merupakan pola susunan mata pelajaran dan beban belajar yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, meliputi mata pelajaran, dan bobot satuan kredit kompetensi (SKK). Penyusunan kurikulum pendidikan kesetaraan mengacu pada kompetensi inti dan kompetensi dasar kurikulum pendidikan dasar dan menengah (Permendikbud No. 24 tahun 2016) Kompetensi inti dan kompetensi dasar tersebut dilakukan kontekstualisasi dan fungsionalisasi tanpa mengurangi kualitas dan standar kompetensi yang ada. Khusus kurikulum mata pelajaran agama dan budi pekerti sepenuhnya menggunakan kurikulum pendidikan dasar dan menegah yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Muatan belajar program kejar Paket  dinyatakan dalam satuan kredit kompetensi (SKK) yang menunjukkan bobot kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran, baik melalui pembelajaran tatap muka, tutorial, dan atau belajar mandiri. SKK merupakan penghargaan terhadap pencapaian kompetensi sebagai hasil belajar peserta didik dalam menguasai suatu mata pelajaran. SKK diperhitungkan untuk setiap mata pelajaran yang terdapat dalam struktur kurikulum. Satu SKK dihitung berdasarkan pertimbangan muatan SK dan KD tiap mata pelajaran. SKK dapat digunakan untuk alih kredit kompetensi yang diperoleh dari jalur pendidikan informal, formal, kursus, keahlian dan kegiatan mandiri. Satu SKK adalah satu satuan kompetensi yang dicapai melalui pembelajaran 1 jam pelajaran tatap muka atau 2 jam pelajaran tutorial atau 3 jam pelajaran mandiri, atau kombinasi secara proporsional dari ketiganya. Satu jam yang dimaksud adalah satu jam pelajaran yaitu sama dengan 35 menit untuk Paket A, 40 menit untuk Paket B, dan 45 menit untuk Paket C.

Struktur kurikulum program pendidikan kesetaraan dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan sesuai dengan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 dengan orientasi pengembangan olah karya untuk mencapai keterampilan fungsional yang menjadi kekhasan program program pendidikan kesetaraan yaitu :

  • 1. Paket A: Memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
  • 2. Paket B: Memiliki keterampilan untuk memenuhi tuntutan dunia kerja
  • 3. Paket C: Memiliki keterampilan berwirausaha.

Struktur kurikulum pendidikan kesetaraan kejar paket terdiri mata pelajaran kelompok umum dan kelompok khusus.

1. Kelompok umum memuat mata pelajaran yang disusun mengacu pada standar pendidikan formal sesuai Peraturan Mendikbud No.     21 tahun 2016 tentang Standar Isi serta kontennya dikembangkan oleh pusat dan merupakan mata pelajaran yang wajib diberikan         untuk semua peserta didik.

2. Kelompok khusus: berisi program pengembangan kecakapan hidup yang mencakup keterampilan okupasional, fungsional,  vokasional, sikap dan kepribadian profesional, dan jiwa wirausaha mandiri yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan          karakteristik pendidikan kesetaraan yaitu:

A. Pemberdayaan memuat kompetensi untuk menumbuhkan keberdayaan, harga diri, percaya diri, sehingga peserta didik mampu          mandiri dan berkreasi dalam kehidupan bermasyarakat. Materi materi untuk mencapai kompetensi dapat meliputi: Pengembangan diri, pengembangan kapasitas untuk mendukung keterampilan yang dipilih peserta didik. 

B. Keterampilan diberikan dengan memperhatikan variasi potensi sumber daya daerah yang ada, kebutuhan peserta didik dan peluang kesempatan kerja yang tersedia, sehingga peserta didik mampu melakukan aktualisasi kemandirian, otonomi, kebebasan dan kreativitas dalam berkarya untuk mengisi ruang publik secara produktif. Keterampilan terdiri atas:

• Seni dan budaya untuk membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya.

•Pendidikan Olahraga dan Rekreasi untuk membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas.

•Prakarya untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki kecakapan okupasional dan vokasional Muatan keterampilan tersebut merupakan muatan wajib, akan tetapi untuk pendalaman atau spesialisasi peserta didik dapat memilih salah satu keterampilan keahlian sesuai potensi, kebutuhan, kearifan lokal dan karakteristik peserta didik.

C. Strategi dan pendekatan pembelajaran dapat dirancang secara tematik-terpadu atau menggunakan pendekatan berbasis mata pelajaran sesuai dengan karakteristIk dan kebutuhan pendidikan kesetaraan dan peserta didik.

D. Tingkatan pada pendidikan kesetaraan adalah Muatan dan kompetensi Tingkatan 3/ setara dengan kelas VII – VIII pada jenjang pendidikan formal. Muatan dan kompetensi Tingkatan 4/ setara dengan kelas IX pada jenjang pendidikan formal Muatan belajar program pendidikan kesetaraan dinyatakan dalam satuan kredit kompetensi (SKK) yang menunjukkan bobot kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran, baik melalui tatap muka, praktek keterampilan, dan/ atau kegiatan mandiri. Satu SKK adalah satu satuan kompetensi yang dicapai melalui pembelajaran 1 jam tatap muka atau 2 jam tutorial atau 3 jam mandiri, atau kombinasi secara proporsional dari ketiganya. Satu jam tatap muka yang dimaksud adalah satu jam pembelajaran yaitu sama dengan 40 menit.

Kurikulum Pendidikan Kesetaraan Program Kejar Paket A, B dan C tahun 2018 untuk homeschooling dan PKBM adalah sebagai berikut :


  • 0

Les Privat Belajar Calistung

Les Privat Belajar Baca Tulis Hitung atau Calistung untuk anak-anak usia dini umur 3 sampai dengan 6 tahun merupakan salah satu bagian dari keluarga Lembaga Pendidikan Proactive yang beralamatkan di Jl. Wonosari KM 07, Mantup, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta yang bertujuan mengenalkan baca tulis dan hitung pada anak usia dini minimal 3 tahun. Dengan metode belajar yang menyenangkan sambil bermain menjadikan anak antusias dalam pengenalan baca tulis dan hitung sehingga memudahkan orang tua dan anak dalam mengikuti tingkatan belajar anak selanjutnya. Adanya Program Les Privat Belajar Calistung di Proactive Education diharapkan anak dapat mencintai dunia membaca pada khususnya di usia sedini mungkin.

Visi dan Misi Program Les Calistung
1. Menjadikan Proactive Education sebagai taman membaca yang ramah anak dan proffesional
2. Membina anak agar mencintai dunia membaca sedini mungkin
3. Menjadikan Taman Belajar membaca anak dengan metode yang menyenangkan
4. Menunjang anak-anak dalam mempersiapkan masuk ke jenjang SD

Program Kelas Les Calistung Proactive
1. Program Membaca
– Target Bisa Membaca dan menulis selama 5-6 bulan
– Modul : Level 1-9
– Metode : Fun Reading
– Pertemuan : 3 kali per-minggu atau 12 kali per-bulan
– Waktu : 30 menit per-pertemuan
– Biaya Pendaftaran : Rp. 100,000 (Modul, alat tulis, buku tulis dan goodie bag)
– SPP Per-bulan : Rp. 250,000

2. Program Berhitung
– Target Bisa Berhitung
– Modul : Level 1-12
– Metode : Jarimatika
– Pertemuan : 3 kali per-minggu atau 12 kali per-bulan
– Waktu : 30 menit per-pertemuan
– Biaya Pendaftaran : Rp. 100,000 (Modul, alat tulis, buku tulis dan goodie bag)
– SPP Per-bulan : Rp. 250,000

3. Program Paket Les Calistung
– Target Bisa Membaca Menulis dan Berhitung selama 5-6 bulan
– Modul : Buku Calistung
– Metode : Fun Reading dan Jarimatika
– Pertemuan : 3 kali per-minggu atau 12 kali per-bulan
– Waktu : 60 menit per-pertemuan
– Biaya Pendaftaran : Rp. 120,000 (Modul, alat tulis, buku tulis dan goodie bag)
– SPP Per-bulan : Rp. 380,000

FASILITAS
Ruang Kelas Representatif (AC),
Ruang Ibadah,
Ruang tunggu yang nyaman,
Tentor Berpengalaman,
Metode Belajar Yang Menyenangkan,
Gratis Internet,
Laporan Belajar Siswa

INFO LEBIH LANJUT, KLIK HOTLINE WHATSAPP INI :


  • 0

Manfaat Belajar Les Privat Calistung untuk Anak

Pendidikan merupakan hal yang utama bagi tumbuh kembang seorang anak. Pendidikan anak usia dini atau PAUD adalah sarana bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak-anaknya pendidikan formal sejak dini. pendidikan bagi seorang anak adalah pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang diberikan di bangku sekolah. Kebanyakan sekolah dasar di Indonesia mewajibkan anak-anak yang hendak masuk sudah harus bisa membaca dan berhitung. Les privat belajar calistung anak, pendidikan usia dini, kindergarteen merupakan sebuah sarana bagi orang tua agar membantu anaknya agar dapat membaca dan berhitung dengan baik. Les calistung ini cocok untuk pendidikan usia dini. Hal ini sekarang lebih banyak dipilih karena banyaknya kesibukan orang tua diluar. Sebagai orang tua tentunya ingin yang terbaik bagi pendidikan anak-anaknya.

Selain itu, mengajarkan baca-tulis itu harus dipenuhi dengan suasana menyenangkan, memancing penasaran hingga membuat ketagihan. Bukan malah penuh paksaan, membuat beban dan akhirnya menjadi sesuatu yang dibenci. Mengajarkan membaca pada siswa kelas kecil tentu harus menyesuaikan dunianya yang kongkrit dan dengan permainan. Bukan aktivitas monoton yang membosankan. Motivasi mengapa harus bisa membaca lebih dominan dikisahkan daripada paksaan untuk segera menghabiskan buku jilid baca.

Kemampuan berhitung cenderung relatif lebih cepat dikuasai dibandingkan tulis-baca. Namun begitu mengajarkan tetap wajib dengan penuh keceriaan dan memancing penasaran. Berhitung kongkrit menjadi awalan yang harus mengharuskan menggunakan alat dan benda yang kongkrit. Kepahaman konsep menjadi proritas ketuntasan. Bukan semata habisnya materi. Berhitung merupakan kemampuan yang mempunyai ciri khas adanya penjenjangan syarat yang harus tuntas dikuasai. Sehingga tidak tuntasnya satu syarat menjadikannya beban untuk menempuh tahap berikutnya. Di titik ini yang menyebabkan anak membenci pelajaran matematika. Kata kuncinya adalah ketuntasan konsep matematika menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi.

Mengajarkan membaca dan berhitung untuk anak bisa dimulai dari rumah atau dengan memasukkanya Les calistung anak. Anak-anak usia dini atau anak dengan usia 5-6 tahun sebaiknya porsi lesnya masih harus lebih kecil dibandingkan dengan porsi bermain mereka. Hal ini agar mencegah anak-anak tidak setres ketika diajarkan. Jika anda memilih tempat les yang tepat untuk anak anda sebaiknya yang menggunakan metode belajar sambil bermain sehingga cocok untuk pendidikan anak usia dini, dan kindergarteen.

Berikut ini merupakan manfaat dari pembelajaran calistung untuk anak usia dini :

  1. Lebih mandiri dan Percaya Diri, anak-anak yang menguasai calistung sejak dini sudah mampu melaksanakan tugas-tugas kesehariannya sendiri, seperti makan, mandi, tidur, hingga belajar. Mereka memahami tugas-tugasnya sebagai anak sekolah dan tugas-tugas kesehariannya. Bahkan sejak awal masuk sekolah, mereka dengan mudah lepas oleh orang tuanya tanpa harus ditunggui. Sebagian besar anak bahkan sudah mulai mampu mempersiapkan kebutuhan sekolahnya sendiri, yang berkaitan dengan perlengkapan sekolahnya.
  2. Kepribadian Lebih Konstruktif, kemampuan calistung secara signifikan memperlihatkan perkembangan tingkat kedewasaan serta kemampuan anak menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Semakin tinggi kedewasaan anak, semakin mudah pula anak menguasai calistung, dan sebaliknya. Kedewasaan tersebut memungkinkan anak untuk bergaul dengan baik dengan sejawatnya, menghindari konflik, serta menghargai orang lain dan menyayangi yang lebih muda. Anak-anak yang menguasai calistung pada umumnya lebih mudah diasuh oleh orang tuanya sendiri maupun di sekolah. Kondisi sebaliknya dialami oleh kebanyakan anak yang belum menguasai calistung, di mana anak-anak seperti ini umumnya masih lekat dengan sikap kekanak-kanakan yang terlalu ketergantungan pada orang tua dalam berbagai hal.
  3. Mudah mengikuti pembelajaran, anak yang sudah menguasai calistung sejak dini memiliki fokus perhatian yang baik dan memiliki motif berprestasi tinggi. Itu sebabnya mereka lebih mudah memahami instruksi baik melalui penjelasan maupun belajar secara mandiri. Kemampuan membaca dan menulis membuat mereka dapat belajar secara mandiri tanpa terlalu banyak instruksi dari orang lain. Anak yang terlambat menguasai calistung pada umumnya sekaligus menjadi indikator hambatan belajar. Anak-anak seperti ini biasanya mengalami hambatan belajar seperti gangguan emosi, gangguan konsentrasi, hiperaktif, dan sebagainya. Selain hambatan memahami konsep, mereka umumnya kurang memiliki motif berprestasi.
  4. Senang bersekolah, anak yang sudah menguasai calistung sejak dini merasa betah di sekolah dibanding anak-anak yang belum menguasai calistung. Kemampuan calistung membuat anak lebih siap menghadapi kegiatan sekolah. Mereka menyambut hari-hari di sekolah tanpa beban, bahkan memandang sebagai saat-saat yang menyenangkan. Kemampuan calistung membuat anak memandang sekolah dan belajar sebagai bagian penting dalam kehidupannya. Kondisi berbeda dialami oleh anak-anak yang belum menguasai calistung. Ketidakmampuan calistung membuat anak-anak yang berkarakter introvert, tertutup, penakut  atau pemalu kurang menyukai lingkungan sekolah. Mereka merasa lebih nyaman di rumah dan cenderung menarik diri dari lingkungan di sekolah. Sebaliknya, ketidakmampuan calistung pada anak-anak yang berkarakter kuat, dalam arti pemberani (Bahasa Jawa: Branjangkawat),  aktif dan mudah bergaul, pada umumnya diikutii dengan sikap dan perilaku yang kurang menunjang proses pembelajaran, seperti ngambek, mengganggu, merusak, hingga berkelahi.
  5. Curiosity Terarah, anak yang menguasai calistung sejak dini memiliki keingintahuan tinggi. Mereka berusaha mempelajari berbagai hal yang mereka jumpai, seperti nama atau petunjuk jalan, merek kendaraan, papan iklan dan sebagainya. Mereka suka mempelajari berbagai petunjuk, seperti dosis obat, cara merangkai atau cara kerja suatu alat, dan cenderung banyak bertanya ketika mendapati hal baru. Kecenderungan ini membuat anak belajar banyak hal secara konstruktif. Keingintahuan relatif tidak mengarah pada usaha mencoba-coba sesuatu yang membahayakan dirinya, orang lain atau yang dapat merusak obyek yang dihadapi. Perhatian anak yang terlambat menguasai calistung pada umumnya lebih terfokus pada dirinya sendiri. Itu sebabnya mereka lebih memilih fokus pada permainan yang ada di hadapannya.  Mereka lebih asyik dengan dirinya sendiri, permainan dengan tangan atau alat mainan yang ada di tangannya. Anak yang terlambat menguasai calistung sebenarnya juga memiliki keingintahuan tinggi. Hanya saja, keingintahuan tersebut kurang terarah dan kurang konstruktif. Mereka membutuhkan pengawasan penuh sebab ketika tertarik pada sesuatu kurang memahami petunjuk dan berbagai larangan yang ada di depan matanya.
  6. Konsep Diri Kuat, kekayaan dan kepekaan terhadap informasi membuat anak yang menguasai calistung sejak dini memiliki konsep diri yang lebih kuat. Mereka memiliki kesadaran diri (self awareness) mengenai siapa dirinya dan lingkungannya, serta relatif lebih mampu membedakan baik-buruk, aman-berbahaya, pantas-tidak pantas, serta boleh-dilarang. Kepribadian anak yang terlambat menguasai calistung cenderung kurang konstruktif. Mereka relatif sulit membedakan yang baik-tidak baik, bahkan bahaya dan tidak bahaya. Mereka umumnya cenderung egois seperti umumnya anak-anak dan sulit menerima penjelasan orang dewasa. Ketika mereka merengek meminta sesuatu sulit untuk diredam sehingga sering merepotkan orang tua.
  7. Minat pada Multi Kegiatan, penguasaan calistung tidak mengurangi minat anak untuk mengikuti berbagai kegiatan. Anak yang menguasai calistung memiliki minat pada bidang yang lebih luas, baik yang akademik maupun non akademik. Tingginya motif berprestasi membuat mereka menyukai kegiatan-kegiatan yang berorientasi prestasi. Anak yang terlambat menguasai baca-tulis juga memiliki minat yang sama, tetapi minat mereka lebih banyak pada kegiatan yang berorientasi permainan. Minat berprestasi mereka tertuju pada permainan kompetitif dan mudah bosan bila mengikuti kegiatan yang berorientasi seni atau membutuhkan latihan rutin.
  8. Kemampuan Bertransaksi, kemampuan calistung membuat anak lebih matang dalam berinteraksi dengan lingkungan. Mereka mengetahui nilai uang, kembalian, harga barang, sehingga mampu bertransaksi sendiri dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil. Pemahaman atas nilai uang dan barang membuat mereka relatif mudah memahami keberatan orang tua ketika menginginkan barang-barang yang berharga terlalu mahal bagi orang tuanya. Sebagaimana masyarakat buta aksara, anak yang belum menguasai calistung sebenarnya juga mengetahui nilai uang, tetapi relatif kurang memahami nilai barang dan uang kembalian. Mereka hanya dapat melakukan transaksi sederhana, misalnya membeli jajanan dengan harga pas dengan uang pecahan kecil.

Dampak-dampak yang dikhawatirkan terjadi pada anak yang menguasai calistung sejak dini sejauh ini tidak terjadi. Tumbuh kembang yang menguasai calistung anak secara fisik tidak berbeda dari anak yang belum menguasai calistung. Calistung justru berdampak positif bagi perkembangan mental anak sehingga memudahkan mereka untuk belajar maupun untuk diasuh oleh orang tuanya.

Jika anda masih merasa bingung untuk mencari les calistung anak di tempat kami menyediakan les calistung untuk anak, anak didampingi untuk belajar membaca dan menulis dengan menggunakan metode yang ramah anak, bahkan untuk anak berkebutuhan khusus sekalipun. Karena di tempat kami anak didampingi dengan menggunakan pendekatan berbasiskan ilmu psikologi dan ilmu grafologi. Dan dipantau langsung oleh grafolog. Anak tidak hanya belajar menulis mandiri namun secara tidak langsung anak telah mendapatkan terapi yang memiliki banyak manfaat positif.

Salah satu tempat Les Calistung Anak yang berkualitas dengan harga terjangkau adalah Les privat belajar Calistung Proactive yang bertempat di Jl. Wonosari km 7 Mantup Baturetno Banguntapan Bantul Yogyakarta. Dengan metode belajar sambil bermain menjadikan rutinitas belajar membaca menulis dan berhitung anak menjadi sesuatu yang menyenangkan. Informasi lebih details mengenai Program Les Calistung Proactive, bisa dikontak Hotline atau nomer wa kami di 08112950097.

INFO BIAYA DAN METODE CALISTUNG SILAHKAN KLIK DISINI :

 

 


Connect with Us!

TAS MOBIL MULTIFUNGSI

Location

Visitor

0101263
Hari ini : 264
Kemarin : 236
Bulan ini : 4001
Total Kunjungan : 101263
Who's Online : 4