Penanganan Korban Bullying

  • 0

Penanganan Korban Bullying

Miris… kasus bullying akhir-akhir ini semakin meningkat. Begitu banyak surat kabar yang memberitakan kasus bullying yang terjadi di kalangan anak-anak¬† yang terjadi di sekolah. Bullying adalah tindakan mengintimidasi dan memaksa seorang individu atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu di luar kehendak mereka, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional melalui pelecehan dan penyerangan. Hal ini jika dibiarkan terus menerus tentu akan sangat merugikan banyak orang, terutama bagi si korban bullying yang masih berusia kanak-kanak dan dan juga bagi keluarganya.

Namun masih banyak orang tua yang terlambat menyadari bahwa anak mereka menjadi korban bullying hingga si anak akhirnya sudah terlanjur mengalami dampak dari bullying tersebut. Dampak yang ditimbulkan oleh perilaku sangat mengerikan, si korban akan tidak senang jika berkumpul dengan teman-temannya, sering bolos atau takut pergi ke sekolah/lingkungan dekat rumah,prestasi disekolah menuruh, menarik diri dari pergaulan, depresi, bahkan sampai bunuh diri.

Padahal orang tua memegang peranan penting dalam proses perkembangan anak. Namun sebagai orang tua, anda harus mengakui bahwa terkadang anda menyerahkan sepenuhnya masalah pendidikan dan issue yang anak-anak hadapi di sekolah kepada para pendidik di sekolah. Dalam menghadapi issue bullying, peran orang tua dan pendidik di sekolah sama pentingnya. Orang tua dan guru di sekolah harus bekerjasama untuk membantu-baik para korban bullying dan bullies itu sendiri agar tercipta sebuah lingkungan yang positif antar sesama siswa di sekolah.

Orang tua harus pintar mengenali ciri korban bullying agar dapat meminimalisir kemungkinan anak menjadi korban bullying dan dapat segera memberikan penanganan jika si anak menunjukkan tanda-tanda korban bullying. Anda dapat mengenali anak menjadi korban bullying jika si anak menunjukkan gejala sebagai berikut :

  1. Enggan untuk pergi sekolah
  2. Sering sakit secara tiba-tiba
  3. Mengalami penurunan nilai
  4. Barang yang dimiliki hilang atau rusak
  5. Mimpi buruk atau bahkan sulit untuk terlelap
  6. Rasa amarah dan benci semakin mudah meluap dan meningkat
  7. Sulit untuk berteman dengan teman baru
  8. Memiliki tanda fisik, seperti memar atau luka

Jika anak anda sudah menunjukkan tanda-tanda seperti diatas, maka anda harus segera mengambil tindakan. Orang tua dapat melakukan pencegahan terjadinya bullying. Anda dapat berkomunikasi dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak. Ajar anak-anak untuk dapat merasakan apa yang orang lain rasakan (put him/herself in someone else’s shoes). Prioritaskan waktu untuk berkomunikasi dengan anak setiap hari. Selain itu anda juga harus membangun rasa percaya diri yang kuat dalam diri anak agar sifat pemalu dan penakut yang ada dalam diri anak meningkat.

Namun, apabila anak anda telah menjadi korban bullying… anda dapat melakukan beberapa hal berikut adalah cara menangani korban bullying :

  1. Berlatih menyelesaikan masalah

Berdiskusi dengan anak untuk mengatasi bullying yang tidak terlalu parah, misalnya, abaikan ejekan atau gangguan non fisik. Anak perlu diberi kesempatan untuk mengatasi masalahnya sendiri sehingga ia dapat belajar untuk menghadapi konsekuensi dari setiap masalah yang dihadapinya. Orang tua yang terlalu protektif, justru akan membuat anak menjadi sasaran empuk sebagai korban bully. Yakinkan anak bahwa mengalami kondisi sulit akan membentuk daya tahan baginya.

  1. Kasih sayang dalam keluarga

Anak seyogyanya mendapat perlindungan, kasih sayang dan perhatian terutama dari orang-orang terdekat terutama dari orang tua dan keluarganya. Penelitian menyebutkan, anak yang tumbuh di lingkungan yang baik, akan tumbuh menjadi generasi yang stabil, optimis serta cerdas secara emosional. Yang artinya perilaku orang tua dan keluarga secara otomatis akan membentuk pribadi dan mental anak. Sehingga bila anak cukup mendapat perlindungan dan perhatian dari orang-orang terdekat, ancaman luar pun akan bisa dihadapi si anak dengan optimis.

  1. Pengalihan

Anda dapat mengalihkan perhatian anak dengan mengarahkan anak untuk menyalurkan minat dan bakat yang ada pada diri anak, dengan begitu anak tidak akan terlalau berfokus dengan bullying yang dialamainya.

  1. Konseling

Konseling bisa dilakukan bersama staff pengajar di sekolah, Guru Agama, bahkan pemuka agama sekalipun. Tujuan adanya bantuan konseling, agar sang anak bisa menemukan solusi dari permasalahan yang dialami sang anak. Terkadang dengan orang tua sendiri, mereka takut untuk terbuka karena dipikiran mereka pasti orang tua akan marah dan menghukum si pelaku bullyingnya. Namun dengan mereka lah, terkadang meraka bisa terbuka dan lebih leluasa untuk mengeluarkan perasaannya.

  1. Bicara tentang pengalaman Anda sendiri

Ceritakan pengalaman Anda sendiri di sekolah kepada anak. Ini akan membantu anak tahu bahwa dia tidak sendirian dalam situasi seperti itu.

  1. Pendekatan pada pelaku bullying

Di balik tindakan berani mereka, para penindas pada dasarnya pengecut. Mereka bertindak jahat dan menjatuhkan orang lain untuk menutupi ketidak-amanan mereka sendiri dan kurangnya rasa percaya diri. Bullying mudah dijinakkan ketika kekuasaan dan kontrol diambil. Selesaikan masalah secara kekeluargaan, baik dengan pihak keluarganya bahkan melibatkan pihak terkait, seperti sekolah, organisasi diluar sekolah. Tindakan ini dipercaya efektif untuk memutus rantai peristiwa yang lebih fatal. Tak perlu diselesaikan dengan emosi apalagi dilawan dengan kekerasan.

  1. Memantau

Setelah berbagai cara pencegahan dan penanganan bullying di atas diterapkan, terus beri perhatian dan pantau keadaan anak Anda dan si penindas.

Jadilah orang tua yang peka terhadap apa yang terjadi pada anak, kenalli tanda-tanda bullying sedini mungkin, jangan sampai anak anda menjadi korban maupun pelaku dari perilaku bullying… dengan begitu anda ikut serta dalam pemberantasan perilaku bullying. Be smart parents :)!


Connect with Us!

Location

Visitor

0041087
Hari ini : 44
Total Kunjungan : 41087
Who's Online : 5