Isi Liburan Sekolah Anak Dengan Kegiatan Yang Mencerdaskan

  • 0

Isi Liburan Sekolah Anak Dengan Kegiatan Yang Mencerdaskan

Masa liburan sekolah akan segera tiba, liburan panjang yang dibarengi dengan libur hari raya ini tentu saja sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Namun beberapa orang tua ada yang kebingungan dalam mengisi lburan anak. Apalagi jika orang tua yang sibuk bekerja dan hanya mendapatkan libur saat cuti hari raya. Pastilah akan sangat kebingungan untuk mencari kegiatan bagi sang buah hati karna tidak bisa mengajaknya jalan-jalan atau berlibur ke suatu tempat yang baru bagi sang buah hati. Namun liburan tidak melulu harus pergi kesuatu tempat yang yang jauh. Untuk mengisi libura anak, anda dpat memilih kegiatan yang kreatif dan mecerdaskan anak anda meski tidak harus keluar jauh dari rumah. Namun, bagaimana cara yang tepat untuk mengisi kegiatan anak saat liburan panjang tanpa kita bisa mendampingi mereka?

Berikut ini ada beberapa contoh kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi liburan sekolah anak, yang diharapkan dapat memberikan wawasan pengetahuan dan daya kreatifitas anak selama liburan sekolah.

  1. Memasak

Waktu liburan sangatlah tepat jika digunakan untuk mengajari anak memasak, khususnya bagi orang tua yang memiliki anak perempuan.  Ajari anak mencuci buah dan sayur, mengocok telur, mengambil bumbu, mengaduk adonan dan memberi topping.  Ia akan bangga menikmati hasilnya. Kegiatan ini akan mengenalkan anak pada proses kimiawi, dari mentah menjadi matang,   mengenalkan  aroma dan tekstur aneka bahan makanan.

  1. Olahraga

Olahraga rutin bersama dengan anak tentu akan membuat hubungan orang tua dan anak semakin erat. Selain itu, orang tua juga bisa mengajarkan anak disiplin untuk menjaga kesehatannya. Dengan begitu, setelah anak dewasa akan terbiasa berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

  1. Membuat pekerjaan tangan

Membuat pekerjaan tangan dengan anak tentunya akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi para orang tua. Ajarilah anak membuat pekerjaan tangan dengan bahan-bahan yang sering dijumpai sehari-hari seperti barang bekas yang sudah tidak terpakai, kain flanel, stik ice cream, atau manik-manik. Asalkan kita bisa sedikit meluangkan waktu untuk berimajinasi dan sedikit kreatif. Contohnya membuat wayang dari kardus, yang kita gambar sendiri , di gunting dan di tempelkan di tusuk sate. Atau kalau mau bisa membeli kain flanel, stik ice cream atau manik manik yang harganya relative murah.

  1. Menggambar dan mewarnai

Kagiatan menggabar dan mewarnai akan melatih daya kreatifitas anak. Jika di sekolah, pelajaran menggambar dan mewarnai mungkin hanya diberikan satu jam pelajaran dalam seminggu. So, bagi para orang tua dapat memanfaatkan waktu liburan anak untuk mengajari mereka menggambar dan mewarnai. Atau dapat juga mengikut sertakan anak pada lomba-lomba yang diadakan pada saat liburan. Proactive robotic school merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan yang juga menyelenggaran kegiatan lomba menggambar dan mewarnai pada liburan semester ini di Sahid J-Walk Mall Yogyakarta.

  1. Belajar sains sederhana

Video eksperimen sains menggunakan bahan-bahan yang kita jumpai sehari-hari sangat bayak sekali tersebar internet. Para orang tua dapat dengan mudah mendapatkannya untuk kemudian mencobanya dengan anak-anak. Misalnya orang tua dapat memenfaatkan baking soda dan cuka untuk membuat gunung meletus, atau membuat lava lamp. Dengan begitu anak-anak akan senang karena mencoba hal yang baru dan akan membuatkanya berfikir kreatif untuk mencoba eksperimen yang lain.

  1. Mengikuti Holiday Program

Tidak sempat menggali minat saat sekolah berlangsung? Banyak lembaga yang mengadakan holiday program yang bisa jadi pilihan menarik untuk anak. Mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut dapat membuka mata anak tentang berbagai bidang bakat, bahkan berinteraksi dengan teman sebaya dengan kegemaran yang sama. Salah satu lembaga yang mengadakan holiday program adalah Proactive Robotic School. Holiday Program yang diadakan oleh Proactive adalah proram kursus robotik yaitu dengan mengenalkan anak pada dunia elektronika dan robotika.


  • 0

Faktor-faktor Yang Melatarbelakangi Kenakalan Remaja

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya… Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncang dunia”,

Begitulah kata-kata yang pernah di ucapkan oleh Presiden RI pertama pada pidatonya.  Remaja adalah harapan dan tumpuan segala orang tua dan dan juga generasi perubah bangsa. Dengan remaja suatu bangsa akan menjadi baik apabila pemudanya yang memipin juga baik, tetapi jika pemudanya jelek moral dan perilakunya pasti Negara atau suatu masyarakat tersebut akan rusak juga dipimpin oleh remaja yang sudah rusak moralnya. Betapa indahnya jika suatu negara dipenuhi dengan pemuda-pemuda yang cerdas dan baik perilakunya. Dapat dibanyangkan betapa majunya negara itu.

Namun kenyataan saat ini malah berbalik dengan apa yang diimpikan. Hampir setiap hari baik media massa cetak maupun elektronik memberitakan tentang perilaku kenakalan yang dilakukan oleh remaja. Begitu banyak kenakalan yang dilakukan, mulai dari melanggar norma yang ada di masyarakat, melanggar aturan, bahkan banyak juga remaja yang sudah berani melanggar hukum pidana. Miris bukan?… padahal perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Oleh karena itu peran orang tua dalam mendidik seorang anak apalagi remaja sangat diperlukan penanaman nilai, dan norma yang diberikan sejak dini dapat mempengaruhi sikap, perbuatan mental seorang anak untuk dapat memilah mana hal yang perlu ditiru, dan mana hal yang tidak patut ditiru, pada intinya seorang anak dapat melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik. Apabila peran orang tua tidak maksimal sejak anak masih kecil, pada saat tumbuh menjadi seorang remajapun tidak menutup kemungkinan seorang remaja berbuat hal yang melanggar aturan.

Banyak faktor-faktor yang membuat remaja memasuki dunia pergaulan yang rusak. Biasanya hal ini berawal dari mereka berteman dengan teman yang membawa dampak buruk, karena masa remaja itu masa dimana keadaan psikis remaja bisa mudah terpengaruh. Ada faktor yang berasal dari keluarga, karena kurangnya perhatian dari keluarga membuat anak menjadi royal dalam pergaulan. Faktor terpenting yang membuat remaja mudah terjerumus dipergaulan bebas karena kurangnya agama yang membentengi pikiran dan jiwa anak. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kenakalan remaja. Ada faktor internal yang merupakan faktor yang timbul dari si pelaku itu sendiri, juga ada faktor eksternal yang mungkin disebabkan oleh keluarga, sekolah, maupun lingkungan sekitar.

Faktor internal

  1. Faktor kepribadian

Kepribadian adalah  suatu organisasi yang dinamis pada system psikosomatis dalam individu yang turut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya (biasanya disebut karakter psikisnya). Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa yang berbahaya. Pada periode ini, seseorang meninggalkan masa anak-anak untuk menuju masa dewasa. Masa ini di rasakan sebagai suatu Krisis identitas karena belum adanya pegangan, sementara kepribadian mental untuk menghindari timbulnya kenakalan remaja atau perilaku menyimpang.

  1. Faktor kondisi fisik

Faktor ini dapat mencakup segi cacat atau tidaknya secara fisik dan segi jenis kelamin. Ada suatu  teori yang menjelaskan adanya kaitan antara cacat tubuh dengan tindakan menyimpang (meskipun teori ini belum teruji secara baik dalam kenyataan hidup).  Menurut teori ini, seseorang yang sedang mengalami cacat fisik cenderung mempunyai rasa kecewa terhadap kondisi hidupnya. Kekecewaan tersebut apabila tidak disertai dengan pemberian bimbingan akan menyebabkan si penderita cenderung berbuat melanggar tatanan hidup bersama sebagai  perwujudan kekecewaan akan kondisi tubuhnya.

  1. Faktor status

Seseorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah selesai menjalankan proses sanksi hukum (keluar dari penjara), sering kali pada saat kembali ke masyarakat status atau sebutan “eks narapidana” yang diberikan oleh masyarakat sulit terhapuskan sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan penyimpangan hukum karena meresa tertolak dan terasingkan.

Faktor ekstern

  1. Lingkungan keluarga

Pada dasarnya, keluarga adalah tempat di mana seorang anak bisa tumbuh dan berkembang dengan sempurna baik jasmani maupun rohani. Anak bisa mendapatkan perhatian, kasih sayang, juga dukungan moral dari orang tua. Namun sebaliknya, jika di dalam keluarga seorang anak tidak bisa mendapatkan hal tersebut yang terjadi adalah pelampiasan di luar rumah. Maka tidak mengherankan jika mereka akhirnya akan mencari perhatian dan kasih sayang dari pihak lain. Oleh karena itu, kewajiban sebagai orang tua agar selalu memberikan perhatian, rasa aman, nyaman, dan selalu melindungi anak-anaknya. Namun demikian, orang tua tidak dianjurkan memberikan suatu harapan yang berlebihan. Berikan kesempatan kepada anak Anda untuk menentukan jati dirinya dalam berkreasi, dan juga bisa belajar hidup mandiri. Jangan memanjakan anak karena hal tersebut hanya akan melemahkan karakter juga pribadinya.

  1. Lingkungan Sekolah

sekolah yang baik adalah salah satu jaminan dan sangat berpengaruh pada masa depan. Jika kondisi sekolah tidak mendukung dalam materi atau proses belajar, pada gilirannya dapat memberikan peluang pada anak untuk berperilaku menyimpang.

Meskipun tidak terlalu signifikan, faktor sekolah juga dapat menjadi penyebab terjadinya kenakalan pada remaja. Dalam hal ini, kualitas sekolah harus baik dan semua elemen sekolah yang ada agar senantiasa bertanggung jawab kepada anak didiknya. Kemampuan para guru sangat diperlukan dan juga peran pemerintah adalah harus cepat tanggap terhadap gejolak masyarakat, khususnya para remaja sedini mungkin, sebab hal ini jika tidak diantisipasi dengan cepat tanpa campur tangan semua komponen pemerintah sangat mustahil sebuah bangsa dan negara akan memiliki generasi yang kuat dan tangguh.

  1. Faktor Lingkungan

Di dalam kehidupan bermasyarakat, remaja sering melakukan keonaran dan mengganggu ketentraman masyarakat karena terpengaruh oleh pergaulan dengan teman sebayanya yang mana sering mempengaruhi untuk mencoba sesuatu yang baru tanpa memikirkan dampak yang akan timbul setelahnya. Sehingga banyak remaja yang akhirnyavterjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik yang akhirnya membawa dirinya untuk melakukan kenakalan remaja.

Nah itu adalah beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya kenakalan remaja. Orang tua sebagai orang yang paling dekat dengan anaknya harus selalu hati-hati dan mawas diri jika sikap si anak sudah menunjukkan perilaku yang tidak baik. Alangkah lebih baiknya jika orang tua bertanya dan berkomunikasi dengan baik kepada anak. serta harus selalu mengatahui pergaulan anak, mulai dari tempat yang sering didatangi untu8k nongkrong, teman-temannya, serta kebiasaannya. Sikap perhatian dan kasih sayang akan meminimalisir terjadinya kenakalan yang dilakukan oleh remaja.


  • 0

Cara Tepat Penanganan Disleksia pada Anak

Sebagian anak dilahirkan berbeda. Begitu juga dengan anak yang menderita disleksia. Anak yang menderita disleksia cenderung mengalami kesulitan membaca dan mengenal huruf pada usia yang cukup matang untuk bisa membaca dan dengan lancar. Hingga kemudian banyak orang awam yang awalnya beranggapan bahwa anak yang menderita dislexia adalah anak yang bodoh. Namun pada kenyataannya banyak anak dengan kelainan seperti ini terjadi pada anak yang memiliki tingkat intelegensi dari rendah hingga diatas rata-rata.

Kesulitan belajar pada anak disleksia, biasanya ditandai dengan gejala awal seperti kesulitan mengingat huruf, kesulitan membedakan huruf dan sering terbalik dalam menggunakan huruf yang hampir sama seperti b, d, p, q, u, n. Kesulitan inilah yang mengakibatkan anak disleksia mengalami masalah dalam membaca dan menulis. Mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia harus dilakukan dengan memahami terlebih dahulu cara belajar anak disleksia. Hal ini karena anak disleksia cenderung melihat huruf dengan cara yang berbeda dari anak normal. Anak disleksia memiliki cara pandang dan melihat huruf secara terbalik dan lebih mudah memahami sesuatu dalam bentuk gambar. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan cara belajar anak disleksia untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya.

Njamun ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk menangani kesulitan belajar yang di alami oleh anak-anak yang menderita disleksia, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membaca dan mendengarkan

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan membacakan cerita kepada anak kemudian anda memperlihatkan kalimatkalimat yang anda baca kepada anak. dengan begitu anak akan berinteraksi dengan teks yang ada pada teks, menggarisbawahi kosakata penting, dan membulatkan kosa kata yang panjang atau pendek. Selama membaca bersama, anak juga bisa menulis ulang atau menggambar visualisasi yang dapat ia hubungkan untuk mencocokan kalimat.

  1. Bantuan gambar

Anak dengan kelainan disleksia akan lebih mudah belajar dengan metode gambar. Cara ini dapat dilakukan dengan cara menuliskan kata yang ingin dilatih pada dua sisi kertas, misalnya kata “dua”. Pada satu sisi kertas , anda bersama dengan si kecil dapat menggambar langsung pada kalimat tersebut, misalnya anda dan si kecil dapat menambahkan dua buah mata untuk menggambarkan sebuah wajah atau gambar lainnya.

  1. Baca, susun, tulis

Dengan selembar kertas karton, buat tiga kolom: Baca, Susun, dan Tulis. Kemudian, sediakan spidol dan balok huruf warna-warni. Tuliskan kosakata yang ingin Anda latih di kolom Baca dan minta anak Anda untuk melihat huruf-huruf pembentuk kata tersebut. Kemudian, si kecil akan menyusun kata tersebut di kolom Susun menggunakan balok huruf. Terakhir, minta ia untuk coba menuliskan kata tersebut di kolom Tulis sambil membacakannya dengan lantang.

  1. Ajarkan mendetail

Pertama, ajarkan anak dengan menunjukkan satu kata, misalnya  “beruang” dan bacakan untuknya dengan suara yang jelas dan lantang. Kemudian, minta ia untuk coba mengeja huruf pembentuk kata tersebut. Tanyakan huruf hidup apa saja yang ia lihat, huruf apa yang ia lihat di awal, tengah, dan akhir kata. Hal ini akan membantunya untuk menganalisis kosakata tersebut dan memprosesnya dengan terinci.

Nah itu tadi adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengejarkan anak dengan kebutuhan disleksia. Sebenarnya masih sangat banyak lagi cara untuik menunjang pembelajaran anak disleksia. Temani anak belajar dengan penuh kesabaran dan kasih sayang supaya anak merasa nyaman dan dapat menerima apa yang diajarkan dengan baik.


  • 0

Pendidikan Karakter

Belakangan ini pendidikan karakter sedang gencar-gencarnya dibicarakan. Banyak sekolah yang akhirnya membuat sistem pendidikan baru yang berbasis pendidikan karakter. Namun apa sebenarnya pendidikan karakter itu? Pentingkah diadakannya pendidikan karakter disekolah? Bagaimana cara untuk memberikan pendidikan karakter pada anak?

Pertanyaan-pertanyaan diatas tadi akan kami bahas dalam artikel ini.

Jika kita bertanya apa itu pendidikan karakter, kita dapat melihat salah satu contoh bagaimana semrawut dan kacaunya berita-berita negatif yang diberitakan oleh televisi, maraknya masalah-masalah sosial dimasyarakat juga menunjukkan buruknya karakter yang terbentuk dari individu yang melaukannya. Contoh lain akibat buruknya karakter yang dimiliki individu adalah tindakan kekerasan yang terjadi dimana-mana, tawuran antar pelajar, kurangnya rasa hormat dan sopan santun terhadap orang yang lebih tua dan sebagainya. Bahkan sebagian besar yang terlibat dalam masalah-masalah sosial tersebut adalah remaja. Miris mendengarnya… bagaimana tidak.. remaja yang akan menjadi tolak ukur dan penentu kemajuan bangsa malah memiliki karakter yang buruk. Akan jadi apa bangsa ini?

Pendidikan karakter memang harus segera di galakan. pasalnya… semakin lama kita berdiam maka akan semakin bobrok mental dan karakter generasi penerus bangsa. Kemajuan teknologi dan kebabasan demokrasi yang terlewat batas menjadi pemicu bobroknya mental dan karakter generasi penerus bangsa. Peran anak-anak bangsa yang hanya menjadi pengguna teknologi tanpa adanya keinginan untuk menciptakan teknologi hanya akan membodohkan dan menjadikannya menjadi anti sosial. Begitu juga dengan kebebasan demokrasi yang berlebihan, hanya akan membuat banyak generasi muda kita menjadi bebas melewati dari batas norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.

Namun bagimana cara kita menanamankan karakter yang baik bagi generasi penerus bangsa?

Jawabannya adalah dengan pendidikan karakter. Sebenarnya pendidikan karakter pertama yang didapatkan oleh individu adalah dari keluarganya. Pada tahap ini, peran orang tua sangat dominan dalam pembentukan seseorang. Karena pembentukan karakter individu yang paling besar terjadi ketika dia masih berusia kanak-kanak. namun belakangan ini banyak juga sekolah yang akhirnya membuat sistem pendidikan berbasis pendidikan kerekater. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa cara yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk membentuk karakter yang baik pada siswa dan siswinya.

  1. Kegiatan rutin disekolah

Kegiatan ini bisa dilakukan dengan memberikan salam dan memberi hormat apabila bertemu guru dan orang yang lebih tua disekolah. Biasakan untuk bertegus sapa apabila bertemu teman, kakak kelas, ataupun adik kelas. Di ruang kelas dapat dialakukan piket rutin bergilir seluruh warha gelas.

  1. Upacara bendera

Upacara bendera secara rutin juga dapat menjadi salah satu cara untuk menanamkan pendidikan karakter bagi siswa. karena siswa dituntut untuk rapi, tertib, dan disiplin. Siswa juga diajak untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan yang mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

  1. Kegiatan spontan

Kegiatan spontan dapat juga disebut kegiatan insidental. Kegiatan ini dilakukan secara spontan tanpa perencanaan terlebih dahulu. Contoh kegiatan ini adalah mengumpulkan sumbangan ketika ada teman yang terkena musibah atau sumbangan untuk masyarakat ketika terjadi bencana.

  1. Pengkondisian

Pengkondisian berkaitan dengan upaya sekolah untuk menata lingkungan fisik maupun nonfisik demi terciptanya suasana mendukung terlaksananya pendidikan karakter.

  1. Keteladanan

Sikap keteladanan disekolah dapat dilakukan oleh guru, tenaga kependidikan sekolah, ataupun siswa dengan bersikap yang baik sehingga dapat menjadi contoh dan panutan bagi siswa lain.

  1. Pengintegrasian dalam mata pelajarn

Butir-butir nilai pendidikan karakter sudah seharusnya terdapat di setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada di setiap bahan ajar yang diberikan. Pengintegrasian ini dimulai dari pencantuman nilai-nilai karakter di dalam silabus dan secara aktif mengajarkan nilai tersebut dalam proses pembelajaran. Ini dilakukan sambil secara interaktif berkomunikasi dengan siswa yang kesulitan merealisasikan butir-butir nilai pendidikan karakter yang diajarkan kepadanya.


  • 0

Tips Belajar yang Efektif

Bulan Mei ini bakalan jadi bulan yang bikin deg-degan bagi sebagian besar siswa kelas 6 SD. Pasalanya, ujian nasional bakal menghampiri mereka pada bulan Mei ini. ujian yang merupakan indikator kelulusan negara ini tentu harus dipersiapkan dengan baik dan matang. Nah… bagi kamu yang sekarang sedang duduk di bangku kelas 6 SD, are you ready for Exam guys?

Banyak hal yang harus dipersiapkan menjelang ujian nasional. Selain belajar yang rajin, kamu juga harus banyak mempersiapkan hal yang lain seperti berdoa, menjaga kesehatan badan, banyak berlatih soal, dan lain sebagainya. Namun seringkali masih banyak siswa yang masih sulit untuk menemukan cara yang efektif dalam belajar. Padahal belajar yang efektif sangat diperlukan ketika akan menghadapi ujian nasional agar waktu yang ada dapat dipergunakan sebaik mungkin.

Nah… dalam artikel ini kita akan bahas bagaimana tips belajar yang efektif nih… yuk cusss kita bahas apa-apa saja cara belajar agar efektif.

  1. Buat Suasana Belajar yang Nyaman

Yang perlu kamu lakukan pertama adalah bagaimana cara membangun suasana belajar yang nyaman. Ada banyak cara untuk membuat mood belajar itu muncul, diantara: kamu bisa belajar sambil mendengarkan musik, belajar di tempat-tempat yang nyaman misalnya di taman atau dipinggir danau, atau diruangan ber-AC, atau kamu juga bisa mendekorasi ruang belajarmu agar tidak membosankan.

  1. Merangkum pokok pembelajaran

Dengan merangkum pokok pembelajaran akan lebih memudahkan kamu untuk memahami dan menghapal pokok materi yang kamu pelajari. Cara ini juga akan memudahkan kamu untuk mengingat materi.

  1. Waktu belajar yang tidak terlalu lama dengan frekuensi yang sering

Kamu perlu mengatur waktu belajarmu, karena jika kamu belajar dengan waktu yang cukup lama sekaligus maka kamu akan merasa bosan dan jenuh, konsentrasimu akan semakin berkurang apabila terlalu lama belajar, hingga akhirnya belajarmu akan kurang efektif. Dengan mengatur waktu belajar yang tidak terlalu lama dengan frekuensi yang sering akan sangat membantumu untuk belajar efektif. Jeda waktu belajarmu dapat kamu gunakan untuk merefresh otak sekejap agar kembali konsen ketika melanjutkan belajar.

  1. Bersihkan meja belajar dari barang-barang yang tidak diperlukan

Jangan sampai meja tempat kamu belajar dipenuhi dengan benda-benda yang bisa mengalihkan perhatian.  Singkirkan telepon, laptop, serta benda lain yang tidak berhubungan dengan aktivitas belajar.  Pastikan juga alat tulis dan kertas yang kamu perlukan terletak dalam jarak jangkauanmu.  Ingat, salah satu penyebab gagalnya aktivitas belajar adalah terlalu banyaknya hal-hal lain yang bisa mengalihkan aktivitas belajar.  Jika hal-hal pengalih perhatian itu dijauhkan dari jangkauan, maka kamu akan lebih mudah fokus dan berkonsentrasi dalam menyerap materi.

  1. Belajar dengan kondisi paling bugar

Cobalah belajar di saat kondisi paling bugar.  Saat baru bangun tidur, setelah tidur siang, atau sehabis mandi.  Ketika tubuh kamu masih segar, otomatis pikiran akan fresh dan materi yang dipelajari akan lebih mudah diserap.  Dalam kondisi tubuh optimal, suatu hal yang biasanya menuntut 3-4 kali baca sebelum kamu bisa memahaminya bisa kamu pelajari lebih cepat, mungkin hanya dalam 2 atau bahkan sekali baca. Satu lagi poin penting, jangan melakukan hal-hal yang melelahkan sebelum belajar, baik secara fisik maupun mental.  Persiapkanlah fisik kamu sebugar mungkin untuk bisa belajar dengan efektif.

Nah… demikianlah beberapa tips yang dapat dilakukan unutk membuat belajarmu lebih efektif… selamat mencoba guys…


  • 0

Alasan Memilih Homeschooling

Alasan Memilih Homeschooling – Homeschooling Bukanlah lembaga pendidikan, bukan juga bimbingan belajar yang dilaksanakan di sebuah lembaga. Tetapi homeschooling adalah model pembelajaran di rumah dengan orang tua sebagai guru utama dan bisa juga mendatangkan guru pendamping atau tutor untuk datang ke rumah. Homeschooling juga bukan berarti kegiatannya selalu dilaksanakan di rumah, anak dapat belajar di alam bebas baik di laboratorium, perpustakaan, museum, tempat wisata, dan lingkungan sekitarnya. Tetapi inti dari homeschooling tetap yaitu model pendidikan yang dilaksanakan di rumah dengan orang tua sebagai guru utama.

Dewasa ini, banyak orang tua yang akhirnya memilih untuk memindahkan anak mereka dari sekolah formal ke homeschooling. Alasannya pun beragam, ada orang tua yang memindahkan anaknya ke homeschooling karena terpaksa dan ada juga orang tua yang dari awal memang memilih untuk memberi pendidikan kepada anak mereka melalui homeschooling. Namun orang tua yang awalnya memindahkan anak secara terpaksa pun akhirnya banyak mendapatkan manfaat dari homeschooling ini. Misalnya, jika anak sudah bermasalah di sekolah, kemudian di drop out dari sekolah, maka home schooling dapat menjadi solusi untuk masalah ini. Atau mungkin anak yang trauma karena sesuatu hal seperti menjadi korban bullying oleh temannya disekolah yang akhirnya membuat si anak malas untuk berangkat ke sekolah, di homeschooling anak dapat belajar dengan tenang karena anak dapat memilih sendiri cara belajar yang mereka inginkan. Terlebih lagi bagi anak yang membutuhkan kebutuhan khusus dalam belajar, homeschooling akan sangat membantu untuk memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh anak.

Namun ternyata banyak juga orang tua yang memindahkan anaknya ke homeschooling karena alasan tersendiri. berikut alasan orang tua memilih homeschooling antara lain:

  1. Homeschooling memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Kurikulum homeschooling dapat disusun sesuai dengan minat dan kemampuan anak, maka tentunya hal ini akan menjadi lebih fleksibel. Homeschooling dapat memberikan waktu lebih banyak kepada anak untuk mengasah apa yang mereka senangi serta dapat disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing anak. Dengan begitu,  anak akan lebih mudah untuk menerima pelajaran yang diberikan serta mengoptimalkan bakat yang mereka miliki.
  1. Homeschooling membuata anak berpikir independent. Anak yang belajar di homeschooling akan lebih berpikir independent dan cenderung memiliki sifat mandiri. Hal ini dikarenakan anak berhadapan langsung dengan guru langsung satu-satu, mereka akan lebih cenderung untuk membuat keputusan sendiri untuk diri mereka sendiri. Sementara pengambilan keputusan jika belajar dikelas, anak cenderung akan mengikuti suara terbanyak atau ikut mayoritas. Padahal pada kehidupan yang nanti akan dihadapi, anak harus terbiasa membuat keputusan sendiri untuk menentukan langkah apa yang harus diambil, apalagi jika keputusan yang diambil adalah kepuusan yang besar. Oleh sebab itu, jika anak sudah diajarkan untuk terbiasa mengambil keputusan sendiri, maka nantinya anak akan menjadi pribadi yang mandiri.
  1. Homeschooling memberikan rasa aman dan perlindungan pada anak.  Kini, tindakan bullying santer terdengar dikalangan masyarakat. Parahnya lagi, mayoritas pelaku bullying adalah anak sekolah dan dilakukan di lingkukan sekolah. Tindakan-tindakan seperti intimidasi, tekanan teman sebaya secara negatifbahkan kenakalan guru banyak sekali terjadi di lingkungan sekolah. Dalam homeschooling, anak tidak perlu lagi merasa takut dengan ancaman-ancaman yang dapat terjadi di sekolah formal. Anak dapat menjadi diri sendiri tanpa takut mendapatkan bullying atau diejek oleh teman sekelas dan guru. Dengan begitu, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri. Sementara itu, orang tua juga tidak perlu khawatir akan keelamatan dan keamanan anak, karena orang tua juga berperan cukup besar dalam homeschooling ini, sehingga orang tua dapat mengawasi secara langsung kegiatan anak dalam homeschooling.
  1. Homeschooling menguatkan hubungan keluarga. Jam belajar yang diterapkan disekolah formal umumnya sangat menyita waktu anak untuk berada diluar rumah. Memulai aktifitas sekolah pukul 7 pagi hingga pukul 2 siang selalu dialami oleh anak selama 6 hari dalam seminggu. Belum lagi jika sepulang sekolah harus ikut kegiatan ekstrakulikuler hingga sore hari dan masih juga ditambah les privat pada malam harinya. Waktu anak untuk berkumpul dengan keluarga sangatlah sedikit. Dengan homeschooling, anak akan memiliki lebih banyak waktu bersama dengan keluarga dirumah, karena jadwal belajar homeschooling yang fleksibel sangat memungkinkan anak untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan orang tua, kakak, adik, dan keluarga yang lainnya.
  1. Homeschooling lebih berfokus pada pembelajaran, bukan nilai. Belajar secara klasikal disekolah, biasanya anak dituntut untuk mendapatkan nilai yang tinggi dan bersaing dengan orang lain. Hingga tidak menutup kemungkinan banyak anak yang akhirnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang tinggi dengan cara yang yang tidak baik, seperti mencontek buku pelajaran saat ulangan, melihat jawaban teman, dan lain sebagainya. Namun homeschooling dapat mendorong anak-anak untuk memaksimalkan kemampuan pribadi mereka dan meningkatkan pengetahuan. Dengan cara ini, anak-anak dapat menyadari potensi mereka lebih baik dan tidak hanya bertujuan untuk nilai tinggi.

Nah tadi adalah beberapa pertimbangan dan alasan para orang tua untuk memondahkan anaknya ke dalam homeschooling. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para orang tua dan pembaca semua 🙂

 


  • 0

Tips Memilih Lembaga Bimbel

Dewasa ini, persaingan di dunia industri semakin meningkat dan secara tidak langsung mempengarungiborang tua untuk mempersiapkan yang terbaik bagi anaknya terutama dalam bidang akademis. Banyak sekali orang tua yang merasa pelajaran yang diberikan disekolah masih belum cukup yang akhirnya membuat mereka berpikir untuk memberi tambahan pelajaran diluar jam sekolah untuk anak mereka.

Kehadiran lembaga les atau  bimbingan belajar, kerap jadi andalan demi menengahi apa yang diinginkan orang tua dan apa yang dibutuhkan anak. Terlebih lagi, makin banyak orang tua yang sibuk dan tidak punya waktu untuk mengajarkan anak, sehingga guru les dan lembaga bimbingan belajar pun dinilai membantu menggantikan peran orang tua. Ini menjadi jembatan antara kesenjangan pengetahuan yang dipahami orang tua dengan kurikulum anak generasi sekarang yang kian rumit.

Dengan banyaknya jumlah lembaga bimbel sekarang ini, maka orang tua harus benar-benar jeli dalam memilih lembaga bimbel untuk anak agar sesuai dengan karakteristik belajar anak. Nah, pada artikel ini akan kami share beberapa tips dalam memilih lembaga bimbingan belajar, diantaranya adalah sebagai berikut 🙂

  1. Kualitas Pengajar/mentor

Salah satu indikasi kualitas Bimbel yang baik dapat dilihat dengan kualitas pengajarnya yang baik. Biasanya, mentor juga merupakan lulusan dari perguruan tinggi negeri. Selain itu, cara mengajar mentor juga sangat berpengaruh terhadap pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikannya.

  1. Lokasi yang tidak begitu jauh dari rumah

Pertimbangan dan pemilihan lokasi bimbel juga merupakan faktor yang cukup penting bagi orang tua dan siswa. Carilah lokasi bimbel yang strategis dan dekat dengan rumah untum memudahkan orang tua adalam mengantar dan menjemput anak. selain itu anak juga tidak mudah bosan jika lokasi bimbel dekat dengan rumah.

  1. Kualitas materi bahan ajar

Kualitas materi bahan ajar ini penting untuk dipastikan karena bahan ajar yang berkualitas dan meyeluruh akan membuat siswa mampu mencapai target yang diinginkan di sekolah.

  1. Pilihlah bimbel yang sesuai dengan keuangan

Bagi orang tua, pemilihan harga bimbel sangatlah penting. Jangan sampai hanya karena menginginkana anak agar mengikuti tambahan belajar di lembaga bimbingan belajar malah menguras uang yang ada. Pilihlah bimbingan belajar yang sesuai dengan keuangan… karena bimbel yang mahal belum tentu bagus.

  1. Fasilitas

Fasilitas yang baik membuat suasana belajar menjadi baik pula. Pastika fasilitas bimbel yang diberikan kepada anak anda sesuai dengan uang yang anda keluarkan.

Nah… itu adalah beberapa tips dalam memilih bimbel untuk anak anda. Jika bimbel yang anda temukan sudah cukup memenuhi syarat-syarat yang ada diatas maka anda tidak perlu ragu lagi untuk mengikutsertakan anak anda pada bimbel tersebut.


  • 0

Penanganan Korban Bullying

Miris… kasus bullying akhir-akhir ini semakin meningkat. Begitu banyak surat kabar yang memberitakan kasus bullying yang terjadi di kalangan anak-anak  yang terjadi di sekolah. Bullying adalah tindakan mengintimidasi dan memaksa seorang individu atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu di luar kehendak mereka, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional melalui pelecehan dan penyerangan. Hal ini jika dibiarkan terus menerus tentu akan sangat merugikan banyak orang, terutama bagi si korban bullying yang masih berusia kanak-kanak dan dan juga bagi keluarganya.

Namun masih banyak orang tua yang terlambat menyadari bahwa anak mereka menjadi korban bullying hingga si anak akhirnya sudah terlanjur mengalami dampak dari bullying tersebut. Dampak yang ditimbulkan oleh perilaku sangat mengerikan, si korban akan tidak senang jika berkumpul dengan teman-temannya, sering bolos atau takut pergi ke sekolah/lingkungan dekat rumah,prestasi disekolah menuruh, menarik diri dari pergaulan, depresi, bahkan sampai bunuh diri.

Padahal orang tua memegang peranan penting dalam proses perkembangan anak. Namun sebagai orang tua, anda harus mengakui bahwa terkadang anda menyerahkan sepenuhnya masalah pendidikan dan issue yang anak-anak hadapi di sekolah kepada para pendidik di sekolah. Dalam menghadapi issue bullying, peran orang tua dan pendidik di sekolah sama pentingnya. Orang tua dan guru di sekolah harus bekerjasama untuk membantu-baik para korban bullying dan bullies itu sendiri agar tercipta sebuah lingkungan yang positif antar sesama siswa di sekolah.

Orang tua harus pintar mengenali ciri korban bullying agar dapat meminimalisir kemungkinan anak menjadi korban bullying dan dapat segera memberikan penanganan jika si anak menunjukkan tanda-tanda korban bullying. Anda dapat mengenali anak menjadi korban bullying jika si anak menunjukkan gejala sebagai berikut :

  1. Enggan untuk pergi sekolah
  2. Sering sakit secara tiba-tiba
  3. Mengalami penurunan nilai
  4. Barang yang dimiliki hilang atau rusak
  5. Mimpi buruk atau bahkan sulit untuk terlelap
  6. Rasa amarah dan benci semakin mudah meluap dan meningkat
  7. Sulit untuk berteman dengan teman baru
  8. Memiliki tanda fisik, seperti memar atau luka

Jika anak anda sudah menunjukkan tanda-tanda seperti diatas, maka anda harus segera mengambil tindakan. Orang tua dapat melakukan pencegahan terjadinya bullying. Anda dapat berkomunikasi dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak. Ajar anak-anak untuk dapat merasakan apa yang orang lain rasakan (put him/herself in someone else’s shoes). Prioritaskan waktu untuk berkomunikasi dengan anak setiap hari. Selain itu anda juga harus membangun rasa percaya diri yang kuat dalam diri anak agar sifat pemalu dan penakut yang ada dalam diri anak meningkat.

Namun, apabila anak anda telah menjadi korban bullying… anda dapat melakukan beberapa hal berikut adalah cara menangani korban bullying :

  1. Berlatih menyelesaikan masalah

Berdiskusi dengan anak untuk mengatasi bullying yang tidak terlalu parah, misalnya, abaikan ejekan atau gangguan non fisik. Anak perlu diberi kesempatan untuk mengatasi masalahnya sendiri sehingga ia dapat belajar untuk menghadapi konsekuensi dari setiap masalah yang dihadapinya. Orang tua yang terlalu protektif, justru akan membuat anak menjadi sasaran empuk sebagai korban bully. Yakinkan anak bahwa mengalami kondisi sulit akan membentuk daya tahan baginya.

  1. Kasih sayang dalam keluarga

Anak seyogyanya mendapat perlindungan, kasih sayang dan perhatian terutama dari orang-orang terdekat terutama dari orang tua dan keluarganya. Penelitian menyebutkan, anak yang tumbuh di lingkungan yang baik, akan tumbuh menjadi generasi yang stabil, optimis serta cerdas secara emosional. Yang artinya perilaku orang tua dan keluarga secara otomatis akan membentuk pribadi dan mental anak. Sehingga bila anak cukup mendapat perlindungan dan perhatian dari orang-orang terdekat, ancaman luar pun akan bisa dihadapi si anak dengan optimis.

  1. Pengalihan

Anda dapat mengalihkan perhatian anak dengan mengarahkan anak untuk menyalurkan minat dan bakat yang ada pada diri anak, dengan begitu anak tidak akan terlalau berfokus dengan bullying yang dialamainya.

  1. Konseling

Konseling bisa dilakukan bersama staff pengajar di sekolah, Guru Agama, bahkan pemuka agama sekalipun. Tujuan adanya bantuan konseling, agar sang anak bisa menemukan solusi dari permasalahan yang dialami sang anak. Terkadang dengan orang tua sendiri, mereka takut untuk terbuka karena dipikiran mereka pasti orang tua akan marah dan menghukum si pelaku bullyingnya. Namun dengan mereka lah, terkadang meraka bisa terbuka dan lebih leluasa untuk mengeluarkan perasaannya.

  1. Bicara tentang pengalaman Anda sendiri

Ceritakan pengalaman Anda sendiri di sekolah kepada anak. Ini akan membantu anak tahu bahwa dia tidak sendirian dalam situasi seperti itu.

  1. Pendekatan pada pelaku bullying

Di balik tindakan berani mereka, para penindas pada dasarnya pengecut. Mereka bertindak jahat dan menjatuhkan orang lain untuk menutupi ketidak-amanan mereka sendiri dan kurangnya rasa percaya diri. Bullying mudah dijinakkan ketika kekuasaan dan kontrol diambil. Selesaikan masalah secara kekeluargaan, baik dengan pihak keluarganya bahkan melibatkan pihak terkait, seperti sekolah, organisasi diluar sekolah. Tindakan ini dipercaya efektif untuk memutus rantai peristiwa yang lebih fatal. Tak perlu diselesaikan dengan emosi apalagi dilawan dengan kekerasan.

  1. Memantau

Setelah berbagai cara pencegahan dan penanganan bullying di atas diterapkan, terus beri perhatian dan pantau keadaan anak Anda dan si penindas.

Jadilah orang tua yang peka terhadap apa yang terjadi pada anak, kenalli tanda-tanda bullying sedini mungkin, jangan sampai anak anda menjadi korban maupun pelaku dari perilaku bullying… dengan begitu anda ikut serta dalam pemberantasan perilaku bullying. Be smart parents :)!


  • 0

Cara Menemukan Passion dalam Diri

Cara Menemukan Passion dalam Diri – Seringkali kita mendengar kata passion dalam kegiatan sehari-hari, sebenernya apa sih arti sesungguhnya passion? Apa sebenarnya passion yang ada dalam dirimu?, masih banyak sekali orang yang bingung ketika diberikan pertanyaan seperti itu, oleh karena itu, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana kita dapat menemukian passion yang ada dalam diri kita.

Passion adalah sesuatu yang selalu ingin kamu lakukan dan saat kamu melakukan kegiatan tersebut kamu merasa senang dan selalu ingin mengeksplorasi lebih banyak tentang hal tersebut, kamu juga melakukannya tanpa paksaaan dan tidak merasa bosan. Seseorang yang memiliki passion akan terus menerus memikirkan, built-in dalam dirinya, untuk mewujudkan sesuatu, dan ia tidak pernah akan berhenti sebelum sesuatu itu terjadi.

Namun, menemukan sesuatu yang menjadi passionmu itu memang gampang-gampang susah. Beberapa orang banyak yang mengartikannya sama dengan hobi. Sebenarnya passion berbeda dengan hobi. Menurut Rene Suhardono, hobi itu ibarat pekarangan rumah dan passion itu ibarat rumahnya. Jadi orang yang mengerjakan hobi hanya ada di pekarangannya saja, sedangkan orang yang benar-benar mengikuti passionnya ibarat telah berada di dalam rumah, jika hobi merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan atas dasar kesenangan dan dilakukan di waktu senggang, sedangkan passion adalah sebuah gairah dalam melakukan kegiatan yang dibarengi dengan keinginan untuk melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya. Hobi berdasarkan kesenangan dalam melakukan, sedangkan passion berdasarkan kompetisi dengan diri sendiri.

Namun bagaimana cara untuk menemukan passion dalam diri?… dalam artikel ini kita akan membahas bagaimana cara untuk menemukan passion dalam diri.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menemukan passion, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Bertanya pada diri sendiri

Ikuti kata hatimu, karena hanya dirimu yang sebenarnya tau sesuatu yang kamu benar-benar sukai. Jangan ikuti keinginan orang tuamu, pacarmu atau teman-temanmu. Passion itu bisa sesuatu yang benar-benar mengobarkan semangat dalam jiwamu. Kerjakanlah passion yang membuatmu merasa hidup.

2. Temukan hal yang kamu yakini dengan kuat meskipun ditentang oleh banyak orang

Kebanyakan, orang tua memang memiliki peran besar untuk menentukan passion yang kamu punya. Tapi jika passion yang mereka harapkan tidak cocok dengan apa yang kamu mau, jangan diteruskan! Percayalah, mengikuti passion yang kamu mau bukan hal yang buruk kok.

3. Kenali kemampuan yang paling menonjol dalam dirimu

Apa kemampuan terhebatmu? Pertanyaan ini seharusnya sudah kamu pikirkan sedari kecil. Setiap orang pasti punya bakat dan kelebihannya masing-masing. Memahami kemampanmu yang paling dominan bisa membantumu untuk menemukan passion-mu.

4. Apa hal yang kamu sukai semasa kecil?

Terkadang, untuk menemukan passion-mu, kamu bisa mencoba untuk melihat kembali ke masa lalumu. Coba ingat-ingat, ketika kamu kecil dulu, apa yang kamu sukai? Hal yang kamu sukai itu membentuk dirimu sampai sekarang. Siapa tahu, itulah jawabannya.

5. Kegiatan apa yang membuatmu penasaran ingin mencobanya?

Salah satu cara terbaik untuk menemukan passion adalah dengan mencoba-coba. Banyak orang yang menganggap hal ini buang-buang waktu. Tapi percayalah, untuk menemukan passion, terkadang, harus ada waktu yang dikorbankan.

6, Coba dulu

Kalau merasa sudah tahu passion kamu apa dan ingin menjadikannya karir full-time, coba di-tes dulu. Misalnya kamu ingin jadi fotografer, maka lakukanlah secara iseng-iseng sebagai pekerjaan sampingan. Jangan langsung heboh, apalagi sampai meninggalkan semua aktivitas lain dan berinvestasi membeli semua perlengkapannya. Kalau sudah dijalani berbulan-bulan dan kamu masih betah, berarti minat kamu memang fotografi dan sanggup menjadikannya sebagai profesi.

7. Riset

Riset dan kumpulkan info tentang bidang yang kamu minati seeebanyak mungkin. Jangan cepat puas, dan jangan menjadikan para amatir sebagai tolak ukur diri kamu!

8. Terus coba dan jangan menyerah

Jangan berhenti latihan dan mempertajam skill kamu, serta jangan cepat menyerah meski ada banyak tantangan. Misalnya, kalau kamu iseng-iseng buka online shop dan ternyata harus menghadapi berbagai problem—mulai dari kerepotan mengatur keuangan sampai menghadapi pelanggan galak—jangan nyerah! Lagian, kalau passion kamu memang di berjualan, kamu emang nggak akan nyerah juga, sih…

Nah itu adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menemukan passion… selamat mencoba

-HM_


  • 0

Melatih Otak Kiri

Otak manusia terdiri dari dua bagian , yaitu otak kanan dan otak kiri. Setiap bagian dari otak sendiri memiliki kemampuan dan fungsi yang berbeda-beda. Peran masing-masing otak manusia adalah sebagai berikut :

Otak kanan :

  • Mengontrol tubuh bagian kanan
  • Bentuk tiga dimensi
  • Musik dan seni
  • Penyatuan
  • Subyektifitas
  • Imajinasi
  • Intuisi
  • Kreatifitas
  • Emosi

Otak kiri :

  • Mengontrol tubuh bagian kiri
  • Ketrampilan angka-angka
  • Matematika / ketrampilan ilmiah
  • Menganalisa
  • Obyektifitas
  • Menulis
  • Berbicara
  • Logika
  • Pertimbangan

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa otak kanan bertanggungjawab secara acak, intuitif, holistik, menyatukan dan pemikiran subyektif. Sedangkan otak kiri berperan untuk berfikir logika, skuensial, analitis, dan obyektif. Kebanyakan individu memiliki preferensi berbeda dalam menggunakan salah satu gaya berfikir ini. Jadi seseorang mungkin lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan yang lain mungkin lebih cenderung ke otak kanan –  didasarkan pada bagaimana mereka menggunakan otak kanan dan otak kiri untuk memecahkan masalah.

Namun kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengoptimalkan otak kiri bagi mereka yang memiliki kecenderungan menggunakan otak kiri. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk melatih dan mengoptimalkan fungsi otak kiri.

  1. Menulis

Menulis adalah cara melatih otak kiri terbaik. Cara mudah yang dapat dilakukan dengan memulai menulis buku harian pribadi, kemudian kita juga dapat menulis Blog pribadi untuk melatih otak kiri kita. Cara mudah untuk memulai menulis adalah dengan menemukan sebuah subjek yang diminati lalu menungkan isi hati ke dalam tulisan tersebut.

  1. Membaca

Otak kiri sangat berhubungan dengan kosa kata dan ejaan, membaca melatih kemampuan otak dan juga membuat otak selalu aktif. Kamu dapat membaca berbagai hal yang Kamu senangi, yang nantinya juga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan-mu. Banyak-banyaklah membaca, kegiatan ini menjadi latihan dasar yang bagus bagi otak. Kamu bisa membaca hal apapun, tapi utamakan yang memiliki manfaat besar bagi kehidupanmu.

  1. Bermain game puzzle

Bermain game adalah cara yang menyenangkan untuk melatih otak. Kamu bisa mengisi teka-teki silang (TTS), bermain jigsaw atau bermain puzzle (game) yang dapat mengasah otak kiri Kamu dengan cara yang menyenangkan. Kamu juga bisa bermain scrabble, yang membantu Kamu untuk bermain membangun kosakata dan juga meningkatkan keterampilan mengolah kata-kata.

  1. Mempelajari bahasa baru

Tambahlah kosa kata baru setiap hari. Pelajari kata-kata baru, bisa berasal dari kamus maupun buku-buku yang dibaca. Hal ini bisa menjadi sarana latihan bagi otak, dan meningkatkan sisi pengetahuan berbahasa. Belajar bahasa baru, melatih kemampuan otak dalam menyimpan informasi baru. Bentuk latihan semacam akan menjaga kesehatan otak. Dan siapa tahu, kebiasaan mempelajari bahasa dan kosa kata ini bermanfaat sebagai pendukung Kamu dalam mencari pekerjaan di masa depan.

  1. Mengisi TTS dan Sudoku

Mengisi teka-teki yang edukatif mampu merangsang otak untuk berpikir dan menajamkan memori. Demikian juga Sudoku, dapat melatih otak untuk mengenal angka-angka dengan cepat.

  1. Berkreasi bersama orang lain

Ketika mengerjakan sesuatu hal, maka Kamu bisa melakukannya dengan berkolaborasilah dengan orang lain. Karena bekerja sendiri malah membuat kita mati ide dan kreatifitas, sehingga butuh teman yang nantinya bisa memasukan ide dan kreatifitas.

Oke guys… itu adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk melatih dan mengoptimalkan fungsi otak kiri.. selamat mencoba J

_Afzananta-HM_


Connect with Us!

Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pakai Coding Seri 01

Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pake Coding Seri 02

ebook murah dan berkualitas. banyak diskonnya. beli segera!!!

TAS MOBIL MULTIFUNGSI

Location

Visitor

0185670
Hari ini : 159
Kemarin : 342
Bulan ini : 5707
Total Kunjungan : 185670
Who's Online : 4