Isi Liburan Sekolah Anak Dengan Kegiatan Yang Mencerdaskan

  • 0

Isi Liburan Sekolah Anak Dengan Kegiatan Yang Mencerdaskan

Masa liburan sekolah akan segera tiba, liburan panjang yang dibarengi dengan libur hari raya ini tentu saja sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Namun beberapa orang tua ada yang kebingungan dalam mengisi lburan anak. Apalagi jika orang tua yang sibuk bekerja dan hanya mendapatkan libur saat cuti hari raya. Pastilah akan sangat kebingungan untuk mencari kegiatan bagi sang buah hati karna tidak bisa mengajaknya jalan-jalan atau berlibur ke suatu tempat yang baru bagi sang buah hati. Namun liburan tidak melulu harus pergi kesuatu tempat yang yang jauh. Untuk mengisi libura anak, anda dpat memilih kegiatan yang kreatif dan mecerdaskan anak anda meski tidak harus keluar jauh dari rumah. Namun, bagaimana cara yang tepat untuk mengisi kegiatan anak saat liburan panjang tanpa kita bisa mendampingi mereka?

Berikut ini ada beberapa contoh kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi liburan sekolah anak, yang diharapkan dapat memberikan wawasan pengetahuan dan daya kreatifitas anak selama liburan sekolah.

  1. Memasak

Waktu liburan sangatlah tepat jika digunakan untuk mengajari anak memasak, khususnya bagi orang tua yang memiliki anak perempuan.  Ajari anak mencuci buah dan sayur, mengocok telur, mengambil bumbu, mengaduk adonan dan memberi topping.  Ia akan bangga menikmati hasilnya. Kegiatan ini akan mengenalkan anak pada proses kimiawi, dari mentah menjadi matang,   mengenalkan  aroma dan tekstur aneka bahan makanan.

  1. Olahraga

Olahraga rutin bersama dengan anak tentu akan membuat hubungan orang tua dan anak semakin erat. Selain itu, orang tua juga bisa mengajarkan anak disiplin untuk menjaga kesehatannya. Dengan begitu, setelah anak dewasa akan terbiasa berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

  1. Membuat pekerjaan tangan

Membuat pekerjaan tangan dengan anak tentunya akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi para orang tua. Ajarilah anak membuat pekerjaan tangan dengan bahan-bahan yang sering dijumpai sehari-hari seperti barang bekas yang sudah tidak terpakai, kain flanel, stik ice cream, atau manik-manik. Asalkan kita bisa sedikit meluangkan waktu untuk berimajinasi dan sedikit kreatif. Contohnya membuat wayang dari kardus, yang kita gambar sendiri , di gunting dan di tempelkan di tusuk sate. Atau kalau mau bisa membeli kain flanel, stik ice cream atau manik manik yang harganya relative murah.

  1. Menggambar dan mewarnai

Kagiatan menggabar dan mewarnai akan melatih daya kreatifitas anak. Jika di sekolah, pelajaran menggambar dan mewarnai mungkin hanya diberikan satu jam pelajaran dalam seminggu. So, bagi para orang tua dapat memanfaatkan waktu liburan anak untuk mengajari mereka menggambar dan mewarnai. Atau dapat juga mengikut sertakan anak pada lomba-lomba yang diadakan pada saat liburan. Proactive robotic school merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan yang juga menyelenggaran kegiatan lomba menggambar dan mewarnai pada liburan semester ini di Sahid J-Walk Mall Yogyakarta.

  1. Belajar sains sederhana

Video eksperimen sains menggunakan bahan-bahan yang kita jumpai sehari-hari sangat bayak sekali tersebar internet. Para orang tua dapat dengan mudah mendapatkannya untuk kemudian mencobanya dengan anak-anak. Misalnya orang tua dapat memenfaatkan baking soda dan cuka untuk membuat gunung meletus, atau membuat lava lamp. Dengan begitu anak-anak akan senang karena mencoba hal yang baru dan akan membuatkanya berfikir kreatif untuk mencoba eksperimen yang lain.

  1. Mengikuti Holiday Program

Tidak sempat menggali minat saat sekolah berlangsung? Banyak lembaga yang mengadakan holiday program yang bisa jadi pilihan menarik untuk anak. Mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut dapat membuka mata anak tentang berbagai bidang bakat, bahkan berinteraksi dengan teman sebaya dengan kegemaran yang sama. Salah satu lembaga yang mengadakan holiday program adalah Proactive Robotic School. Holiday Program yang diadakan oleh Proactive adalah proram kursus robotik yaitu dengan mengenalkan anak pada dunia elektronika dan robotika.


  • 0

Faktor-faktor Yang Melatarbelakangi Kenakalan Remaja

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya… Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncang dunia”,

Begitulah kata-kata yang pernah di ucapkan oleh Presiden RI pertama pada pidatonya.  Remaja adalah harapan dan tumpuan segala orang tua dan dan juga generasi perubah bangsa. Dengan remaja suatu bangsa akan menjadi baik apabila pemudanya yang memipin juga baik, tetapi jika pemudanya jelek moral dan perilakunya pasti Negara atau suatu masyarakat tersebut akan rusak juga dipimpin oleh remaja yang sudah rusak moralnya. Betapa indahnya jika suatu negara dipenuhi dengan pemuda-pemuda yang cerdas dan baik perilakunya. Dapat dibanyangkan betapa majunya negara itu.

Namun kenyataan saat ini malah berbalik dengan apa yang diimpikan. Hampir setiap hari baik media massa cetak maupun elektronik memberitakan tentang perilaku kenakalan yang dilakukan oleh remaja. Begitu banyak kenakalan yang dilakukan, mulai dari melanggar norma yang ada di masyarakat, melanggar aturan, bahkan banyak juga remaja yang sudah berani melanggar hukum pidana. Miris bukan?… padahal perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Oleh karena itu peran orang tua dalam mendidik seorang anak apalagi remaja sangat diperlukan penanaman nilai, dan norma yang diberikan sejak dini dapat mempengaruhi sikap, perbuatan mental seorang anak untuk dapat memilah mana hal yang perlu ditiru, dan mana hal yang tidak patut ditiru, pada intinya seorang anak dapat melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik. Apabila peran orang tua tidak maksimal sejak anak masih kecil, pada saat tumbuh menjadi seorang remajapun tidak menutup kemungkinan seorang remaja berbuat hal yang melanggar aturan.

Banyak faktor-faktor yang membuat remaja memasuki dunia pergaulan yang rusak. Biasanya hal ini berawal dari mereka berteman dengan teman yang membawa dampak buruk, karena masa remaja itu masa dimana keadaan psikis remaja bisa mudah terpengaruh. Ada faktor yang berasal dari keluarga, karena kurangnya perhatian dari keluarga membuat anak menjadi royal dalam pergaulan. Faktor terpenting yang membuat remaja mudah terjerumus dipergaulan bebas karena kurangnya agama yang membentengi pikiran dan jiwa anak. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kenakalan remaja. Ada faktor internal yang merupakan faktor yang timbul dari si pelaku itu sendiri, juga ada faktor eksternal yang mungkin disebabkan oleh keluarga, sekolah, maupun lingkungan sekitar.

Faktor internal

  1. Faktor kepribadian

Kepribadian adalah  suatu organisasi yang dinamis pada system psikosomatis dalam individu yang turut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya (biasanya disebut karakter psikisnya). Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa yang berbahaya. Pada periode ini, seseorang meninggalkan masa anak-anak untuk menuju masa dewasa. Masa ini di rasakan sebagai suatu Krisis identitas karena belum adanya pegangan, sementara kepribadian mental untuk menghindari timbulnya kenakalan remaja atau perilaku menyimpang.

  1. Faktor kondisi fisik

Faktor ini dapat mencakup segi cacat atau tidaknya secara fisik dan segi jenis kelamin. Ada suatu  teori yang menjelaskan adanya kaitan antara cacat tubuh dengan tindakan menyimpang (meskipun teori ini belum teruji secara baik dalam kenyataan hidup).  Menurut teori ini, seseorang yang sedang mengalami cacat fisik cenderung mempunyai rasa kecewa terhadap kondisi hidupnya. Kekecewaan tersebut apabila tidak disertai dengan pemberian bimbingan akan menyebabkan si penderita cenderung berbuat melanggar tatanan hidup bersama sebagai  perwujudan kekecewaan akan kondisi tubuhnya.

  1. Faktor status

Seseorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah selesai menjalankan proses sanksi hukum (keluar dari penjara), sering kali pada saat kembali ke masyarakat status atau sebutan “eks narapidana” yang diberikan oleh masyarakat sulit terhapuskan sehingga anak tersebut kembali melakukan tindakan penyimpangan hukum karena meresa tertolak dan terasingkan.

Faktor ekstern

  1. Lingkungan keluarga

Pada dasarnya, keluarga adalah tempat di mana seorang anak bisa tumbuh dan berkembang dengan sempurna baik jasmani maupun rohani. Anak bisa mendapatkan perhatian, kasih sayang, juga dukungan moral dari orang tua. Namun sebaliknya, jika di dalam keluarga seorang anak tidak bisa mendapatkan hal tersebut yang terjadi adalah pelampiasan di luar rumah. Maka tidak mengherankan jika mereka akhirnya akan mencari perhatian dan kasih sayang dari pihak lain. Oleh karena itu, kewajiban sebagai orang tua agar selalu memberikan perhatian, rasa aman, nyaman, dan selalu melindungi anak-anaknya. Namun demikian, orang tua tidak dianjurkan memberikan suatu harapan yang berlebihan. Berikan kesempatan kepada anak Anda untuk menentukan jati dirinya dalam berkreasi, dan juga bisa belajar hidup mandiri. Jangan memanjakan anak karena hal tersebut hanya akan melemahkan karakter juga pribadinya.

  1. Lingkungan Sekolah

sekolah yang baik adalah salah satu jaminan dan sangat berpengaruh pada masa depan. Jika kondisi sekolah tidak mendukung dalam materi atau proses belajar, pada gilirannya dapat memberikan peluang pada anak untuk berperilaku menyimpang.

Meskipun tidak terlalu signifikan, faktor sekolah juga dapat menjadi penyebab terjadinya kenakalan pada remaja. Dalam hal ini, kualitas sekolah harus baik dan semua elemen sekolah yang ada agar senantiasa bertanggung jawab kepada anak didiknya. Kemampuan para guru sangat diperlukan dan juga peran pemerintah adalah harus cepat tanggap terhadap gejolak masyarakat, khususnya para remaja sedini mungkin, sebab hal ini jika tidak diantisipasi dengan cepat tanpa campur tangan semua komponen pemerintah sangat mustahil sebuah bangsa dan negara akan memiliki generasi yang kuat dan tangguh.

  1. Faktor Lingkungan

Di dalam kehidupan bermasyarakat, remaja sering melakukan keonaran dan mengganggu ketentraman masyarakat karena terpengaruh oleh pergaulan dengan teman sebayanya yang mana sering mempengaruhi untuk mencoba sesuatu yang baru tanpa memikirkan dampak yang akan timbul setelahnya. Sehingga banyak remaja yang akhirnyavterjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik yang akhirnya membawa dirinya untuk melakukan kenakalan remaja.

Nah itu adalah beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya kenakalan remaja. Orang tua sebagai orang yang paling dekat dengan anaknya harus selalu hati-hati dan mawas diri jika sikap si anak sudah menunjukkan perilaku yang tidak baik. Alangkah lebih baiknya jika orang tua bertanya dan berkomunikasi dengan baik kepada anak. serta harus selalu mengatahui pergaulan anak, mulai dari tempat yang sering didatangi untu8k nongkrong, teman-temannya, serta kebiasaannya. Sikap perhatian dan kasih sayang akan meminimalisir terjadinya kenakalan yang dilakukan oleh remaja.


  • 0

Cara Tepat Penanganan Disleksia pada Anak

Sebagian anak dilahirkan berbeda. Begitu juga dengan anak yang menderita disleksia. Anak yang menderita disleksia cenderung mengalami kesulitan membaca dan mengenal huruf pada usia yang cukup matang untuk bisa membaca dan dengan lancar. Hingga kemudian banyak orang awam yang awalnya beranggapan bahwa anak yang menderita dislexia adalah anak yang bodoh. Namun pada kenyataannya banyak anak dengan kelainan seperti ini terjadi pada anak yang memiliki tingkat intelegensi dari rendah hingga diatas rata-rata.

Kesulitan belajar pada anak disleksia, biasanya ditandai dengan gejala awal seperti kesulitan mengingat huruf, kesulitan membedakan huruf dan sering terbalik dalam menggunakan huruf yang hampir sama seperti b, d, p, q, u, n. Kesulitan inilah yang mengakibatkan anak disleksia mengalami masalah dalam membaca dan menulis. Mengatasi kesulitan belajar pada anak disleksia harus dilakukan dengan memahami terlebih dahulu cara belajar anak disleksia. Hal ini karena anak disleksia cenderung melihat huruf dengan cara yang berbeda dari anak normal. Anak disleksia memiliki cara pandang dan melihat huruf secara terbalik dan lebih mudah memahami sesuatu dalam bentuk gambar. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan cara belajar anak disleksia untuk mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya.

Njamun ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk menangani kesulitan belajar yang di alami oleh anak-anak yang menderita disleksia, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membaca dan mendengarkan

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan membacakan cerita kepada anak kemudian anda memperlihatkan kalimatkalimat yang anda baca kepada anak. dengan begitu anak akan berinteraksi dengan teks yang ada pada teks, menggarisbawahi kosakata penting, dan membulatkan kosa kata yang panjang atau pendek. Selama membaca bersama, anak juga bisa menulis ulang atau menggambar visualisasi yang dapat ia hubungkan untuk mencocokan kalimat.

  1. Bantuan gambar

Anak dengan kelainan disleksia akan lebih mudah belajar dengan metode gambar. Cara ini dapat dilakukan dengan cara menuliskan kata yang ingin dilatih pada dua sisi kertas, misalnya kata “dua”. Pada satu sisi kertas , anda bersama dengan si kecil dapat menggambar langsung pada kalimat tersebut, misalnya anda dan si kecil dapat menambahkan dua buah mata untuk menggambarkan sebuah wajah atau gambar lainnya.

  1. Baca, susun, tulis

Dengan selembar kertas karton, buat tiga kolom: Baca, Susun, dan Tulis. Kemudian, sediakan spidol dan balok huruf warna-warni. Tuliskan kosakata yang ingin Anda latih di kolom Baca dan minta anak Anda untuk melihat huruf-huruf pembentuk kata tersebut. Kemudian, si kecil akan menyusun kata tersebut di kolom Susun menggunakan balok huruf. Terakhir, minta ia untuk coba menuliskan kata tersebut di kolom Tulis sambil membacakannya dengan lantang.

  1. Ajarkan mendetail

Pertama, ajarkan anak dengan menunjukkan satu kata, misalnya  “beruang” dan bacakan untuknya dengan suara yang jelas dan lantang. Kemudian, minta ia untuk coba mengeja huruf pembentuk kata tersebut. Tanyakan huruf hidup apa saja yang ia lihat, huruf apa yang ia lihat di awal, tengah, dan akhir kata. Hal ini akan membantunya untuk menganalisis kosakata tersebut dan memprosesnya dengan terinci.

Nah itu tadi adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengejarkan anak dengan kebutuhan disleksia. Sebenarnya masih sangat banyak lagi cara untuik menunjang pembelajaran anak disleksia. Temani anak belajar dengan penuh kesabaran dan kasih sayang supaya anak merasa nyaman dan dapat menerima apa yang diajarkan dengan baik.


  • 0

Try Out#1


Hello teman-teman semuanya…

Gimana nih persiapan teman-teman semuanya untuk ujian nasional yang semakin dekat tiap harinya? Sudah siap belum untuk menghadapi ujian nasional? Sudah berapa banyak soal yang dikerjakan untuk latihan teman-teman? Sudah pernah ikut Try Out belum? Dimana? Berapa biayanya? Fasilitas yang diberikan apa aja?

Ada kabar gembara nih buat teman-teman, Proactive akan mengadakan Try Out persiapan ujian nasional untuk teman-teman yang sekarang duduk di bangku Sekolah Dasar khususnya kelas 6.

Ayo jangan lewatkan Try Out di sini, karena selain teman-teman mendapatkan soal mata pelajaran Ujian Nasional, teman-teman juga akan mendapatkan fasilitas lain, seperti snack, pembahasan dari Try Out dan banyak lagi. Selain itu, teman-teman juga dapat menikmati suasana Proactive yang nyaman, bersih, sejuk, free wifi dan lainnya.

Ayo segera daftarkan diri kalian sekarang!!!

Pendaftaran Try Out
Bertempat : Di kantor Proactive
Biaya pendaftaran : Rp. 15.000

Pelaksanaan Try Out
Tanggal :  16 April 2017 (Gelombang 1) & 23 April 2017 (Gelombang 2)

Pukul : 08.00 wib – selesai

Bertempat : Di kantor Proactive

Materi Try Out
1. Matematika
2. Bahasa Indonesia
3. IPA

Fasilitas Try Out
1. Soal Try Out
2. Pembahasan
3. Snack

Jadi, ayo buruan daftar sekarang juga!!! Jangan sampai ketinggalan dan jangan lupa ajak teman-teman kalian untuk menguji kemampuan sebelum Ujian Nasional.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi :
– Mbak Yani 0823-1149-2707 (Only SMS/WA)
– Mbak Khusnul 0822-2522-5445
– Proactive (0274) 435-3950
atau dapat langsung ke kantor kami di Jl. Wonosari Km07, Mantup, Baturetno, Banguntapan, Bantul.


Connect with Us!

Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pakai Coding Seri 01

Rahasia Bikin Aplikasi Playstore tidak Pake Coding Seri 02

ebook murah dan berkualitas. banyak diskonnya. beli segera!!!

TAS MOBIL MULTIFUNGSI

Location

Visitor

0188051
Hari ini : 65
Kemarin : 260
Bulan ini : 8088
Total Kunjungan : 188051
Who's Online : 4